25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 97
- print Cetak

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu SPPG untuk memastikan pemenuhan standar sanitasi dan operasional program Makan Bergizi Gratis di Gorontalo. Doc. Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah mengusulkan adanya pertemuan bersama pimpinan yayasan, kepala SPPG, serta tenaga ahli gizi.
Pertemuan tersebut bertujuan memberikan arahan sekaligus penguatan kapasitas dalam penerapan standar operasional.
Langkah ini dinilai penting mengingat dampak penutupan sementara tidak hanya pada layanan pemenuhan gizi, tetapi juga berpengaruh terhadap investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk tenaga kerja serta pemasok bahan pangan seperti ikan, sayur, dan komoditas lainnya.
“Rencana ini sudah saya laporkan kepada Bapak Gubernur dan saat ini sedang didiskusikan bersama Dinas Kesehatan dan BPOM. Kami juga akan melihat kesiapan anggaran, namun pembinaan seperti bimbingan teknis sangat penting agar teori dan praktik berjalan seiring,” jelasnya.
Diketahui, jumlah SPPG yang ditutup sebelumnya sebanyak 16 unit, kemudian bertambah sembilan unit, sehingga total menjadi 25 unit yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Dalam sidak tersebut, Wagub turut didampingi Tim Satgas MBG, yang terdiri dari jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) wilayah Gorontalo.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar