Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 124
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa.

Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk “sensasionalisme yang membahayakan.”

“Bukan hanya merendahkan sebuah instansi, tetapi juga pendidikan agama Islam, bahkan seorang pimpinan pesantren. Tayangan tersebut merendahkan nilai-nilai spiritual dan budaya, serta berpotensi memicu perpecahan di masyarakat,” tegas Asep, Selasa (15/10/2025), melalui rilis diterima bakukabar.id

Asep menambahkan, konten semacam itu menunjukkan kegagalan media dalam memahami tanggung jawab moral dan sosial penyiaran publik.

“Mereka gagal memahami etika penyiaran dan keberagaman yang seharusnya dijaga. Sikap seperti ini justru merusak kredibilitas lembaga media itu sendiri,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sintia Nur Afifah, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester VII, menyatakan bahwa Exposed Uncensored merupakan bentuk pelecehan terhadap pesantren dan para kiai yang selama ini menjadi sumber nilai serta keteladanan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Sebagai mahasiswa UNUSIA dan kader PMII, saya menilai tindakan itu tidak hanya melukai perasaan santri, tetapi juga merusak kehormatan tradisi keilmuan pesantren,” ungkap Sintia.

Ia menegaskan, media semestinya berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan justru merendahkan martabat lembaga keagamaan yang telah berkontribusi besar terhadap pembangunan moral dan sosial di Indonesia. Sintia pun mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar menindak tegas tayangan semacam itu supaya tidak menjadi preseden buruk bagi dunia jurnalistik nasional.

Kritik mahasiswa UNUSIA ini dinilai sebagai bentuk kesadaran baru di kalangan generasi muda Nahdlatul Ulama terhadap pentingnya menjaga kehormatan nilai-nilai keagamaan dan budaya dari komersialisasi media. Mereka menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan alasan untuk melecehkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Pers dan media televisi harus menjadi pilar moral yang mendidik, bukan menebar sensasi yang menyesatkan,” tutup Asep.

Sementara itu, Firyal Zulkarnain, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menambahkan bahwa jika isi tayangan tersebut benar sesuai fakta yang terjadi, maka hal itu juga menunjukkan ketidaketisan seorang atasan dalam lembaga pesantren.

“Terlebih gelar kiai memiliki makna spiritual dan moral yang tinggi. Konten semacam itu berkontradiksi dengan pandangan masyarakat serta bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” ujar Firyal.

Kritik keras dari mahasiswa UNUSIA ini diharapkan menjadi refleksi bagi industri penyiaran agar kembali menempatkan moralitas dan tanggung jawab sosial sebagai ruh utama dalam setiap tayangan publik.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kasus yang menjerat Amsal Christy Sitepu menjadi sorotan serius Komisi III DPR RI. Dalam rapat bersama jajaran kejaksaan, DPR menegaskan bahwa setiap dugaan penyimpangan oleh aparat penegak hukum tidak boleh dibiarkan dan harus berujung pada sanksi tegas, termasuk pidana. Anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin, menegaskan bahwa aturan mengenai sanksi terhadap penuntut umum […]

  • Panja AMDK Mulai Bekerja, Industri Air Minum Diminta Siap-Siap Diawasi Ketat

    Panja AMDK Mulai Bekerja, Industri Air Minum Diminta Siap-Siap Diawasi Ketat

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi VII DPR RI resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk menindaklanjuti berbagai laporan dan temuan terkait pelanggaran perizinan serta praktik usaha yang tidak sesuai aturan di sektor AMDK. Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menegaskan pembentukan Panja bertujuan memberikan rekomendasi dan solusi atas persoalan industri […]

  • Menuju Moderasi Beragama Progresif

    Menuju Moderasi Beragama Progresif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Oleh: Pepi Albayqunie – (Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman mengelola program moderasi beragama, selama 3-5 tahun belakangan. Saya mengamati Dan merasakan gerakan moderasi beragama telah menemukan momentum yang tepat tetapi membutuhkan varian gerakan yang lebih progressif. Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia telah berkembang melalui berbagai diskusi, […]

  • Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sebelum adanya kemudahan akses informasi seperti sekarang, masyarakat Desa Bobawa, kec. makian barat, kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara, memiliki cara tersendiri secara tradisional dalam menentukan awal Ramadhan. Bapak Haji Said Ahmad selaku Imam desa bobawa menyampaikan ada dua metode utama yang digunakan di masa lalu yakni perhitungan falaqiah dan pengamatan pasang surut air laut. Menurut […]

  • Kader Muda NU Barru Konsolidasi Jelang Konfercab, Dorong Perubahan Kepemimpinan

    Kader Muda NU Barru Konsolidasi Jelang Konfercab, Dorong Perubahan Kepemimpinan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Barru, dinamika internal organisasi mulai menghangat. Sejumlah badan otonom (Banom) dan kader muda NU Barru menyatakan tengah melakukan konsolidasi untuk mendorong perubahan kepemimpinan serta pembenahan organisasi. Dorongan tersebut muncul setelah berbagai kalangan menilai NU Barru membutuhkan penyegaran agar kembali aktif menjalankan program keummatan, kaderisasi, dan […]

  • Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual Muda Nahdlatul Ulama dan Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, menilai sejumlah pernyataan pejabat publik belakangan ini menunjukkan persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Hal yang menjadi sorotan Aras yakni lemahnya disiplin komunikasi publik dan munculnya persepsi publik mengenai menurunnya akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Menurut Aras, […]

expand_less