Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 144
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemuda Gorontalo Kevin Lapendos kembali mengeluarkan pernyataan kritisnya terhadap dugaan wacana kegiatan dialog publik Forkopimda Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut akan digelar pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Isu yang beredar menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh unsur pimpinan Forkopimda dan diarahkan untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sejumlah agenda strategis pemerintahan pusat.

Namun, menurut Kevin Lapendos, langkah tersebut tidak dapat diterima secara akademik maupun moral jika dilakukan tanpa kajian mendalam terhadap dampak kebijakan di daerah.

“Kami mendengar isu soal rencana dialog publik Forkopimda yang digelar untuk mendukung program pusat. Kalau benar, itu langkah yang terburu-buru dan tidak substansial. Dukungan terhadap program Presiden harus berbasis kajian ilmiah, bukan sekadar seremonial politik,” ujar Kevin Lapendos, Rabu (15/10/2025).

Dialog atau Deklarasi Politik?

Kevin menilai istilah “dialog publik” menjadi keliru jika tidak disertai ruang kritik dan partisipasi ilmiah.
Menurutnya, Forkopimda semestinya menjadi wadah refleksi kebijakan, bukan forum deklarasi politik yang kehilangan makna substantif.

“Kalau yang disebut dialog itu hanya pembacaan naskah dukungan dan sambutan formal, itu bukan dialog publik. Itu seremoni loyalitas politik. Forkopimda seharusnya menjadi pengawal rasionalitas kebijakan, bukan pelengkap legitimasi kekuasaan,” tegas Kevin.

Ia juga menyoroti bahwa program-program nasional seperti MBG harus dikaji sesuai karakteristik sosial dan ekonomi daerah agar tidak menimbulkan efek kebijakan yang salah sasaran.

“Kebijakan pusat tidak bisa disalin mentah-mentah ke daerah. Gorontalo punya kondisi berbeda. Kalau Forkopimda hanya meniru tanpa riset, mereka gagal menjalankan fungsi kritisnya. Apalagi MBG belum lama ini mengalami masalah besar dengan banyak yang keracunan, Contohnya di Sulawesi Tengah.” tambah Kevin.

Dalam pandangan Kevin, banyak kebijakan publik di daerah selama ini gagal karena lahir dari kegiatan seremonial dan pencitraan politik, bukan hasil analisis berbasis data.
Ia menilai, jika wacana Forkopimda benar adanya tanpa kajian akademik yang terbuka, maka hal itu akan menjadi kemunduran intelektual bagi lembaga daerah.

“Saya tidak menolak Presiden Prabowo, tapi saya menolak cara kerja yang tidak rasional. Kalau Forkopimda hanya jadi alat legitimasi tanpa riset, itu bukan dukungan — itu degradasi moral kebijakan,” ujarnya dengan nada tajam.

Kevin juga memperingatkan bahwa bila kegiatan itu tetap dilanjutkan tanpa mekanisme partisipatif, akan muncul reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan akademisi.

“Kalau Forkopimda tetap jalan tanpa keterbukaan, jangan salahkan kalau rakyat turun ke jalan. Ini bukan politik partisan, ini moral kebijakan publik,” tegasnya.

Seruan untuk Keterbukaan dan Evaluasi

Lebih lanjut, Kevin menyerukan agar Forkopimda membuka ruang dialog inklusif dan transparan dengan melibatkan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat sipil.
Langkah itu, katanya, penting agar setiap bentuk dukungan terhadap program nasional memiliki dasar empiris dan konseptual yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap wacana ini hanya isu liar, bukan rencana resmi. Kalau memang ada niat berdialog, jadikan itu forum reflektif dan berbasis riset. Jangan jadikan peringatan satu tahun pemerintahan sebagai panggung seremonial,” pungkas Kevin Lapendos.

Sikap kritis Kevin Lapendos menjadi peringatan moral dan akademik bagi Forkopimda Provinsi Gorontalo agar tidak terjebak pada politik simbolik dalam momentum satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia menegaskan, Forkopimda harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang didukung berpihak pada rakyat dan sesuai dengan konteks daerah.

“Peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden harusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan, bukan seremoni loyalitas,” tutup Kevin.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP KMHDI Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: 1.376 Siswa Jadi Korban Keracunan

    PP KMHDI Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: 1.376 Siswa Jadi Korban Keracunan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Ketua Departemen Organisasi Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, menyampaikan kritik keras terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program MBG resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 […]

  • Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Dalam lanskap kebudayaan Islam Indonesia, Halal Bihalal merupakan satu tradisi yang unik dan khas, karena tidak ditemukan secara formal dalam teks-teks normatif Islam klasik, tetapi justru tumbuh dari dialektika antara nilai-nilai keislaman dan konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia. Tradisi yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri merupakan momentum untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperbarui hubungan sosial […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Tangis Haru Warga Pecah di Bantaran Rel

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Tangis Haru Warga Pecah di Bantaran Rel

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 400
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Warga Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, dikejutkan dengan kehadiran mendadak Presiden Prabowo Subianto, Kamis (26/03/2026) sore. Kunjungan tersebut sontak mengundang antusiasme sekaligus haru dari masyarakat yang tinggal di kawasan padat, termasuk di bantaran rel. Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo tampak menyapa warga secara langsung dan mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan. Momen tersebut berlangsung […]

  • Reformasi Birokrasi ParCok sekedar Retorika dibalik Selubung Patologi Kekuasaan

    Reformasi Birokrasi ParCok sekedar Retorika dibalik Selubung Patologi Kekuasaan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Reformasi birokrasi yang diarahkan pada ParCok semakin hari terdengar seperti retorika kosong. Ia berulang kali diproduksi sebagai janji politik dan simbol pembaruan, namun minim jejak transformasi substantif. Alih-alih menjadi proyek koreksi struktural, reformasi justru tereduksi menjadi narasi populis kekuasaan—bahasa manis yang meredam kritik publik, tanpa sungguh-sungguh menyentuh sumber penyakit yang mengendap dan telah menjadi habitus […]

  • LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong menduga Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sorong, Papua Barat Daya, melakukan pembiaran dan melindungi oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan terhadap warga sipil bernama Ortizan F. Tarage. Dilansir dari Jubi.id, Dugaan tersebut disampaikan anggota LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius Kelagilit, menyusul lambannya penanganan […]

  • Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Keberhasilan kerja organisasi tumbuh dari kerja kolektif yang tertata, bukan kerja segelintir orang, apalagi satu individu saja. Proses kerja selalu melibatkan banyak peran yang berada di ruang kerja yang berbeda. Setiap elemen punya posisi dan kontribusinya sendiri. Berbeda tetapi saling menopang. Kerja menjadi lebih efektif ketika setiap peran dijalankan secara proporsional dan tidak saling tumpang […]

expand_less