Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 59
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemuda Gorontalo Kevin Lapendos kembali mengeluarkan pernyataan kritisnya terhadap dugaan wacana kegiatan dialog publik Forkopimda Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut akan digelar pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Isu yang beredar menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh unsur pimpinan Forkopimda dan diarahkan untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sejumlah agenda strategis pemerintahan pusat.

Namun, menurut Kevin Lapendos, langkah tersebut tidak dapat diterima secara akademik maupun moral jika dilakukan tanpa kajian mendalam terhadap dampak kebijakan di daerah.

“Kami mendengar isu soal rencana dialog publik Forkopimda yang digelar untuk mendukung program pusat. Kalau benar, itu langkah yang terburu-buru dan tidak substansial. Dukungan terhadap program Presiden harus berbasis kajian ilmiah, bukan sekadar seremonial politik,” ujar Kevin Lapendos, Rabu (15/10/2025).

Dialog atau Deklarasi Politik?

Kevin menilai istilah “dialog publik” menjadi keliru jika tidak disertai ruang kritik dan partisipasi ilmiah.
Menurutnya, Forkopimda semestinya menjadi wadah refleksi kebijakan, bukan forum deklarasi politik yang kehilangan makna substantif.

“Kalau yang disebut dialog itu hanya pembacaan naskah dukungan dan sambutan formal, itu bukan dialog publik. Itu seremoni loyalitas politik. Forkopimda seharusnya menjadi pengawal rasionalitas kebijakan, bukan pelengkap legitimasi kekuasaan,” tegas Kevin.

Ia juga menyoroti bahwa program-program nasional seperti MBG harus dikaji sesuai karakteristik sosial dan ekonomi daerah agar tidak menimbulkan efek kebijakan yang salah sasaran.

“Kebijakan pusat tidak bisa disalin mentah-mentah ke daerah. Gorontalo punya kondisi berbeda. Kalau Forkopimda hanya meniru tanpa riset, mereka gagal menjalankan fungsi kritisnya. Apalagi MBG belum lama ini mengalami masalah besar dengan banyak yang keracunan, Contohnya di Sulawesi Tengah.” tambah Kevin.

Dalam pandangan Kevin, banyak kebijakan publik di daerah selama ini gagal karena lahir dari kegiatan seremonial dan pencitraan politik, bukan hasil analisis berbasis data.
Ia menilai, jika wacana Forkopimda benar adanya tanpa kajian akademik yang terbuka, maka hal itu akan menjadi kemunduran intelektual bagi lembaga daerah.

“Saya tidak menolak Presiden Prabowo, tapi saya menolak cara kerja yang tidak rasional. Kalau Forkopimda hanya jadi alat legitimasi tanpa riset, itu bukan dukungan — itu degradasi moral kebijakan,” ujarnya dengan nada tajam.

Kevin juga memperingatkan bahwa bila kegiatan itu tetap dilanjutkan tanpa mekanisme partisipatif, akan muncul reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan akademisi.

“Kalau Forkopimda tetap jalan tanpa keterbukaan, jangan salahkan kalau rakyat turun ke jalan. Ini bukan politik partisan, ini moral kebijakan publik,” tegasnya.

Seruan untuk Keterbukaan dan Evaluasi

Lebih lanjut, Kevin menyerukan agar Forkopimda membuka ruang dialog inklusif dan transparan dengan melibatkan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat sipil.
Langkah itu, katanya, penting agar setiap bentuk dukungan terhadap program nasional memiliki dasar empiris dan konseptual yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap wacana ini hanya isu liar, bukan rencana resmi. Kalau memang ada niat berdialog, jadikan itu forum reflektif dan berbasis riset. Jangan jadikan peringatan satu tahun pemerintahan sebagai panggung seremonial,” pungkas Kevin Lapendos.

Sikap kritis Kevin Lapendos menjadi peringatan moral dan akademik bagi Forkopimda Provinsi Gorontalo agar tidak terjebak pada politik simbolik dalam momentum satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia menegaskan, Forkopimda harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang didukung berpihak pada rakyat dan sesuai dengan konteks daerah.

“Peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden harusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan, bukan seremoni loyalitas,” tutup Kevin.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danau Limboto: Luka Ekologis yang Terabaikan

    Danau Limboto: Luka Ekologis yang Terabaikan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Dadang Sudardja
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Setelah lima kali berkunjung ke Gorontalo, barulah pada kunjungan kali ini saya memiliki kesempatan dan waktu untuk menginjakkan kaki di Danau Limboto—sebuah nama yang sejak lama sangat akrab di ingatan saya. Danau ini pertama kali saya kenal ketika masih duduk di bangku SMP, sekitar tahun 1973, melalui pelajaran Ilmu Bumi. Saat itu, Danau Limboto diperkenalkan […]

  • Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    Zero Terorisme di Indonesia, Densus 88 Amankan 51 Tersangka Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat telah mengamankan 51 tersangka kasus tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2025. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). “Kami mencatat sepanjang 2025, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 51 orang,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, saat memaparkan […]

  • Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Terkait penanganan sejumlah kasus korupsi di Kota Gorontalo yang dinilai lamban, ratusan massa aksi seruduk Kantor Wali Kota Gorontalo, pada Senin (17/3/2025). Pemerintahan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel diminta untuk tidak tinggal diam dalam penanganan kasus korupsi di Kota Gorontalo yang telah merugikan negara ratusan rupiah. Meski sibuk dalam penanganan […]

  • Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 106
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Komitmen pemerintah daerah dalam membangun dan memberdayakan desa kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sebanyak delapan bupati, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam, menerima penghargaan Tokoh Peduli Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT), Yandri Susanto, pada kegiatan Saba Desa […]

  • Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang, Habib Bahar Bin Smith Ditetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang, Habib Bahar Bin Smith Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Tangerang Kota resmi menetapkan Assayid Bahar Bin Smith alias Habib Bahar Bin Ali Bin Smith sebagai tersangka dalam kasus dugaan persekusi terhadap kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kota Tangerang. Penetapan tersangka tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/43/I/RES.1.24/2026/Reskrim yang beredar pada Sabtu, […]

  • Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Bagi kita, penggemar sepak bola Indonesia, wajah Timnas Indonesia kini tampak berbeda. Dulu, kita mengenal pemain-pemain yang tumbuh besar di sini, dengan karakter dan ciri khas lokal yang tak bisa dilepaskan. Namun kini, hampir setiap pemain Timnas yang tampil memiliki tubuh tegap, kulit putih, dan seolah membawa cita rasa Eropa, terutama Belanda. Mereka bukanlah anak-anak […]

expand_less