Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Salah satu pesan mendalam yang pernah disampaikan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali relevan untuk direnungkan hari ini. Dengan gaya khasnya yang lembut, puitis, namun tajam, Gus Mus mengingatkan bahwa ukhuwah tidak bisa dibangun dengan teriakan, melainkan dengan keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu sederhana, tetapi menggelitik: bagaimana mungkin seseorang berbicara tentang ukhuwah Islamiyah, bahkan ukhuwah basyariyah, jika ukhuwah di lingkup paling dekat, yakni sesama warga Nahdlatul Ulama masih sulit terwujud? Jika di internal NU saja masih saling berkelahi, saling mencopot, dan enggan duduk bersama, maka seruan persaudaraan universal berisiko tinggal jargon.

Logika itu terasa gamblang. Ukhuwah Nahdliyah adalah fondasi. Bila fondasi ini rapuh, ukhuwah Islamiyah sulit ditegakkan. Dan tanpa ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan basyariyah pun akan kehilangan pijakan. Gus Mus, melalui sindirannya, seolah menegaskan bahwa persaudaraan harus dimulai dari lingkaran paling dekat sebelum diperluas ke lingkaran yang lebih besar.

Kondisi tersebut terasa relevan dengan dinamika internal NU hari ini. Konflik di tubuh kepengurusan PBNU menyita perhatian publik. Di satu sisi, ada pihak yang mendorong islah, tabayun, dan musyawarah, dan hal itu telah nilai-nilai yang sejak lama menjadi tradisi NU. Di sisi lain, ajakan duduk bersama kerap berujung penolakan, alasan kesibukan, atau pembenaran sepihak. Iktikad baik untuk merawat kebersamaan pun dipertanyakan.

Tradisi NU sejatinya mengedepankan klarifikasi, bukan tuduhan; mengutamakan musyawarah, bukan pemaksaan. Karena itu, munculnya praktik saling memecat di internal kepengurusan terasa janggal dan menyisakan keprihatinan. NU bukan perusahaan yang semata diatur dengan logika manajerial, melainkan jam’iyah keagamaan yang hidup dari nilai khidmah, ketulusan, dan adab.

Sindiran Gus Mus menjadi cermin: jangan terlalu sibuk mengoreksi orang lain, sementara ego diri sendiri tak pernah disentuh. Jangan lantang menyerukan ukhuwah basyariyah, tetapi gagal mengendalikan ego dalam lingkup persaudaraan terdekat. Ukhuwah bukan soal klaim, melainkan soal sikap.

Pada titik ini, yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan, melainkan perenungan dan introspeksi. Tugas utama warga dan pengurus NU adalah menjaga dan merawat jam’iyah agar tetap utuh, bukan menambah luka dengan ego sektoral dan klaim kebenaran sepihak.

Mungkin inilah pesan paling penting dari sindiran Gus Mus: ukhuwah dimulai dari dalam diri, lalu dari rumah sendiri. Tanpa itu, semua seruan persaudaraan hanya akan berhenti sebagai kata-kata—indah didengar, tetapi hampa makna.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan Play Button

    Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Rajab selalu datang dengan sunyi yang disengaja. Ia tidak meminta sorak, hanya ruang untuk merenung. Di bulan inilah sebuah budaya tentang kematian bayi di Toraja yang belum tumbuh gigi dan “dipulangkan” ke pohon mengajak kita menimbang ulang makna hidup, iman, dan kemanusiaan. Rajab adalah bulan yang tidak riuh. Ia berdiri tenang di antara kalender hijriah, […]

  • Kota Ternate Raih Penghargaan Terbaik Penurunan Stunting di Maluku Utara

    Kota Ternate Raih Penghargaan Terbaik Penurunan Stunting di Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 250
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang berlangsung di Bela Hotel Ternate, Kamis (7/5). Berdasarkan hasil penilaian pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting tingkat kabupaten/kota di Maluku Utara, Ternate […]

  • (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.” Korupsi pejabat publik […]

  • Nurul Fadillah Bawa Semangat Literasi dan PHBS ke Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya

    Nurul Fadillah Bawa Semangat Literasi dan PHBS ke Sekolah Kolong Kampung Bara Barayya

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Semangat membangun masa depan anak-anak pelosok melalui pendidikan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan diwujudkan melalui Program AKSARA (Aksi Literasi Anak Sehat Ramah Lingkungan) yang digagas oleh Nurul Fadillah, mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar. Program ini merupakan bagian dari implementasi Beasiswa Aksi untuk Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh PT Japfa Comfeed […]

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gelombang kritik publik terhadap penanganan kasus hukum yang menjerat Hogi Minaya, seorang suami korban penjambretan, akhirnya berujung pada keputusan tegas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penetapan status tersangka terhadap Hogi Minaya, yang justru diproses hukum setelah berusaha […]

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

expand_less