Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Senin, 15 Des 2025
- visibility 32
- print Cetak

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka Evaluasi Program Direktorat Pesantren Tahun 2025 di Tangerang Selatan, dikutip dari laman kemenag.go.id (15/12/2025). - (FOTO: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com– Pesantren tidak boleh berjalan di ruang hampa. Tradisi keilmuan yang kaya dan mendalam harus terus berdialog dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Pesan inilah yang ditekankan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka Evaluasi Program Direktorat Pesantren Tahun 2025 di Tangerang Selatan, dikutip dari laman kemenag.go.id (15/12/2025).
Di hadapan para pengelola dan pemangku kepentingan pesantren, Kamaruddin menegaskan bahwa khazanah keilmuan pesantren, termasuk kitab kuning perlu terus dikontekstualisasikan agar mampu menjawab tantangan sosial-keagamaan kontemporer. Menurutnya, ilmu pesantren tidak cukup dipelajari secara tekstual, tetapi harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan umat.
“Ilmu di pesantren harus relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Realitas sosial perlu dikaji dan dijawab dengan basis ilmu yang kuat dari pesantren,” ujarnya.
Sekjen Kemenag juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas keberagamaan santri yang tidak berhenti pada dimensi ritual. Keberagamaan, menurutnya, harus tercermin dalam sikap dan perilaku sosial yang membawa kemaslahatan, baik bagi individu maupun masyarakat luas.
Dalam konteks dakwah, Kamaruddin mendorong pesantren untuk lebih aktif hadir di ruang publik. Pesantren dinilai memiliki modal kuat berupa sanad keilmuan, legitimasi moral, serta otoritas keagamaan yang menjadikannya rujukan utama di tengah masyarakat.
“Ruang-ruang dakwah harus diisi oleh teman-teman pesantren,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa peran pesantren tidak semestinya dibatasi pada urusan ukhrawi semata. Pesantren juga diharapkan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang sosial dan ekonomi. Dengan potensi yang dimiliki, pesantren diyakini mampu menjadi motor penggerak kemandirian dan kesejahteraan umat.
Menutup arahannya, Sekjen Kemenag kembali mengingatkan bahwa setiap program dan penguatan kelembagaan pesantren harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat serta selaras dengan visi dakwah yang berkelanjutan dan membumi.
Melalui pendekatan tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga hadir sebagai simpul solusi sosial yang relevan, berdaya, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar