Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • visibility 339
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Ketika keluarga berubah bentuk, orang tua bercerai, lalu masing-masing menikah lagi yang sering kebingungan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak. Mereka tumbuh dengan ayah kandung, ibu kandung, sekaligus ayah tiri dan ibu tiri. Lalu pertanyaan muncul: bagaimana cara berbakti dalam keluarga seperti itu?

Pertanyaan itulah yang dibahas KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA dalam pengajian bertema “Berbakti Pada Orang Tua” yang tayang di kanal Youtube Pesantren Salafiyah Syafiiyah pada 2023 lalu.

Jawabannya sederhana, tetapi terasa seperti pelukan bagi siapa pun yang mendengarnya.

“Birrul walidain, tetap. Anak tetap wajib berbakti kepada ayah kandung dan ibu kandung. Menghormati ayah tiri dan ibu tiri juga dianjurkan, karena keduanya punya peran dalam kehidupan anak,” ujar Gus Aniq.

Tidak ada istilah “tiri” dalam fikih

Gus Aniq menyampaikan hal menarik: dalam fikih, sebenarnya istilah bapak tiri dan ibu tiri tidak ada. Yang dipakai adalah: Istri dari ayah (Zaujatu al-ab) dan Suami dari ibu (Zawju al-umm)

Meski istilahnya berbeda, nilai kehormatan terhadap mereka tetap dijaga.

Masalah yang sering bikin bingung: mahram dan batal wudu. Topik orang tua tiri biasanya bersinggungan dengan hukum mahram. Di sinilah banyak orang keliru. Gus Aniq meluruskannya dengan bahasa mudah dipahami.

“Jika ayah tiri belum pernah berhubungan dengan ibu kandung, maka belum menjadi mahram, sentuhan masih bisa membatalkan wudu, dan secara teori keduanya masih boleh menikah jika kelak cerai”, terangnya.

Jika sudah terjadi hubungan, lanjut Gus Aniq,  maka statusnya menjadi mahram selamanya (muabbad).

” Artinya, sentuhan tidak membatalkan wudu dan haram menikah selamanya sama seperti hubungan dengan ayah kandung”, paparnya.

Penjelasan ini disampaikan tanpa menghakimi, tetapi seolah memahami kenyataan keluarga modern yang makin beragam.

Kalau perintah orang tua berbeda, siapa yang didahulukan?

Di banyak rumah tangga, anak kerap terjebak di tengah dua permintaan. Gus Aniq memberikan panduan jernih. Kalau masih bisa dilakukan dua-duanya, laksanakan.

Kalau tidak bisa, perintah ibu didahulukan.

Bukan untuk merendahkan posisi ayah, tetapi untuk menegaskan ajaran Rasul bahwa keridhaan ibu menjadi pintu besar bagi keridhaan Allah.

Soal doa? Tidak perlu dibatasi

Satu bagian yang paling menyentuh adalah ketika ada yang bertanya apakah doa harus ditujukan kepada empat orang tua sekaligus. Gus Aniq menjawab tanpa ragu:

“Doakan semuanya. Mendoakan orang lain tidak mengurangi apa pun dari kita. Bahkan malaikat akan mendoakan kita balik.”

Di era ketika bentuk keluarga tidak selalu linear seperti dulu, banyak orang memikul bingkai keluarga yang lebih kompleks daripada yang dibayangkan kitab pelajaran sekolah. Namun penjelasan Gus Aniq menunjukkan satu hal, bahwa agama tidak datang untuk membebani, tetapi untuk memberi jalan pulang.

Berbakti itu bukan sekadar tentang struktur keluarga, tetapi tentang cinta, penghormatan, dan kebaikan hati di mana pun kita ditempatkan oleh takdir.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Fanridhal Engo
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Bayangkan Jika Anda adalah Seorang Waria atau bagian dari Komunitas LGBT. Ya, saya tahu mungkin terdengar janggal untuk dibayangkan. Namun, saya mengajak Anda sejenak menanggalkan posisi normatif Anda, dan merenungkan situasi ini dengan empati. Apa yang Anda rasakan? Marah, resah, atau merasa didiskriminasi oleh dunia yang tampak semakin modern, namun masih sangat konservatif terhadap keberadaan […]

  • Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    “Ibu Kita Kartini, putri sejati, wanita yang mulia dan harum namanya.” Begitulah yang terpatri di benak para anak-anak sekolah.  Lagunya kerap didendangkan, hari lahirnya ditetapkan sebagai emansipasi wanita dan kiprahnya dijadikan patokan gerakan perempuan di Indonesia.  Setiap tanggal 21 April, Kartini dan narasi tentangnya dilantangkan kembali. Kalau anda hidup dan sudah bisa memahami situasi pada masa orde […]

  • WALHI Tolak Perpanjangan MoU Pemerintah–Freeport, Dinilai Perpanjang Krisis Ekologis di Papua

    WALHI Tolak Perpanjangan MoU Pemerintah–Freeport, Dinilai Perpanjang Krisis Ekologis di Papua

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc terkait kelanjutan operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga seumur cadangan tembaga dan emas di Papua sebagai kebijakan yang berpotensi melanjutkan krisis ekologis dan kemanusiaan di Tanah Papua. Penilaian tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Boy Jerry Even […]

  • Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai bentuk negara tidak pernah benar-benar usai. Ia muncul kembali setiap kali ketimpangan pembangunan melebar, distribusi sumber daya dipersoalkan, atau hubungan pemerintah pusat dan daerah dipenuhi rasa saling curiga. Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi sekadar apakah Indonesia harus tetap menjadi negara kesatuan, melainkan apakah pola penyelenggaraannya yang masih menyisakan watak sentralistik masih memadai untuk […]

  • PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muh. Gifari Bachmid
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Penulis adalah Praktisi Perbankan/ Pengurus Lakpesdam NU Kota Gorontalo Sebelum dihebohkan oleh pemblokiran rekening berstatus dormant oleh PPATK, praktik tersebut ternyata lazim diterapkan didunia perbankan. Rekening yang tidak aktif atau tidak memiliki transaksi dalam kurun waktu 3 sampai 12 bulan maka status rekeningnya akan berubah menjadi status dormant. Jika rekening nasabah berstatus dormant, maka rekening […]

  • PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Kabar baik datang bagi tenaga PPPK paruh waktu (PPPK PW) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memastikan bahwa para tenaga PPPK paruh waktu akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh atau 100 persen. Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Adhan usai melantik pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo […]

expand_less