Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • visibility 204
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Ketika keluarga berubah bentuk, orang tua bercerai, lalu masing-masing menikah lagi yang sering kebingungan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak. Mereka tumbuh dengan ayah kandung, ibu kandung, sekaligus ayah tiri dan ibu tiri. Lalu pertanyaan muncul: bagaimana cara berbakti dalam keluarga seperti itu?

Pertanyaan itulah yang dibahas KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA dalam pengajian bertema “Berbakti Pada Orang Tua” yang tayang di kanal Youtube Pesantren Salafiyah Syafiiyah pada 2023 lalu.

Jawabannya sederhana, tetapi terasa seperti pelukan bagi siapa pun yang mendengarnya.

“Birrul walidain, tetap. Anak tetap wajib berbakti kepada ayah kandung dan ibu kandung. Menghormati ayah tiri dan ibu tiri juga dianjurkan, karena keduanya punya peran dalam kehidupan anak,” ujar Gus Aniq.

Tidak ada istilah “tiri” dalam fikih

Gus Aniq menyampaikan hal menarik: dalam fikih, sebenarnya istilah bapak tiri dan ibu tiri tidak ada. Yang dipakai adalah: Istri dari ayah (Zaujatu al-ab) dan Suami dari ibu (Zawju al-umm)

Meski istilahnya berbeda, nilai kehormatan terhadap mereka tetap dijaga.

Masalah yang sering bikin bingung: mahram dan batal wudu. Topik orang tua tiri biasanya bersinggungan dengan hukum mahram. Di sinilah banyak orang keliru. Gus Aniq meluruskannya dengan bahasa mudah dipahami.

“Jika ayah tiri belum pernah berhubungan dengan ibu kandung, maka belum menjadi mahram, sentuhan masih bisa membatalkan wudu, dan secara teori keduanya masih boleh menikah jika kelak cerai”, terangnya.

Jika sudah terjadi hubungan, lanjut Gus Aniq,  maka statusnya menjadi mahram selamanya (muabbad).

” Artinya, sentuhan tidak membatalkan wudu dan haram menikah selamanya sama seperti hubungan dengan ayah kandung”, paparnya.

Penjelasan ini disampaikan tanpa menghakimi, tetapi seolah memahami kenyataan keluarga modern yang makin beragam.

Kalau perintah orang tua berbeda, siapa yang didahulukan?

Di banyak rumah tangga, anak kerap terjebak di tengah dua permintaan. Gus Aniq memberikan panduan jernih. Kalau masih bisa dilakukan dua-duanya, laksanakan.

Kalau tidak bisa, perintah ibu didahulukan.

Bukan untuk merendahkan posisi ayah, tetapi untuk menegaskan ajaran Rasul bahwa keridhaan ibu menjadi pintu besar bagi keridhaan Allah.

Soal doa? Tidak perlu dibatasi

Satu bagian yang paling menyentuh adalah ketika ada yang bertanya apakah doa harus ditujukan kepada empat orang tua sekaligus. Gus Aniq menjawab tanpa ragu:

“Doakan semuanya. Mendoakan orang lain tidak mengurangi apa pun dari kita. Bahkan malaikat akan mendoakan kita balik.”

Di era ketika bentuk keluarga tidak selalu linear seperti dulu, banyak orang memikul bingkai keluarga yang lebih kompleks daripada yang dibayangkan kitab pelajaran sekolah. Namun penjelasan Gus Aniq menunjukkan satu hal, bahwa agama tidak datang untuk membebani, tetapi untuk memberi jalan pulang.

Berbakti itu bukan sekadar tentang struktur keluarga, tetapi tentang cinta, penghormatan, dan kebaikan hati di mana pun kita ditempatkan oleh takdir.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo dengan mengusung tema “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Perkotaan Gorontalo: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Pengembangan Peningkatan Kinerja Central Place.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Gorontalo , Jumat (21/11/2025). Seminar ini […]

  • Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    Istri Sah Hi. Sadik Jafar Noch Somasi Direktur PT. HIPMEN Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Jaia Basra, Istri sah Hi. Sadik Jafar Noch melalui kuasa hukumnya, melayangkan Somasi/Peringatan terhadap Direktur dan Wakil Direktur PT. HALMAHERA INDONESIA PULAU MALUKU SELATAN (PT. HIPMEN) yang beralamat di Jl. Mesjid Ar-Raiyah RT.000/RW.000, Kampung Makian, Kec. Bacan Selatan, Kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara. Somasi tertanggal 3 Juli 2025 dilayangkan atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) […]

  • UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) tidak bersifat diskriminatif meskipun perlindungan hukum dalam Pasal 8 hanya secara limitatif ditujukan kepada wartawan. Menurut MK, penulis lepas, kolumnis, dan kontributor nonwartawan tetap memiliki payung hukum lain di luar UU Pers. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua MK Saldi Isra […]

  • Trilogi Patriotik : Spionase Saripa, Taktik Dua Belas, dan Wasiat Hijau Nani Wartabone yang Terlupakan

    Trilogi Patriotik : Spionase Saripa, Taktik Dua Belas, dan Wasiat Hijau Nani Wartabone yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Sandy Syafrudin Nina
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Refleksi 84 Tahun Hari Patriotik Gorontalo Beberapa hari yang lalu, sebelum tanggal yang diperingati sebagai hari patriotik Gorontalo, saya berziarah ke makam pahlawan Gorontalo, pak Nani. Saya berdoa untuk beliau, dan para pejuang yang ikut serta bersama beliau dalam membebaskan Gorontalo dari penjajahan. Lalu tepat hari ini, di tanggal 23 Januari 2026, saya ingin kita […]

  • Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah berseloroh, “Kalau kamu tidak bisa menjadi orang pintar, jadilah orang yang berguna.” Di era digital hari ini, kalimat itu perlu sedikit dimodifikasi: kalau kamu sudah punya internet cepat, jangan malah mikirnya lambat. Mahasiswa zaman sekarang itu hebat. Jempolnya lincah, notifikasinya ramai, memorinya penuh—meski sering penuh oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Dalam […]

  • Jawab Kebutuhan Dunia Keuangan, Akuntansi Unusia Tawarkan Kurikulum Adaptif dan Praktis

    Jawab Kebutuhan Dunia Keuangan, Akuntansi Unusia Tawarkan Kurikulum Adaptif dan Praktis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 221
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang keuangan, pajak, dan audit, Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) hadir sebagai pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki karier jelas, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman. Prodi ini menggabungkan kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta nilai-nilai keislaman khas Nahdlatul Ulama. Kepala Program […]

expand_less