Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 266
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara.

Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan kegagalan panitia. Media itu memuji habis perjuangan atlet Thailand yang sukses membawa negaranya menjadi juara umum, namun menilai penyelenggaraan turnamen sebagai kegagalan total.

“Jika menilai semangat dan tekad para atlet Thailand, nilai 10 tidaklah cukup. Kami memberi mereka lebih dari 100 poin,” tulis Thairath. Namun pujian tersebut langsung berbanding terbalik dengan penilaian terhadap panitia penyelenggara.
“Sandiwara ini telah resmi berakhir. Bertolak belakang dengan upaya para atlet, penyelenggaraan SEA Games kali ini mendapat nilai negatif mutlak. Hampir tidak ada yang dipersiapkan secara menyeluruh atau patut dipuji,” lanjut media tersebut.

Menurut Thairath, SEA Games ke-33 diwarnai kekacauan organisasi, kontroversi, dan kelemahan teknis, hingga menuai kritik tajam dari media internasional. Dari sisi tata kelola, ajang ini dinilai sebagai salah satu SEA Games paling mengecewakan sepanjang sejarah.

Kritik tersebut diperkuat oleh fakta bahwa Thailand sebagai tuan rumah tercatat tiga kali menyampaikan permintaan maaf resmi kepada delegasi Vietnam selama turnamen berlangsung. Permintaan maaf pertama muncul akibat kesalahan fatal pada upacara pembukaan, ketika panitia menampilkan peta Vietnam tanpa mencantumkan Kepulauan Paracel, Spratly, dan Pulau Phu Quoc yang berada di bawah kedaulatan Vietnam.

Permintaan maaf kedua terkait keputusan kontroversial di cabang bowling, ketika atlet Vietnam berusia 16 tahun, Tran Hoang Khoi, dipaksa mengulang pertandingan semifinal meski hampir memastikan kemenangan atas atlet tuan rumah. Insiden ketiga terjadi pada cabang Mobile Legends: Bang Bang, setelah atlet Thailand terbukti melakukan kecurangan dalam laga melawan Vietnam.

Selain soal organisasi, Thairath juga menyoroti kegagalan total sepak bola Thailand, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah SEA Games gagal meraih satu pun medali emas.

“Sepak bola Thailand gagal memenangkan satu pun medali emas. Ini sungguh tidak dapat dipercaya. Untuk pertama kalinya kita berada dalam situasi ini,” tulis Thairath dengan nada kecewa.

Pengakuan terbuka dari media utama Thailand ini menjadi sorotan regional, menegaskan bahwa keberhasilan di klasemen medali tidak selalu sejalan dengan kualitas tata kelola dan sportivitas sebuah ajang olahraga internasional.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini, gugatan diarahkan pada ketentuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang dinilai berpotensi inkonstitusional dan mencederai prinsip kedaulatan rakyat. Permohonan pengujian materiil diajukan oleh Koalisi Kawal Pemilu dan Demokrasi Indonesia yang diwakili Miftahol Arifin selaku Ketua […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Lailatul Ijtima’, Gus Aniq Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Peradaban

    PWNU Gorontalo Gelar Lailatul Ijtima’, Gus Aniq Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Peradaban

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 421
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ dengan menghadirkan Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Musthofa, Ahad (19/4/2025). Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi mencerminkan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang harus membangun peradaban secara kolektif. Kegiatan […]

  • Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 660
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Anwar Sanjaya mendadak menjadi sorotan tajam publik setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi merekomendasikan sanksi atas penampilannya dalam program televisi selama Ramadan 1447 Hijriah. Sosok yang selama ini dikenal sebagai presenter jenaka dan menghibur itu kini justru menuai kritik karena dinilai melampaui batas etika penyiaran. Dalam laporan hasil pemantauan siaran Ramadan […]

  • Terungkap! Ini Penyebab Pria di Ampana Gantung Diri di Dalam Rumah

    Terungkap! Ini Penyebab Pria di Ampana Gantung Diri di Dalam Rumah

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 492
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Warga Jalan Cakalang, Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa (24/03/2026) pagi. Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian. Korban diketahui berinisial AB (28), seorang nelayan setempat. Ia pertama kali ditemukan oleh […]

  • Panas Bumi vs Panas Hati

    Panas Bumi vs Panas Hati

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Di negeri +62 ini, kadang yang panas bukan cuma bumi, tapi juga hati rakyat. Apalagi kalau yang panas itu proyek panas bumi, lalu terdengar kabar bahwa yang mengelola adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. Waduh. Ini bukan sekadar energi terbarukan, ini energi perdebatan. Sebagai bangsa yang sejak dulu tegas mendukung Palestina, kita ini unik. Secara […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

expand_less