Breaking News
light_mode
Trending Tags

64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 209
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pengumuman dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta pejabat administrator, Senin, 5 Januari 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros.

Sebanyak 10 jabatan eselon II resmi diisi melalui mekanisme lelang jabatan, menandai tuntasnya pengisian seluruh posisi strategis di lingkup Pemkab Maros.

Pejabat eselon II yang dilantik antara lain Jamaluddin, dari Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Syamsuddin, sebelumnya Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, kini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Selanjutnya Muhisal, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perikanan, dipercaya memimpin Dinas Perikanan. Abbas Maskur, eks Camat Maros Baru, dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Sementara Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, dari Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi, ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Muhammad Aris, sebelumnya Camat Bantimurung, kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Andi Irfan Paharuddin, dari Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Kemudian Wempi Sumarlin, yang sebelumnya Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah, dipercaya sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah. Herwan, dari Kepala Bagian Pemerintahan Setda, kini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Sedangkan Sukartono, sebelumnya Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, dilantik sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Maros.

Selain pejabat eselon II, Bupati Maros Chaidir Syam juga melantik sejumlah pejabat administrator dan camat. Salah satunya Ulfiah Nur Yusuf, yang dilantik sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Apoteker Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Kabupaten Maros.

Adapun pelantikan camat meliputi Iskandar Zulkarnain sebagai Camat Bantimurung, Mappewakkang Andi Saka sebagai Camat Mallawa, Rudy sebagai Camat Maros Baru, Kemal Wahyudi sebagai Camat Camba, serta Hamril sebagai Camat Tompobulu. Sementara Hardiman Bakri dipercaya menjabat Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 64 pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut.

“Untuk jabatan eselon II, sudah tidak ada lagi yang kosong. Seluruhnya telah terisi,” tegas Chaidir.

Menanggapi pelantikan istrinya, Chaidir menegaskan bahwa proses penempatan jabatan telah melalui pemetaan sesuai ketentuan peraturan kepegawaian.

“Ibu Bupati berada di golongan 4C, yang sebenarnya sudah sangat memenuhi syarat dan bahkan setara dengan eselon II. Namun berdasarkan hasil pemetaan jabatan, ia ditempatkan sebagai sekretaris,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pengisian jabatan dilakukan secara bertahap dan tidak melanggar prosedur.

“Kami tidak ingin melangkahi proses. Semua harus memenuhi syarat dan melalui jenjang yang berlaku,” ujarnya.

Chaidir berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera bekerja maksimal untuk menuntaskan seluruh program pembangunan daerah.

“Target kita pada 2026 seluruh program daerah dapat berjalan optimal sebagaimana capaian tahun 2025. Alhamdulillah, realisasi program saat ini sudah di atas 90 persen,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa proses pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Maros masih akan berlanjut.

“Masih akan ada pelantikan berikutnya. Beberapa posisi sekretaris, seperti Sekretaris Perhubungan dan Sekretaris Badan Keuangan, masih belum terisi,” pungkasnya.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan dan Ilusi Stabilitas Demokrasi

    Ramadhan dan Ilusi Stabilitas Demokrasi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan jeda dalam hiruk pikuk kehidupan publik. Ia bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga ruang refleksi kebangsaan. Dalam suasana menahan lapar dan dahaga, manusia diajak menata ulang relasinya dengan Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri. Dalam konteks Indonesia hari ini, Ramadhan memberi kita cermin untuk membaca kondisi hukum dan politik yang tampak stabil, tetapi […]

  • Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian […]

  • Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US.433.761

    Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US$11.433.761

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Nilai ekspor Mei 2025 Provinsi Gorontalo sebesar US$11.433.761. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 123,25 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$5.121.461. “Ekspor melalui pelabuhan atau bandara di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 adalah sebesar US$2.901.823 dengan komoditas Gula/Kembang Gula (HS 17) dan komoditas Pelet Kayu (HS 44),” kata Dwi Alwi Astuti […]

  • Kepala BNPB Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Manado, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal

    Kepala BNPB Tinjau Dampak Gempa M 7,6 di Manado, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Manado, Jumat (3/4/2026). Dalam kunjungannya, Suharyanto meninjau kerusakan bangunan di kawasan Gedung KONI-Hall B serta permukiman warga guna memastikan langkah penanganan darurat telah berjalan optimal. Ia juga berdialog langsung dengan warga terdampak untuk mendengar kesaksian terkait detik-detik gempa […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 1.097
    • 1Komentar

    nulondalo.com –  Polemik mengenai pembagian hewan kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN terus memantik perdebatan publik. Di tengah silang pendapat antara pihak yang mengkritik dan membela kebijakan tersebut, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdullah Aniq Nawawi atau yang akrab disapa Gus Aniq, turut menyampaikan pandangannya secara kritis. Menurut Gus Aniq, sejumlah pihak mencoba membenarkan […]

expand_less