Breaking News
light_mode
Trending Tags

64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pengumuman dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta pejabat administrator, Senin, 5 Januari 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros.

Sebanyak 10 jabatan eselon II resmi diisi melalui mekanisme lelang jabatan, menandai tuntasnya pengisian seluruh posisi strategis di lingkup Pemkab Maros.

Pejabat eselon II yang dilantik antara lain Jamaluddin, dari Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Syamsuddin, sebelumnya Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, kini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Selanjutnya Muhisal, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perikanan, dipercaya memimpin Dinas Perikanan. Abbas Maskur, eks Camat Maros Baru, dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Sementara Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, dari Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi, ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Muhammad Aris, sebelumnya Camat Bantimurung, kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Andi Irfan Paharuddin, dari Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Kemudian Wempi Sumarlin, yang sebelumnya Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah, dipercaya sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah. Herwan, dari Kepala Bagian Pemerintahan Setda, kini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Sedangkan Sukartono, sebelumnya Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, dilantik sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Maros.

Selain pejabat eselon II, Bupati Maros Chaidir Syam juga melantik sejumlah pejabat administrator dan camat. Salah satunya Ulfiah Nur Yusuf, yang dilantik sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Apoteker Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Kabupaten Maros.

Adapun pelantikan camat meliputi Iskandar Zulkarnain sebagai Camat Bantimurung, Mappewakkang Andi Saka sebagai Camat Mallawa, Rudy sebagai Camat Maros Baru, Kemal Wahyudi sebagai Camat Camba, serta Hamril sebagai Camat Tompobulu. Sementara Hardiman Bakri dipercaya menjabat Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat 64 pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut.

“Untuk jabatan eselon II, sudah tidak ada lagi yang kosong. Seluruhnya telah terisi,” tegas Chaidir.

Menanggapi pelantikan istrinya, Chaidir menegaskan bahwa proses penempatan jabatan telah melalui pemetaan sesuai ketentuan peraturan kepegawaian.

“Ibu Bupati berada di golongan 4C, yang sebenarnya sudah sangat memenuhi syarat dan bahkan setara dengan eselon II. Namun berdasarkan hasil pemetaan jabatan, ia ditempatkan sebagai sekretaris,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pengisian jabatan dilakukan secara bertahap dan tidak melanggar prosedur.

“Kami tidak ingin melangkahi proses. Semua harus memenuhi syarat dan melalui jenjang yang berlaku,” ujarnya.

Chaidir berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera bekerja maksimal untuk menuntaskan seluruh program pembangunan daerah.

“Target kita pada 2026 seluruh program daerah dapat berjalan optimal sebagaimana capaian tahun 2025. Alhamdulillah, realisasi program saat ini sudah di atas 90 persen,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa proses pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Maros masih akan berlanjut.

“Masih akan ada pelantikan berikutnya. Beberapa posisi sekretaris, seperti Sekretaris Perhubungan dan Sekretaris Badan Keuangan, masih belum terisi,” pungkasnya.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hirarki Pengabdian Gus Dur

    Hirarki Pengabdian Gus Dur

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan […]

  • Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai […]

  • Diduga Ada Permainan Distribusi BBM di Balikpapan, Pemuda Borneo Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

    Diduga Ada Permainan Distribusi BBM di Balikpapan, Pemuda Borneo Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, hal ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, Minggu, 25 Mei 2025. Menurut Sulthan, Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, sebagai kota minyak dan pusat energi nasional Balikpapan kembali mengalami kelangkaan BBM yang menumbulkan keresahan publik terutama dikalangan pemuda borneo. “Kondisi ini menimbulkan […]

  • Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Pada edisi sebelumnya, saya menulis Abdullah ibn Umm Maktum sebagai partner muadzin Bilal ibn Rabah. Keduanya adalah muadzin yang ditunjuk Nabi untuk pelaksanaan salat di Madinah. Dari sekitar Masjid Nabawi, suara azan mereka menjadi penanda waktu bagi kehidupan kaum Muslim di kota itu. Pasca peristiwa Fathul Makkah, Nabi Kembali ke Mekkah dan membangun Mekkah dengan […]

  • Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, membuka secara resmi Perkemahan Tingkat Kwartir Ranting di Kecamatan Sumalata, Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Thariq menyebut perkemahan menjadi wadah pendidikan, rekreasi, dan permainan. “Ketiga […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

expand_less