Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Anggaran PPPA dan KPAI Turun, DPR Soroti Lonjakan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 270
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menyoroti penurunan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Azis usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian PPPA dan KPAI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

“Sangat disayangkan karena setiap tahun angka kekerasan perempuan dan anak itu meningkat. Sedangkan anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan juga KPAI menurun tahun ini,” ujar politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III ini menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius, mengingat isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berkaitan langsung dengan masa depan bangsa. Menurutnya, lemahnya dukungan anggaran berpotensi berdampak pada efektivitas pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.

Azis juga menyoroti maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak di ruang digital. Ia menilai praktik child grooming serta berbagai bentuk kekerasan anak melalui media sosial kini menjadi ancaman serius yang membutuhkan penanganan komprehensif.

“Contoh hari ini yang banyak viral adalah child grooming dan kekerasan anak di digital. Di dapil saya dan juga di daerah lain, media sosial justru jadi ajang saling ejek antar sekolah. Ini perlu kajian menyeluruh, apakah karena penanganannya terlambat atau pencegahannya yang kurang, termasuk sosialisasinya,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Azis menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan kebijakan pencegahan sebagai langkah fundamental untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menilai keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan melemahnya perlindungan negara terhadap kelompok rentan.

“Keterbatasan anggaran harus diimbangi dengan pengaturan yang lebih komprehensif dan berbasis kajian yang menyeluruh. Negara tidak boleh abai dalam menjamin perlindungan perempuan dan anak,” tegas Azis.

Komisi VIII DPR RI, lanjut Azis, mendorong pemerintah agar menjadikan isu perlindungan perempuan dan anak sebagai prioritas kebijakan, baik dari sisi anggaran, regulasi, maupun penguatan lembaga terkait.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Bontoa Muh Maudu S.Hut M.Sp,Kukuhkan Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    Camat Bontoa Muh Maudu S.Hut M.Sp,Kukuhkan Anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa Tahun 2026

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 113
    • 0Komentar

     NULONDALO.COM–BONTOA–Muh Maudu S.Hut M.Sp secara resmi mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Kecamatan Bontoa, pada 16 Agustus 2026 bertempat di Aula Kantor camat Bontoa Sebanyak 25 pelajar putra-putri terbaik dari SMA/MA se-Kecamatan Bontoa dikukuhkan setelah melalui proses seleksi dan pelatihan intensif selama Beberapa Minggu oleh tim pelatih dari Koramil Polsek dan PPI Prosesi pengukuhan […]

  • UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) tidak bersifat diskriminatif meskipun perlindungan hukum dalam Pasal 8 hanya secara limitatif ditujukan kepada wartawan. Menurut MK, penulis lepas, kolumnis, dan kontributor nonwartawan tetap memiliki payung hukum lain di luar UU Pers. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua MK Saldi Isra […]

  • Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar (Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto)   Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terhitung sejak tanggal 25-30 November 2025, terus mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk kemanusiaan dan juga pemulihan. Banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera bukan semata-mata karena faktor musim hujan dengan […]

  • Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang […]

  • Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    Demokrasi yang Kehilangan Bumi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Julman Hente
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Oleh: Julman Hente, SH., MH (Penulis) Demokrasi kita hari ini seperti pohon yang tumbuh tanpa akar. Tampak hijau di permukaan, penuh daun dan ranting yang menjulang, tetapi mudah roboh ketika angin kencang datang. Ia berdiri di atas tanah yang semakin rapuh, tanah yang terus terkikis oleh keputusan-keputusan yang mengatasnamakan rakyat tetapi mengkhianati bumi tempat rakyat […]

  • Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahiyudin Mamonto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Setiap kali Agustus tiba, saya selalu berpikir: kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa? Bendera dikibarkan, lomba panjat pinang digelar, pidato-pidato disiapkan. Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas—apakah setiap warga negara, tanpa memandang apa yang ia yakini, benar-benar sudah merdeka untuk beribadah dan hidup sesuai keyakinannya? Kalau bicara soal aturan, […]

expand_less