Breaking News
light_mode
Trending Tags

Musrenbang kelurahan Baju Bodoa 2026–2027: Anggaran Rp200 Juta Dibagi Rata ke Tiga Lingkungan

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026–2027 pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kantor Lurah Baju Bodoa.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan kelurahan agar lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil warga.

Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Baju Bodoa Hasdar, S.E, Camat Maros Baru A.Rudi, S.IP,. MM, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Baju Bodoa, Ketua LPMK, para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Baju Bodoa, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, serta tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Lurah Baju Bodoa Hasdar menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang demokrasi warga untuk menentukan masa depan wilayahnya.

“Musrenbang ini adalah wadah kita bersama untuk menyatukan gagasan dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin pembangunan di Baju Bodoa benar-benar lahir dari suara warga, bukan hanya dari atas meja perencanaan,” ujar Hasdar.

Ia juga menekankan pentingnya skala prioritas dalam mengusulkan program. Hasdar mengungkapkan bahwa untuk Tahun Anggaran 2026–2027, Kelurahan Baju Bodoa mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta yang akan dibagi rata ke tiga lingkungan di wilayah tersebut.

“Kita mungkin punya banyak keinginan, tapi hari ini kita harus memilih mana yang paling mendesak dan paling berdampak bagi masyarakat. Anggaran yang ada akan kita bagi secara merata di tiga lingkungan, sehingga pembangunan bisa lebih adil dan dirasakan semua warga,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Maros Baru dalam arahannya menyampaikan bahwa Musrenbang kelurahan adalah fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Perencanaan yang baik itu dimulai dari bawah. Kalau kelurahan solid dalam menyusun usulan, maka pembangunan di tingkat kecamatan dan kabupaten akan jauh lebih terarah dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Baju Bodoa.

“Saya melihat semangat kolaborasi di sini sangat baik. Ini modal besar untuk mendorong percepatan pembangunan di Maros Baru, khususnya di Kelurahan Baju Bodoa,” tambahnya.

Dari unsur masyarakat, perwakilan Ketua RT menyampaikan bahwa warga berharap usulan yang disepakati tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi.

“Kami di RT itu paling tahu kondisi lapangan. Jadi kami berharap hasil Musrenbang ini betul-betul diperjuangkan, terutama soal infrastruktur dan pelayanan dasar,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Ketua RW, yang menekankan pentingnya pemerataan pembangunan.

“Jangan sampai ada wilayah yang terus tertinggal. Musrenbang ini menjadi harapan kami agar pembangunan bisa dirasakan secara adil oleh semua warga,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, berbagai usulan strategis mengemuka, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur lingkungan, peningkatan layanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan pemuda dan kegiatan sosial keagamaan.

Musrenbang ditutup dengan penetapan daftar usulan prioritas Kelurahan Baju Bodoa yang selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan sebagai bahan sinkronisasi pembangunan daerah.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pernyataan Menteri Agama yang menyerukan agar pembangunan ekonomi umat tidak semata bertumpu pada zakat terus menjadi perbincangan publik. Sebagian pihak menilai seruan tersebut berpotensi menggeser posisi zakat sebagai rukun Islam. Namun, menurut Dr. Ahmad Shaleh Amin, M.A., pandangan demikian lahir dari pembacaan yang tidak utuh terhadap konteks yang disampaikan. Dr. Ahmad menegaskan bahwa […]

  • Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima photo_camera 2

    Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 92
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 di Kantor Desa Majannang, kamis (18/12/2025). Penyaluran ini mencakup periode Oktober, November, dan Desember. Sebanyak 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai dengan total Rp900 ribu per orang, masing-masing Rp300 ribu per bulan […]

  • Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Terus terang, saya tidak pernah menaruh ekspektasi apa pun pada BTS selain sebagai band pop yang rapi dan menyenangkan. Dalam bayangan saya, K-Pop—termasuk BTS—adalah industri yang sangat efisien menjual visual, koreografi, dan kemasan. Musiknya menghibur, energik, dan selesai di situ. Pure entertainment. Tidak lebih. Pandangan saya mulai terkoreksi ketika, dalam satu diskusi tentang masa depan NU […]

  • How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Pramono Pido
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jakarta and Singapore exemplify urban centers at the forefront of climate change adaptation. Rising sea levels, increased rainfall, and rapid urbanization are reshaping urban operations across Southeast Asia. In response, governments are advancing the concept of the “smart city,” emphasizing data-driven governance, predictive systems, and digital infrastructure to enhance urban safety and resilience. Despite technological […]

  • Seruan Moral Warga NU: Kembalikan Nahdlatul Ulama kepada Jamaah demi Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam photo_camera 10

    Seruan Moral Warga NU: Kembalikan Nahdlatul Ulama kepada Jamaah demi Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Musyawarah Besar Warga Nahdaltul Ulama  bertajuk “Mengembalikan NU kepada Jamaah demi Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam” lahir Suruan Moral Nahdlatul Ulama yang digelar di kediaman KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (21/12/2025). Musyawarah tersebut dihadiri oleh warga, jamaah, serta para muhibbin Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah sebagai ikhtiar kolektif untuk […]

  • Ustadz “Tuhan Kecil”?

    Ustadz “Tuhan Kecil”?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Jika ada pertanyaan sebagaimana judul tulisan ini, maka jawabanya bukan. Ustadz bukan “Tuhan Kecil”. Tuhan yang sesungguhnya adalah dzat Yang Maha Besar dan tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya. Kemahabesaran Tuhan ini dibarengi dengan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas termasuk kekuasaan untuk “menghukumi” segala sesuatu. Namun harus dipahami bahwa penghukuman Tuhan kepada segala sesuatu yang termaktub dalam […]

expand_less