Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perjalanan Spiritual Nabi

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 434
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita tanam, dan apakah ia cukup kuat untuk dirawat hingga Ramadhan tiba.

Di bulan Rajab pula terjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, yakni Isra dan Mi‘raj Nabi Muhammad saw. Sebuah perjalanan spiritual yang melampaui batas nalar manusia, karena yang menjadi penggeraknya adalah Tuhan sendiri. Nabi diperjalankan pada suatu malam untuk diperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, sebagai penguatan batin di tengah tekanan dan ujian berat yang beliau alami.

Perjalanan ini terdiri dari dua dimensi: perjalanan horizontal (Isra), dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, dan perjalanan vertikal (Mi‘raj), dari Masjidil Aqsha menuju Sidrat al-Muntaha di langit ketujuh. Dua perjalanan ini bukan semata perpindahan ruang, tetapi simbol penyempurnaan spiritual: membumi dalam realitas sosial dan melangit dalam kedekatan transendental dengan Tuhan.

Sebelum peristiwa agung ini, Nabi mengalami fase kehidupan yang amat berat. Di tengah intimidasi kaum Quraisy, beliau kehilangan dua penopang utama perjuangannya: Abu Thalib, paman sekaligus pelindung, dan Khadijah ra., istri tercinta yang menjadi sumber kekuatan moral. Tahun itu dikenang sebagai ‘ām al-ḥuzni, tahun duka cita. Dalam kondisi batin yang terluka inilah, Isra dan Mi‘raj hadir sebagai bentuk pemanggilan ilahi sekaligus penghiburan Tuhan kepada hamba-Nya.

Dalam perjalanan tersebut, Nabi berdialog dengan Malaikat Jibril, menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Tuhan di bumi dan di langit, serta dipertemukan dengan para nabi terdahulu. Nabi shalat bersama mereka, berdialog, dan menyimak kisah perjuangan masing-masing dalam menyampaikan risalah. Pengalaman ini dapat dibaca sebagai penguatan misi kerasulan, bahkan sebagai pembelajaran sosial dan historis yang memperkaya kesiapan Nabi dalam memimpin umatnya.

Puncak dari perjalanan spiritual ini adalah ketika Nabi mencapai Sidrat al-Muntaha, sebuah titik yang bahkan Malaikat Jibril tidak mampu melampauinya. Muhammad Asad, sebagaimana dikutip Nurcholish Madjid, menerjemahkan Sidrat al-Muntaha sebagai “lote tree of the farthest limit”, pohon teratai pada batas paling jauh. Secara simbolik, Sidrat al-Muntaha adalah lambang puncak kesadaran dan kemantapan batin tertinggi yang dapat dicapai manusia pilihan, batas akhir pengetahuan makhluk sebelum memasuki wilayah rahasia Tuhan.

Sesudah Isra dan Mi‘raj, Nabi tampil dengan keteguhan iman dan ketenangan batin yang semakin kokoh. Perjalanan spiritual tersebut menjadi sumber energi moral dalam menghadapi fase-fase perjuangan berikutnya, hingga hijrah ke Yatsrib (Madinah) dan terbukanya lembaran baru kemenangan demi kemenangan.

Di penghujung bulan Rajab ini, Isra dan Mi‘raj mengajarkan kepada kita bahwa perjalanan menuju Tuhan selalu diawali dengan kejujuran membaca luka, kesabaran menghadapi ujian, dan kesiapan membersihkan batin. Rajab mengajak kita menanam kesadaran, Sya‘ban merawatnya dengan konsistensi, dan Ramadhan memanen buahnya dalam bentuk ketakwaan.

Maka, sebelum Rajab benar-benar berlalu, marilah kita bertanya pada diri sendiri: benih apa yang telah kita tanam, dan sejauh mana kita siap melanjutkan perjalanan spiritual itu menuju bulan suci Ramadhan.

(Bumi Pambusuang, Januari 2026)



DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Ilham Sopu
  • Editor: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 627
    • 0Komentar

    “Menimbang Klaim Spiritual dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan Akal Sehat” Nama Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul—yang dikenal luas sebagai Abah Aos—kembali menjadi pusat perhatian publik. Tokoh spiritual Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) asal Ciamis, Jawa Barat ini menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan umat Islam akibat sejumlah pernyataan yang beredar luas di media sosial dan dinilai […]

  • Mengapa Iran Jadi Tujuan Dunia untuk Operasi Perubahan Gender?

    Mengapa Iran Jadi Tujuan Dunia untuk Operasi Perubahan Gender?

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 325
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di antara berbagai negara di dunia, Iran menghadirkan sebuah fenomena yang sulit dipahami secara sederhana. Negara yang selama ini dikenal dengan sistem pemerintahan Islam konservatif dan aturan sosial yang ketat justru menjadi salah satu negara yang paling dikenal dalam praktik operasi penegasan gender (Sex Reassignment Surgery/SRS). Fenomena ini menjadi perhatian dunia karena menghadirkan […]

  • Wagub Gorontalo Sidak Empat Dapur MBG di Kabupaten Gorontalo, Temukan Sejumlah Pelanggaran SOP

    Wagub Gorontalo Sidak Empat Dapur MBG di Kabupaten Gorontalo, Temukan Sejumlah Pelanggaran SOP

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gorontalo, Jumat (30/1/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dapur dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mencegah potensi terjadinya keracunan makanan pada peserta didik. Empat SPPG yang menjadi sasaran sidak […]

  • Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah. Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya […]

  • Natal, Toleransi, dan Warisan Gus Dur 

    Natal, Toleransi, dan Warisan Gus Dur 

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Perayaan Natal bagi umat Kristiani dan Katolik di Indonesia yang jatuh pada 25 Desember 2025 merupakan momentum sarat nilai spiritual. Ia bukan sekadar peringatan kelahiran Yesus Kristus, melainkan ruang refleksi tentang kasih, perdamaian, dan kemanusiaan. Namun, Natal juga hadir dalam lanskap sosial Indonesia yang lebih luas–sebuah negeri yang tidak pernah kekurangan perayaan. Dari harlah organisasi, […]

  • Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    Pendamping PKH Pallantikang Klarifikasi Isu Pendataan dan Biaya Administrasi, Tegaskan Bukan Kewenangannya

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 210
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros –  Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Pallantikang, Maryam, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan permasalahan pendataan penerima bantuan dan isu pemungutan biaya administrasi bantuan sosial. Klarifikasi ini disampaikan secara terbuka sebagai upaya meredam polemik yang dinilai telah mengganggu ketertiban dan ketenangan masyarakat. Maryam menegaskan bahwa proses pendataan penerima manfaat […]

expand_less