Breaking News
light_mode
Trending Tags

Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Satu jenazah korban kedua berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di medan pegunungan yang ekstrem, Senin (19/1/2026).

Korban ditemukan oleh Saiful Malik, anggota Komunitas Pencinta Alam Arai Sulawesi Selatan, yang ikut terlibat langsung dalam penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Jenazah ditemukan sekitar 100 meter dari titik kepala pesawat, tepat di lereng selatan gunung yang memiliki kontur sangat curam dan tertutup kabut tebal.

“Sekitar pukul 14.00 Wita, saya menyisir ke arah kanan dan melihat tanda-tanda seperti pohon rusak dan batuan pecah. Dari situ saya curiga ada korban di sekitar lereng,” ujar Saiful kepada wartawan.

Setelah dilakukan pengecekan bersama tim lain, jenazah diketahui tersangkut di pepohonan di lereng gunung. Berdasarkan pengamatan awal, korban berjenis kelamin perempuan.

“Awalnya saya belum berani mendekat karena medannya sangat berbahaya. Setelah tim lain datang dan kita dekati bersama, baru dipastikan korban perempuan,” jelasnya.

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, masih mengenakan pakaian, dan berada tak jauh dari serpihan badan pesawat.

“Kami tidak berani memastikan identitas korban. Itu sepenuhnya kewenangan tim yang berwenang,” tegas Saiful.

Namun, proses evakuasi belum bisa langsung dilakukan. Cuaca buruk dan jarak pandang yang hanya sekitar satu meter membuat tim gabungan harus ekstra berhati-hati. Sambil menunggu kantong jenazah, korban kemudian digeser sekitar 25 meter ke titik yang lebih aman dan diamankan di jalur evakuasi menggunakan sistem tali pengaman.

“Medannya sangat ekstrem. Jalurnya curam, dengan kedalaman jurang sekitar 300 hingga 500 meter. Karena cuaca tidak memungkinkan, evakuasi kami tunda dan korban kami amankan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Rencananya, evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat menuju puncak, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca. Opsi evakuasi udara menggunakan helikopter juga masih dipertimbangkan, namun dinilai berisiko tinggi jika kabut tebal kembali turun.

“Untuk sementara, jenazah sudah dalam kondisi aman dan siap dievakuasi. Besok tim akan kembali melakukan penyisiran karena masih ada potensi temuan lainnya di sekitar lokasi,” tutup Saiful.

Hingga kini, operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung masih terus berlanjut. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta komunitas pencinta alam tetap berjibaku di medan ekstrem dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.(*) Jurnalis: Sakti

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

  • Kasus Oknum Polisi Naik Penyidikan, Kapolres Maros Tegas: Tak Ada Perlindungan

    Kasus Oknum Polisi Naik Penyidikan, Kapolres Maros Tegas: Tak Ada Perlindungan

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kepolisian Resor (Polres) Maros resmi menaikkan status dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan oknum personel Polri ke tahap penyidikan. Langkah ini diambil setelah penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan mengantongi alat bukti yang dinilai cukup. Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menangani […]

  • Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan kegiatan Doa Lintas Agama di Aula Rudis Wali Kota, yang dihadiri oleh berbagai pemuka agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarumat beragama. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak akan pilih kasih dalam memberikan […]

  • Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sifatnya yang ringan, kuat, dan praktis menjadikannya pilihan utama dalam berbagai aktivitas manusia. Namun di balik kemudahan tersebut, sampah plastik justru menyimpan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan. Sampah plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Sebagai negara […]

  • Etika Lingkungan Diabaikan Karma Ekologi Menerjang

    Etika Lingkungan Diabaikan Karma Ekologi Menerjang

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Hatim Badu Pakuna, S.Ag., M.Ag.
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Setiap pekan, perjalanan pulang kampung terasa istimewa. Hanya sekitar 70 Km dari pusat kota Gorontalo, ke arah barat, persisnya di wilayah Tolangohula. Membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam. Jalanan berliku, dengan sensasi turunan dan tanjakan, melewati puluhan desa berkembang memberi kenikmatan tersendiri dalam berkendara. Suami yang memegang kendali, […]

  • Pesawat ATR 42 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Lakukan Pencarian

    Pesawat ATR 42 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Lakukan Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut dioperasikan oleh IAT selaku pemegang AOC 034, dan sedang melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) […]

expand_less