Breaking News
light_mode
Trending Tags

Trilogi Patriotik : Spionase Saripa, Taktik Dua Belas, dan Wasiat Hijau Nani Wartabone yang Terlupakan

  • account_circle Sandy Syafrudin Nina
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 237
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Refleksi 84 Tahun Hari Patriotik Gorontalo

Beberapa hari yang lalu, sebelum tanggal yang diperingati sebagai hari patriotik Gorontalo, saya berziarah ke makam pahlawan Gorontalo, pak Nani. Saya berdoa untuk beliau, dan para pejuang yang ikut serta bersama beliau dalam membebaskan Gorontalo dari penjajahan.

Lalu tepat hari ini, di tanggal 23 Januari 2026, saya ingin kita mengingat kembali peristiwa epic yang diaransemen oleh seorang wanita, satu komandan, dan sebelas pria dalam oprasi

Januari 1942. Di koridor pengap kantor Assistent-Resident Belanda, Saripa Rahman Hala berdiri sebagai operatif klandestin. Berada dalam kondisi State of Emergency¹, ia melakukan penetrasi ke dokumen paling rahasia dan menemukan rencana Scorched Earth Policy². Belanda ingin membumihanguskan aset vital rakyat. Keberanian Saripa mencuri data ini adalah Casus Belli⁴ yang memantik revolusi sebelum waktunya.

Keberhasilan operasi ini bertumpu pada Komite Dua Belas, sebuah direktorat perjuangan dengan doktrin Unity of Command⁶:

1. Nani Wartabone (Supreme Commander);
2. Kusno Danupoyo (Political Strategy);
3. Oe. H. Buluati (Komunikasi);
4. A.R. Ointoe (Pemuda);
5. Usman Monoarfa,
6. Usman Hadju (Logistik & Suplai)
7. Usman Tumu (Operasional Wilayah);
8. A.G. Usu (Infiltrasi);
9. M. Sugondo (Intel Lapangan);
10. R.M. Danuwatio (Liaison);
11. Sagaf Alhasni & 12. Hasan Badjeber (Integrasi Sosial). Inilah otak di balik lumpuhnya hegemoni kolonial.

Gorontalo terletak di jantung Garis Wallacea—zona transisi biogeografis yang memisahkan fauna Asia dan Australia. Pak Nani menyadari bahwa tanah ini adalah rumah bagi spesies endemik unik. Menjaga Gorontalo berarti menjaga keajaiban Wallacea dari eksploitasi tangan besi penjajah yang hanya menginginkan ekstraksi sumber daya.

Pukul 04:30 WITA, ribuan rakyat merangsek dari Suwawa. Menggunakan teknik Surprise Attack⁹, mereka menguasai pusat saraf kota tanpa pertumpahan darah. Tepat pukul 10:00 WITA, kedaulatan dideklarasikan secara De Jure¹⁰. Merah Putih berkibar di Garis Wallacea, tiga tahun sebelum Jakarta bersuara.

Pasca-kemerdekaan, Pak Nani sempat menolak penunjukan Gorontalo sebagai ibu kota. Beliau takut akan hutan-hutan yang hilang dan alam yang tergerus oleh ambisi pembangunan. Beliau tahu, tanpa rimbanya, Gorontalo akan kehilangan jiwanya. Sebuah ketakutan visioner yang kini terbukti menjadi kenyataan pahit.

Sekarang lihatlah Gorontalo kita ini. Wasiat Pak Nani sedang dikhianati secara sistematis. Atas nama akselerasi Infrastruktur¹¹, kita menyaksikan penebangan di mana-mana. Hutan primer dipangkas, digantikan oleh hamparan beton yang dingin. Kita sedang meruntuhkan benteng alam yang dahulu beliau jaga dengan doa.

Ironi ekologi ini beriringan dengan degradasi moral di meja birokrasi. Berbagai kasus korupsi dan Maladministrasi¹² menunjukkan bahwa amanah 1942 telah memudar. Izin tambang sering kali keluar dari balik pintu tertutup, menukar kesejahteraan jangka panjang rakyat dengan keuntungan instan bagi penguasa serakah.

Gorontalo, yang dahulu dijuluki Serambi Madinah, kini tengah mengalami krisis identitas yang akut. Label kesucian itu seolah memudar di tengah arus modernitas yang tak terfilter. Nilai-nilai religiusitas yang menjadi fondasi sosiokultural kita kini sedang digempur oleh gaya hidup yang jauh dari akar adat “Syara’ bersendikan Kitabullah”.

Kita menyaksikan fenomena menyedihkan di ruang digital: joget-joget tak senonoh demi mengejar angka For Your Page (FYP) di media sosial. Budaya instan dan eksibisionisme ini telah menggerus rasa malu yang dahulu menjadi perisai kehormatan wanita Gorontalo seperti Saripa Rahman Hala. Kita lebih sibuk mengejar views daripada menjaga marwah.

Belum lagi kasus HIV/AIDS di Gorontalo terus meningkat secara signifikan. Perilaku menyimpang dan pergaulan bebas telah menciptakan pandemi senyap di tengah masyarakat yang mengaku religius. Ini adalah luka yang lebih dalam dari peluru Belanda; sebuah kehancuran dari dalam yang mengancam generasi penerus Pak Nani.

Ya Allah, Pemilik Segala Kedaulatan, basuhlah tanah Gorontalo ini dengan keberanian Nani Wartabone dan kesucian Serambi Madinah. Jauhkanlah kami dari tangan serakah, dari fitnah media sosial yang melalaikan, dan dari penyakit yang menghancurkan raga serta jiwa. Kembalikanlah marwah tanah ini menjadi merdeka yang seutuhnya.

“Sejarah bukan sekadar dongeng sebelum tidur, melainkan data yang bersuara. Jika kalian meragukan kedaulatan 1942, bacalah arsipnya. Jika kalian meragukan kerusakan hari ini, lihatlah sekelilingmu.”

Penulis : Sandy Syafrudin Nina, penulis lepas, dan anak muda asal Gorontalo

Catatan kaki:
¹ State of Emergency: Darurat militer/keamanan. ² Scorched Earth Policy: Taktik bumi hangus. ³ Choke Point: Titik geografis strategis. ⁴ Casus Belli: Pemantik perlawanan. ⁵ Counter-Intelligence: Aktivitas deteksi spionase. ⁶ Unity of Command: Komando tunggal. ⁷ Anarchy: Kekacauan tanpa otoritas. ⁸ Infiltrasi: Penyusupan rahasia. ⁹ Surprise Attack: Serangan mendadak. ¹⁰ De Jure: Sah secara hukum. ¹¹ Infrastruktur: Fasilitas fisik pembangunan. ¹² Maladministrasi: Prosedur salah/korup dalam tugas publik.

Referensi sejarah:
– Buku “Nani Wartabone: Pengabdian dan Perjuangannya”: Ditulis oleh tim penyusun sejarah lokal yang berafiliasi dengan keluarga besar pahlawan nasional Nani Wartabone. Ini adalah sumber primer untuk memahami struktur Komite Dua Belas.

– Literatur Kontemporer: “Gorontalo 1942” oleh Dr. Basri Amin: Beliau adalah sejarawan dan sosiolog terkemuka Gorontalo yang banyak membedah peristiwa 23 Januari dari perspektif historiografi modern dan sosiopolitik.

– Jurnal Ilmiah Universitas Negeri Gorontalo (UNG): Cari artikel terkait “Patriotisme Lokal” dan “Peran Wanita dalam Perjuangan Gorontalo” yang sering membedah peran klandestin tokoh seperti Saripa Rahman Hala.

Referensi Data:
– Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo: Data kumulatif HIV/AIDS (lacak laporan Surveilans AIDS tahun 2023-2025). Data menunjukkan tren kenaikan yang signifikan pada usia produktif.

– Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Gorontalo: Dirilis oleh KLHK untuk melihat laju deforestasi dan perubahan tutupan lahan di wilayah hutan primer Gorontalo akibat ekspansi infrastruktur dan pertambangan.

– Data SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara): Untuk memverifikasi kasus-kasus tindak pidana korupsi dan maladministrasi yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tipikor Gorontalo.

  • Penulis: Sandy Syafrudin Nina
  • Editor: Sandy Syafrudin Nina

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut. Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan […]

  • Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu […]

  • Pemkot Gorontalo Larang Petasan Saat Malam Tahun Baru 2026

    Pemkot Gorontalo Larang Petasan Saat Malam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo secara resmi melarang penggunaan petasan saat perayaan malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Larangan tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Adhan saat diwawancarai pewarta usai apel malam pada kegiatan wisata akhir tahun yang digelar Pemkot Gorontalo di Pantai Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Kabupaten […]

  • Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Nulondalo.com|Maros, Sulsel — Pemerintah Kabupaten Maros resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 4.639 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Penyerahan tersebut dirangkaikan dalam Apel Akbar yang berlangsung khidmat di Lapangan Palantikang, Maros, Selasa sore, 30 Desember 2025. Apel akbar ini dihadiri lengkap unsur Forkopimda Plus, jajaran staf ahli, […]

  • Pengurus Ormawa Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Resmi Dilantik, ini Pesan Dekan Kepada Mahasiswa 

    Pengurus Ormawa Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Resmi Dilantik, ini Pesan Dekan Kepada Mahasiswa 

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate resmi dilantik pada Senin, 10 Maret 2025. Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemilihan pengurus yang telah dilaksanakan bulan Desember 2024. Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Sahjad M. Aksan, yang sekaligus melantik para pengurus baru. termasuk Dewan Mahasiswa (Dema), Senat Mahasiswa (Sema), serta Himpunan […]

  • Peringati Maulid Nabi 1447 H, Pesantren Salafiyah Syafiiyah Angkat Tema Pembelaan Kaum Mustadh’afin

    Peringati Maulid Nabi 1447 H, Pesantren Salafiyah Syafiiyah Angkat Tema Pembelaan Kaum Mustadh’afin

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah di Kabupaten Pohuwato bakal memadati Aula Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kamis malam (4/9/2025), dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Mengusung tema “Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Membela Kaum Mustadh’afin dan Menjaga Stabilitas Sosial”, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang […]

expand_less