Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Maksiat Digital

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 441
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di pesantren, judi itu haram. Di kampus, judi itu dilarang. Di negara, judi itu pidana. Tapi di gawai kita, judi online atau yang lebih akrab disebut judol, sering tampil seperti iklan sedekah: “modal kecil, hasil besar.” Gus Dur mungkin akan tersenyum getir sambil berkata, “Ini bukan soal untung atau rugi, tapi soal siapa yang paling cepat kehilangan akal sehat.”

Judol adalah bentuk baru dari judi lama yang dimandikan air digital agar tampak suci dan modern. Tidak perlu ke lapak, cukup rebahan, saldo e-wallet, dan sedikit harapan palsu. Dalam tradisi NU, ini mirip ngaji tanpa guru: kelihatannya belajar, tapi sesatnya cepat. Judol bekerja bukan pada logika, melainkan pada ilusi bahwa keberuntungan bisa diaudit, diprediksi, dan dikejar dengan top up berikutnya.

Secara ekonomi, judol adalah lubang hitam keuangan. Uang masuk tidak pernah cukup, uang keluar selalu lebih cepat. Dalam kacamata akuntansi, judol adalah transaksi tanpa aset, tanpa manfaat, dan penuh liabilitas. Neraca hidup jadi timpang: harapan dicatat sebagai pendapatan, kerugian disembunyikan sebagai “nyaris menang.” Gus Dur barangkali akan nyeletuk, “Kalau orang miskin berjudi, itu tragedi. Kalau orang pintar berjudi, itu komedi gelap.”

Secara hukum, judol jelas melanggar. Namun penegakan hukum sering seperti doa qunut: dibaca khusyuk, tapi tidak semua paham maknanya. Situs ditutup, muncul lagi dengan nama baru. Pelaku kecil ditangkap, bandar besar entah menguap ke mana. Dalam logika fiqh sosial NU, hukum tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketidakpercayaan publik dan itu dosa sosial yang panjang umur.

Judol merusak relasi sosial. Orang jadi mudah marah, tertutup, dan penuh rahasia. Di kampung, orang yang sering menang judi tidak dipercaya; di dunia judol, yang sering kalah justru terus berharap. Keluarga menjadi korban sunyi, teman jadi penagih moral. Gus Dur mungkin akan bilang, “Judol itu membuat orang merasa sendirian di tengah keramaian digital.”

Secara psikologis, judol bekerja seperti dzikir palsu: diulang-ulang, membuat candu, tapi tidak menenangkan. Setiap “nyaris menang” memicu dopamin, setiap kalah melahirkan pembenaran. Lama-lama, logika kalah oleh impuls. Dalam bahasa pesantren, ini ghaflah berjamaah—lalai bersama, tapi merasa sendiri.

Penegak hukum tidak cukup hanya memblokir situs; harus memutus ekosistem. Masyarakat tidak cukup hanya mencela; harus mendampingi. Dalam tradisi NU, amar ma’ruf nahi munkar bukan sekadar marah-marah, tapi mendidik dengan welas asih. Gus Dur selalu mengingatkan: keadilan tanpa kemanusiaan hanya akan melahirkan ketakutan, bukan kesadaran.

Di sinilah akuntansi punya peran etis. Pencegahan judol perlu audit partisipatif: pencatatan keuangan pribadi, transparansi penggunaan dana, dan evaluasi kolektif di keluarga, kampus, dan komunitas. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk menyadarkan. Dalam bahasa Gus Dur, “Kalau orang sudah jujur pada catatan keuangannya, biasanya ia mulai jujur pada hidupnya.”

Judol bukan sekadar soal kalah-menang, tapi soal hilangnya nalar, etika, dan tanggung jawab sosial. Humor NU mengajarkan kita menertawakan kebodohan tanpa kehilangan kasih sayang. Gus Dur mengajarkan kita mengkritik tanpa membenci. Maka melawan judol bukan dengan marah berlebihan, tapi dengan akal sehat, solidaritas, dan keberanian untuk berkata: cukup sudah. Karena hidup ini bukan permainan slot, sekali rusak, tidak ada tombol spin untuk mengulang.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • Editor: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Breaking News! Kebakaran Rumah di Kompleks Asrama Haji Gorontalo, Petugas Damkar Sigap Padamkan Api

    Breaking News! Kebakaran Rumah di Kompleks Asrama Haji Gorontalo, Petugas Damkar Sigap Padamkan Api

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kebakaran melanda sejumlah rumah di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo pada Minggu (15/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA. Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Wahana Ceria atau kawasan kompleks Asrama Haji Gorontalo dan sempat menghebohkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api terlihat membakar sejumlah rumah warga di […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Jenderal Salim: Teladan Integritas dari Tanah Mandar Sulbar

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle -
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    Jenderal Salim, putra Mandar dengan pangkat bintang dua, dikenal sebagai pribadi kharismatik. Ketegasan, integritas, serta sikapnya yang tidak suka berbelit-belit membuatnya dihormati banyak orang. Pandangan hidupnya selalu tegak lurus, sementara kecerdasannya senantiasa diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat. Dalam setiap pidato, narasinya sederhana, langsung pada inti, tegas, dan tanpa kompromi. Pesan-pesan moral selalu mewarnai ucapannya. Penampilannya pun […]

  • Piagam Menara Gading

    Piagam Menara Gading

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Ruang berpendingin malam itu tidak kuasa menyingkirkan keringat yang terus merembes keluar dari pori-poriku. Adrenalin yang terpacu memaksa hormon-hormon dalam tubuhku memproduksi keringat dalam udara yang disemprot AC. Seiring dengan gemuruh aula megah itu, adrenalinku terasa makin bergerak cepat ketika namaku disebut. Dr. Maulana  Eka  Rasyid  Arfan  Saputra  Alamsyah  Taufik  Abdullah  Hafidz Umar, MA, M.Si, […]

  • Pendidikan Inklusi: Merangkul Perbedaan, Menguatkan Kemanusiaan

    Pendidikan Inklusi: Merangkul Perbedaan, Menguatkan Kemanusiaan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 146
    • 2Komentar

    Nulondalo.com. Denpasar- Keberagaman adalah kenyataan yang melekat dalam kehidupan manusia. Tidak ada dua individu yang lahir dengan kondisi yang benar-benar sama. Perbedaan kemampuan, latar belakang sosial, budaya, ekonomi, hingga kondisi fisik merupakan bagian dari mozaik kehidupan yang membentuk masyarakat. Kehadiran kelompok disabilitas dalam perbincangan publik menjadi penanda bahwa masyarakat semakin menyadari kekayaan keberagaman tersebut. Dalam […]

  • Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BANGGAI KEPULAUAN – Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos, kembali menyoroti pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kalumbatan. Kali ini, kritik diarahkan pada lemahnya pengawasan proyek yang dinilai tidak mencerminkan standar pelaksanaan proyek strategis nasional. Kevin mengatakan proyek yang dibiayai melalui anggaran negara semestinya menjadi contoh penerapan tata kelola pembangunan yang […]

  • Atalia Praratya Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus, Minta Tidak Dinormalisasi

    Atalia Praratya Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus, Minta Tidak Dinormalisasi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai fenomena tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak untuk tidak menormalisasi tindakan kekerasan seksual dalam bentuk apa pun. Atalia mengaku prihatin terhadap terbukanya berbagai kasus di institusi pendidikan tinggi yang selama […]

expand_less