Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Puasa Ruhani: Madrasah Pengendalian Diri

  • account_circle Ilham Sopu 
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, bulan Ramadhan datang membawa suasana yang berbeda dalam kehidupan umat Islam. Masjid-masjid menjadi lebih hidup, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar di berbagai tempat, dan masyarakat berlomba-lomba memperbanyak ibadah. Namun di balik semua itu, ada pertanyaan penting yang patut direnungkan: apakah puasa yang kita jalankan benar-benar telah menyentuh dimensi terdalam dari diri kita, ataukah ia hanya berhenti pada sekadar menahan lapar dan dahaga?

Pemikir Muslim Indonesia, Nurcholish Madjid, sering mengingatkan bahwa puasa memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar ibadah fisik. Puasa bukan hanya latihan menahan makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan ruhani untuk mengendalikan diri. Dalam bahasa yang sederhana, puasa adalah pendidikan spiritual agar manusia tidak diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri.

Manusia, pada dasarnya, adalah makhluk yang memiliki berbagai dorongan dalam dirinya. Dorongan untuk makan, dorongan untuk memiliki, dorongan untuk marah, bahkan dorongan untuk menguasai orang lain. Semua dorongan itu adalah bagian dari fitrah manusia. Namun persoalannya bukan pada keberadaan dorongan tersebut, melainkan pada kemampuan manusia untuk mengendalikannya. Tanpa kendali, manusia dapat terjerumus pada perilaku yang merendahkan martabatnya sendiri.

Di sinilah puasa memainkan peran penting. Ketika seseorang berpuasa, ia sebenarnya sedang menjalani latihan pengendalian diri yang sangat mendasar. Ia menahan diri dari makan dan minum yang pada dasarnya halal. Jika terhadap sesuatu yang halal saja ia mampu menahan diri karena ketaatan kepada Allah, maka seharusnya ia lebih mampu lagi menahan diri dari hal-hal yang jelas dilarang.

Puasa, dengan demikian, adalah sekolah moral. Ia melatih manusia untuk menguasai dirinya sendiri. Dalam pandangan Cak Nur, kebebasan sejati bukanlah kebebasan untuk mengikuti setiap keinginan, melainkan kemampuan untuk mengendalikan keinginan tersebut. Orang yang tidak mampu menahan dirinya sesungguhnya adalah orang yang diperbudak oleh nafsunya sendiri. Sebaliknya, orang yang mampu mengendalikan nafsunya adalah orang yang merdeka secara spiritual.

  • Penulis: Ilham Sopu 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syuriyah dan Wibawa Kepemimpinan di Nahdlatul Ulama

    Syuriyah dan Wibawa Kepemimpinan di Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Dalam struktur kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi organisasi. Lembaga ini memiliki tugas utama membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan setiap keputusan yang akan maupun sedang dijalankan oleh organisasi. Kedudukan Syuriah berada di posisi tertinggi karena di dalamnya berhimpun para ulama sepuh yang memiliki basis keilmuan agama yang kuat. Hal ini sejalan dengan karakter […]

  • Jika Ahmadiyah Mengakui Nabi Muhammad SAW, Maka Saya Ahmadiyah

    Jika Ahmadiyah Mengakui Nabi Muhammad SAW, Maka Saya Ahmadiyah

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Kira-kira pertama kali saya mendengar nama Ahmadiyah, itu sekitar tahun 1994 ketika masih duduk di bangku Madrasah Aliyah Limboto. Salah seorang guru saya menjelaskan tentang teologi pemikiran Islam. Guru  saya lulusan IAIN Alauddin Makassar jurusan aqidah filsafat. Disela-sela ia menjelaskan  tentang pemikiran Islam, ia menyentil soal Ahmadiyah , selain Mu’tazilah, Khawarij, Murji’ah, Syi’ah dan Sunni.  […]

  • IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    TANGERANG, NULONDALO.COM – Ketua Panitia International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, Faried F. Saenong, Ph.D., menegaskan bahwa imam masjid di era global tidak lagi cukup menjalankan fungsi sebagai pemimpin ritual keagamaan. Menurutnya, imam juga harus tampil sebagai diplomat peradaban yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan berbagai tantangan kemanusiaan kontemporer. Pernyataan tersebut disampaikan Faried saat membuka […]

  • Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    Aktivis Pohuwato Desak Gubernur Gusnar Ismail Advokasi Revisi Permen ESDM 18/2025

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 429
    • 0Komentar

    nulondalo.com  –  Aktivis asal Kabupaten Pohuwato, Muhajir Laindi, mendesak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk mengambil langkah lebih konkret dalam menyelesaikan persoalan pertambangan rakyat di daerah tersebut. Ia meminta pemerintah provinsi tidak hanya berfokus pada percepatan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), tetapi juga aktif mengadvokasi revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2025 yang dinilai belum […]

  • Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suasana pagi itu berbeda dari biasanya di Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Deretan santri dan pengurus duduk rapi di auditorium pesantren, bukan untuk mengaji kitab kuning seperti hari-hari sebelumnya, melainkan untuk menyimak sesuatu yang selama ini jarang menjadi pembahasan di lingkungan pesantren: literasi keuangan syariah. Pada Sabtu, 9 Mei 2025, Bank […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

expand_less