Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Banggai Ring 1 Panen Nol, Dugaan Gagal Total Program CSR Migas di Kintom

  • account_circle Firman
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 702
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, BANGGAI – Dugaan kegagalan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor migas mencuat di wilayah Ring 1 Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai. Tiga desa penerima bantuan bibit jagung dilaporkan mengalami gagal panen total atau panen nol.

Bantuan tersebut berupa 45 kilogram bibit jagung yang dibagikan kepada tiga kelompok tani di wilayah sekitar area operasi industri migas. Rinciannya, 15 kilogram untuk Kelompok Mawar di Desa Uling, 15 kilogram untuk Kelompok Potoutusan di Desa Solan, dan 15 kilogram untuk Kelompok Benteng Jaya di Desa Samadoya.

Namun, berdasarkan keterangan Ramli Babasal Saluan, seluruh bantuan tersebut tidak menghasilkan panen.

“Total bantuan 45 kilogram bibit jagung. Total hasil panen: nol. Ini bukan sekadar gagal tanam biasa, tapi patut diduga sebagai kegagalan tata kelola program CSR,” ujar Ramli.

Ia menilai, jika wilayah yang masuk kategori Ring 1—yang seharusnya menjadi prioritas utama penerima manfaat—justru mengalami kegagalan total, maka persoalannya tidak lagi sekadar isu teknis pertanian di tingkat desa.

Menurutnya, kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar terkait perencanaan dan pelaksanaan program. Di antaranya, apakah sebelum pembagian bibit telah dilakukan studi kelayakan lahan, apakah ada pendampingan agronomis kepada petani, serta bagaimana mekanisme pengawasan dan evaluasi program berjalan.

“CSR bukan dana pribadi perusahaan. Itu kewajiban sosial yang lahir dari eksploitasi sumber daya alam. Kalau program pemberdayaan berakhir tanpa hasil, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi perusahaan, tapi juga kredibilitas pengawasan pemerintah,” tegasnya.

Ramli juga mempertanyakan apakah bantuan berhenti sebatas distribusi untuk memenuhi laporan tahunan, tanpa memastikan keberlanjutan dan hasil nyata di lapangan.

Ia menilai kasus di Kintom seharusnya menjadi alarm bagi pengelolaan CSR sektor migas secara nasional. Program pemberdayaan, kata dia, tidak boleh bersifat seremonial atau hanya berorientasi pada angka penyaluran.

“Harus ada transparansi anggaran, audit independen, dan pelaporan berbasis hasil. Jika di Ring 1 saja hasilnya nihil, publik berhak bertanya bagaimana dengan wilayah lain,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah terkait penyebab gagal panen tersebut.

Ramli, yang merupakan warga sekaligus aktivis, menegaskan ketika bantuan 45 kilogram bibit jagung berujung pada nol panen, yang hilang bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap program CSR.

“Pertanyaannya sekarang terbuka untuk publik: apakah CSR benar-benar untuk rakyat, atau hanya untuk laporan?” pungkasnya.

  • Penulis: Firman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Gobel Group dalam usianya yang hampir 70 tahun meneguhkan pengabdiannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan Indonesia. Perusahaan ini terus tumbuh kuat dan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ekonomi negara ini. Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri. Sejarah mencatat pada tahun […]

  • Bupati Maros Tinjau RS Jantung Paramarta Bandung, Percepat Digitalisasi Layanan Kesehatan

    Bupati Maros Tinjau RS Jantung Paramarta Bandung, Percepat Digitalisasi Layanan Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, BANDUNG — Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam mempercepat transformasi digital sektor kesehatan kembali ditunjukkan. Bupati Maros, Chaidir Syam, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJP) Paramarta Bandung, Rabu (24/12/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Transmedic, sistem digital yang telah lebih dulu diimplementasikan […]

  • Wagub Gorontalo Temukan Tingginya Sisa Makanan Saat Sidak Dapur MBG di Bone Bolango

    Wagub Gorontalo Temukan Tingginya Sisa Makanan Saat Sidak Dapur MBG di Bone Bolango

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Valdi Pontoh
    • visibility 114
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menemukan tingginya jumlah makanan terbuang serta sejumlah catatan terkait standar pengelolaan dapur saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bone Bolango, Kamis (11/6/2026). Sidak yang dimulai sejak pukul 05.00 Wita tersebut menyasar SPPG Ulanta di Kecamatan Suwawa, SPPG Tilong […]

  • Epstein, Uang dan Impunitas

    Epstein, Uang dan Impunitas

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Epstein memulai kariernya sebagai guru matematika di Dalton School. Meski pria keLahiran Brooklyn 1953 tidak lulus kuliah, namun berkat kegigihannya, ia bisa merambah dunia keuangan di Bear Stearns sebelum mendirikan J. Epstein & Co., perusahaan manajemen kekayaan yang diklaim hanya melayani klien dengan aset di atas US$1 miliar. Jaringan dan Gaya Hidupnya dikenal sebagai sosialita […]

  • Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Abdul Kadir Lawero
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Di tengah riak ombak pesisir Kota Gorontalo, sejarah mencatat nama seorang ulama yang hidupnya sederhana, namun penuh pengaruh. Sosok itu adalah KH. Nahar Akadji, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pagula—sebuah panggilan penuh makna yang mencerminkan kelembutan, kearifan, dan manisnya akhlak beliau. Di Gorontalo, penyebutan ulama memang berbeda. Tak ada istilah “Kiai” seperti di Jawa […]

  • Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 221
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Jurnalis dokumenter dan pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono, menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius berupa eksploitasi sumber daya alam yang masif, kemunduran demokrasi, hingga dominasi oligarki dalam politik nasional. Hal itu disampaikan Dandhy dalam podcast Islamitalk #5 yang tayang di kanal Islami.co pada Jumat (22/5/2026). Dalam perbincangan tersebut, Dandhy banyak membahas perjalanan produksi film-film […]

expand_less