Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 553
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com- Di sebuah malam yang bising di kota Yogyakarta, kabar duka menyebar cepat, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing, dikabarkan telah berpulang pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB, di Rumah Sakit Akademik UGM.

Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh sahabat sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito.

Bagi sebagian orang, nama John Tobing mungkin tidak begitu dikenal. Namun bagi sejarah gerakan mahasiswa Indonesia, ia adalah sosok yang meninggalkan jejak abadi melalui sebuah lagu berjudul Darah Juang.

Lagu ini menjadi pembakar semangat aksi mahasiswa, bukan hanya saat menumbangkan Orde Baru, tetapi hingga kini masih terus bergema di jalan-jalan setiap kali demonstrasi digelar.

Johnsony Maharsak Lumban Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Desember 1965. Ia menapaki jalan intelektualnya di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, angkatan 1986.

Di kampus inilah, Jhon berproses, bergaul dengan sesama aktivis, dan menemukan panggilan hidupnya, menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Sekitar era 1990-an, bersama kawan seperjuangannya Andi, Najat, Dadang, dan Budiman Sudjatmiko, John Tobing melahirkan sebuah karya yang kemudian menjadi ikon gerakan mahasiswa.

Darah Juang bukan sekadar rangkaian nada dan kata, melainkan sebuah manifesto musikal yang membakar semangat perjuangan kala itu.

Saat gelombang reformasi 1998 mengguncang negeri, lagu ini berkumandang di jalan-jalan, menjadi nyanyian kolektif yang menyatukan ribuan suara. Liriknya sederhana, namun penuh daya ledak menjadikannya semacam “mars perlawanan” yang terus diwariskan lintas generasi.

Hingga kini, setiap kali demonstrasi digelar, gema Darah Juang kerap terdengar, seakan menghadirkan semangat John Tobing di tengah massa.

John Tobing bukan hanya musisi. Ia adalah aktivis yang hidup dalam denyut perjuangan. Sebagai alumni filsafat, ia memandang musik sebagai medium refleksi sekaligus perlawanan.

Lagu-lagu perjuangan yang ia ciptakan lahir dari pengalaman nyata; dari jalanan, ruang diskusi, hingga keresahan melihat ketidakadilan.

Indonesia kehilangan seorang pejuang yang suaranya telah menjadi bagian dari sejarah. Namun warisan John Tobing tidak pernah benar-benar hilang.

Darah Juang akan terus hidup, dinyanyikan oleh generasi muda yang menolak tunduk pada ketidakadilan.

John Tobing telah pergi, tetapi semangatnya tetap menyala. Ia meninggalkan sebuah karya yang melampaui waktu, sebuah lagu yang tidak hanya mengiringi perjuangan mahasiswa 98, tetapi juga menjadi simbol keberanian anak bangsa hingga kini.

Pada akhirnya, suara John Tobing akan terus bergema, mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    Kevin Lapendos Soroti Dugaan Wacana Dialog Seluruh Unsur Pimpinan Forkopimda Gorontalo, Menjelang Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Pemuda Gorontalo Kevin Lapendos kembali mengeluarkan pernyataan kritisnya terhadap dugaan wacana kegiatan dialog publik Forkopimda Provinsi Gorontalo yang disebut-sebut akan digelar pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Isu yang beredar menyebutkan, kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh unsur pimpinan Forkopimda dan diarahkan untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program […]

  • Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dugaan skema ponzi berkedok syariah dalam pengelolaan investasi peer to peer lending PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kian menguat. Komisi III DPR RI menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka dan proses pemidanaan semata, tetapi harus berorientasi pada pemulihan kerugian para korban. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat […]

  • BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    nulondalo.com , Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam periode Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB. Mayoritas peristiwa dipicu oleh cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, hujan lebat, serta angin kencang. Di Provinsi Jawa Timur, […]

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah. Menurut Menag, momentum perayaan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai […]

  • Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Ada pola yang terus berulang dalam setiap fase zaman. Biasanya, generasi terdahulu menjustifikasi generasi setelahnya. Setiap peralihan era selalu akrab dengan kalimat semacam ini: “Generasi sekarang tidak seperti dulu, mereka sekarang….” Titik-titik itu hampir selalu diisi dengan narasi yang menegaskan keunggulan masa lalu sekaligus meragukan masa kini. Dulu, saya akrab dengan ceramah Zainuddin MZ yang menyebut generasi […]

  • Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    Ilusi Kesejahteraan di Daerah: Mengapa Dana Transfer Daerah Belum Menyentuh Akar Masalah?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Thahira Azzahra
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Triliunan rupiah terus dialirkan dari pemerintah pusat ke daerah setiap tahunnya melalui skema Dana Transfer Daerah. Di sisi lain, realitas yang tampak di sekitar kita justru memperlihatkan kondisi jalan yang rusak, fasilitas kesehatan yang kurang terawat, serta angka kemiskinan yang berjalan tanpa banyak perubahan. Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana dana tersebut benar-benar dirasakan […]

expand_less