Breaking News
light_mode
Trending Tags

Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 46
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di antara para sahabat Nabi  yang datang dari pinggiran struktur sosial Arab, nama Suhayb bin Sinan atau lebih dikenal dengan nama Suhayb ar-Rumi menempati posisi yang khas. Ia bukan tokoh dari kabilah besar Quraisy yang memiliki perlindungan kuat. Julukan ar-Rumi melekat padanya bukan karena ia berdarah Romawi, melainkan karena masa kecilnya yang panjang di wilayah Bizantium membuatnya fasih berbahasa dan berlogat seperti orang Romawi.

Ia lahir dari keluarga Arab di wilayah Irak sekarang, namun sejak kecil tertawan dan dijual sebagai budak. Dalam banyak riwayat, ia digambarkan berkulit cerah dengan rambut pirang kemerahan (asyqar), ciri yang semakin menguatkan kesan “Romawi” pada dirinya. Bertahun-tahun hidup dalam perbudakan membentuk wataknya: tangguh, sabar, dan terbiasa berdiri tanpa perlindungan kabilah.

Ketika akhirnya ia berhasil melarikan diri dan tiba di Makkah, ia membangun hidupnya dari awal hingga menjadi pedagang yang cukup berhasil. Namun justru pada masa mapan itulah ia bertemu dengan dakwah Nabi. Bersama Ammar ibn Yasir, ia mendatangi Rasulullah secara sembunyi-sembunyi untuk mendengar ajaran Islam di rumah Al-Arqam.

Ia masuk Islam pada masa awal, ketika menjadi Muslim berarti siap menghadapi siksaan dan tekanan keras. Tanpa pelindung kabilah, Suhayb menjadi sasaran Quraisy. Ia disiksa dan diintimidasi, tetapi imannya tidak goyah sedikit pun.

Puncak keteguhan Suhayb tampak saat perintah hijrah ke Madinah turun. Kaum Quraisy menahannya dan berkata bahwa ia tidak boleh pergi membawa hartanya. Ia pun mengambil keputusan besar: menyerahkan seluruh kekayaannya sebagai tebusan agar dapat berhijrah. Ia meninggalkan hasil jerih payah bertahun-tahun demi kebebasan beriman. Ketika ia tiba di Madinah, Nabi menyambutnya dengan kabar gembira tentang keberuntungannya.

Di Madinah, Suhayb menjalani babak hidup yang berbeda dari masa-masa getirnya di Makkah. Jika dahulu ia dikenal sebagai budak yang terasing dan pedagang yang harus mempertahankan diri tanpa perlindungan, di kota hijrah ia tumbuh sebagai bagian utuh dari komunitas beriman. Ia dikenal sebagai pribadi yang dermawan; harta yang pernah ia lepaskan di jalan hijrah tidak membuatnya kikir, justru menjadikannya ringan tangan membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Kesetiaannya kepada Rasulullah tampak dalam keikutsertaannya pada berbagai peristiwa penting, berdiri bersama kaum Muslimin dalam suka dan duka perjuangan.

Kepercayaan besar kepadanya terlihat pada masa menjelang wafatnya Umar ibn al-Khattab. Ketika Umar terluka dan menanti penetapan khalifah berikutnya, Suhayb ditunjuk untuk memimpin salat kaum Muslimin. Amanah ini menunjukkan tanda kedudukan moral dan spiritualnya di tengah masyarakat. Di saat situasi politik berada dalam masa genting, ia berdiri di mihrab, memimpin umat dalam ibadah. Itu adalah kehormatan yang tidak kecil.

Suhayb wafat pada tahun 38 Hijriah dan dimakamkan di Baqi‘. Dari seorang anak tawanan berambut pirang kemerahan yang tumbuh di negeri asing, menjadi sahabat yang mengorbankan seluruh hartanya demi iman, Suhayb ar-Rumi menghadirkan teladan tentang hijrah sebagai pelepasan total—bahwa keuntungan sejati tidak selalu terletak pada apa yang digenggam, melainkan pada apa yang rela dilepaskan karena Allah.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai lembaga dan instansi strategis, antara lain Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas […]

  • Pasar Modal Bergejolak, DPR Soroti Mundurnya Dirut BEI

    Pasar Modal Bergejolak, DPR Soroti Mundurnya Dirut BEI

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gejolak pasar modal yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut berujung pada pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Langkah tersebut mendapat sorotan sekaligus apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid, menilai keputusan Iman Rachman […]

  • Kompetisi Renang Provinsi Gorontalo Digelar di Lahilote

    Kompetisi Renang Provinsi Gorontalo Digelar di Lahilote

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM Yosef P Koton mewakili Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memberikan sambutan dan membuka lomba Renang “Pinguin Aquatic Fun Swimming Competition Series 2 tahun 2025” di kolam Renang Lahilote Kota Gorontalo, Sabtu (28/7/2025). Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan OIahraga Provinsi Gorontalo,  Pengurus klub renang se-Provinsi Gorontalo, pelatih, ofisial […]

  • Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mekanisme pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menjadi sorotan. Pemerintah menilai skema tersebut dapat memperkuat stabilitas pemerintahan daerah serta menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara eksekutif dan legislatif. Melalui mekanisme ini, gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan melalui proses pemilihan di DPRD. Pemerintah berpendapat, […]

  • Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Roy Suryo sejak awal bersuara lantang soal dugaan kejanggalan dalam ijazah mantan presiden Joko Widodo. Ia bahkan menyatakan bahwa foto dalam ijazah tersebut bukanlah Jokowi, melainkan sepupunya. Sebelumnya ada Bambang Tri Mulyono, ada Rismon Sianipar, ada Dr Tifa sebagai pihak yang terus memperkarakan keaslian ijazah Jokowi. Mereka yakin betul sedang memperjuangkan “kebenaran”—bukan hanya soal selembar […]

expand_less