Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Puncak keteguhan Suhayb tampak saat perintah hijrah ke Madinah turun. Kaum Quraisy menahannya dan berkata bahwa ia tidak boleh pergi membawa hartanya. Ia pun mengambil keputusan besar: menyerahkan seluruh kekayaannya sebagai tebusan agar dapat berhijrah. Ia meninggalkan hasil jerih payah bertahun-tahun demi kebebasan beriman. Ketika ia tiba di Madinah, Nabi menyambutnya dengan kabar gembira tentang keberuntungannya.

Di Madinah, Suhayb menjalani babak hidup yang berbeda dari masa-masa getirnya di Makkah. Jika dahulu ia dikenal sebagai budak yang terasing dan pedagang yang harus mempertahankan diri tanpa perlindungan, di kota hijrah ia tumbuh sebagai bagian utuh dari komunitas beriman. Ia dikenal sebagai pribadi yang dermawan; harta yang pernah ia lepaskan di jalan hijrah tidak membuatnya kikir, justru menjadikannya ringan tangan membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Kesetiaannya kepada Rasulullah tampak dalam keikutsertaannya pada berbagai peristiwa penting, berdiri bersama kaum Muslimin dalam suka dan duka perjuangan.

Kepercayaan besar kepadanya terlihat pada masa menjelang wafatnya Umar ibn al-Khattab. Ketika Umar terluka dan menanti penetapan khalifah berikutnya, Suhayb ditunjuk untuk memimpin salat kaum Muslimin. Amanah ini menunjukkan tanda kedudukan moral dan spiritualnya di tengah masyarakat. Di saat situasi politik berada dalam masa genting, ia berdiri di mihrab, memimpin umat dalam ibadah. Itu adalah kehormatan yang tidak kecil.

Suhayb wafat pada tahun 38 Hijriah dan dimakamkan di Baqi‘. Dari seorang anak tawanan berambut pirang kemerahan yang tumbuh di negeri asing, menjadi sahabat yang mengorbankan seluruh hartanya demi iman, Suhayb ar-Rumi menghadirkan teladan tentang hijrah sebagai pelepasan total—bahwa keuntungan sejati tidak selalu terletak pada apa yang digenggam, melainkan pada apa yang rela dilepaskan karena Allah.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Dalam berbagai fase politiknya, kita melihat konsistensi itu. Ia bisa berbeda tanpa memusuhi, bisa berkompromi tanpa kehilangan prinsip. Bahkan ketika langkah-langkahnya menuai kritik dari berbagai arah, ia tetap bertahan pada keyakinannya bahwa perjuangan Islam di Indonesia harus ditempuh dengan cara yang damai, inklusif, dan konstitusional. Mungkin karena itulah, ia kerap berada di posisi yang tidak […]

  • MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membangunkan gedung baru bagi MUI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi umat Islam. Hal itu disampaikan Nusron kepada MUI Digital usai acara […]

  • Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Komitmen pemerintah daerah dalam membangun dan memberdayakan desa kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sebanyak delapan bupati, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam, menerima penghargaan Tokoh Peduli Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT), Yandri Susanto, pada kegiatan Saba Desa […]

  • Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat, Nahdliyin Berduka

    Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat, Nahdliyin Berduka

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Fatayat NU. Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj Margaret Aliyatul Maimunah binti KH Faruq, wafat pada Ahad (1/3/2026) pukul 08.25 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Fatmawati, Jakarta. Kabar berpulangnya almarhumah disampaikan langsung oleh suaminya, KH Abdullah Masud, yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Tangerang Selatan. […]

  • Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kalau mendengar istilah “korporasi syariah”, banyak orang langsung merasa tenang. Seolah-olah begitu ada kata “syariah”, uang otomatis aman, laporan keuangan jujur, dan direksi langsung rajin tahajud. Padahal, kata Gus Dur, “Tidak semua yang pakai sarung itu kiai”, dan tidak semua yang berlabel syariah itu amanah. Di brosur, korporasi syariah digambarkan bak pesantren modern: bersih, rapi, […]

  • Adab di Atas Algoritma

    Adab di Atas Algoritma

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Kadir
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Zaman terus bergerak. Teknologi melaju tanpa menunggu siapa pun. Informasi datang bertubi-tubi, nyaris tanpa jeda untuk berpikir. Apa yang dulu dibahas berjam-jam di pesantren, melalui kitab, halaqah-halaqah, dan bimbingan guru namun hari ini kerap hadir dalam potongan video berdurasi tiga puluh detik. Cepat, ringkas, tetapi sering kali tidak utuh. Di tengah arus itu, santri hidup […]

expand_less