Breaking News
light_mode
Trending Tags

Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 194
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Puncak keteguhan Suhayb tampak saat perintah hijrah ke Madinah turun. Kaum Quraisy menahannya dan berkata bahwa ia tidak boleh pergi membawa hartanya. Ia pun mengambil keputusan besar: menyerahkan seluruh kekayaannya sebagai tebusan agar dapat berhijrah. Ia meninggalkan hasil jerih payah bertahun-tahun demi kebebasan beriman. Ketika ia tiba di Madinah, Nabi menyambutnya dengan kabar gembira tentang keberuntungannya.

Di Madinah, Suhayb menjalani babak hidup yang berbeda dari masa-masa getirnya di Makkah. Jika dahulu ia dikenal sebagai budak yang terasing dan pedagang yang harus mempertahankan diri tanpa perlindungan, di kota hijrah ia tumbuh sebagai bagian utuh dari komunitas beriman. Ia dikenal sebagai pribadi yang dermawan; harta yang pernah ia lepaskan di jalan hijrah tidak membuatnya kikir, justru menjadikannya ringan tangan membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Kesetiaannya kepada Rasulullah tampak dalam keikutsertaannya pada berbagai peristiwa penting, berdiri bersama kaum Muslimin dalam suka dan duka perjuangan.

Kepercayaan besar kepadanya terlihat pada masa menjelang wafatnya Umar ibn al-Khattab. Ketika Umar terluka dan menanti penetapan khalifah berikutnya, Suhayb ditunjuk untuk memimpin salat kaum Muslimin. Amanah ini menunjukkan tanda kedudukan moral dan spiritualnya di tengah masyarakat. Di saat situasi politik berada dalam masa genting, ia berdiri di mihrab, memimpin umat dalam ibadah. Itu adalah kehormatan yang tidak kecil.

Suhayb wafat pada tahun 38 Hijriah dan dimakamkan di Baqi‘. Dari seorang anak tawanan berambut pirang kemerahan yang tumbuh di negeri asing, menjadi sahabat yang mengorbankan seluruh hartanya demi iman, Suhayb ar-Rumi menghadirkan teladan tentang hijrah sebagai pelepasan total—bahwa keuntungan sejati tidak selalu terletak pada apa yang digenggam, melainkan pada apa yang rela dilepaskan karena Allah.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru Play Button

    Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 423
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti. Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa […]

  • Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Ersad Mamonto
    • visibility 1.767
    • 0Komentar

    Tulisan yang berjudul “Dekonstruksi PBMR” oleh Tyo Mokoagow, kawan saya, beberapa hari lalu, terus terang menggoda saya untuk menulis. Sebenarnya saya berupaya untuk menghindari menanggapi isu ini, karena telah benar-benar menjadi semacam debat kusir yang tak berkesudahan. Namun tulisan seperti yang Tyo buat adalah sesuatu yang tidak bisa dilewati begitu saja.  Saya sepakat dengan konsepsi […]

  • Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) telah lama menjadi garda depan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dalam menegakkan nilai-nilai keislaman yang moderat, menjaga keutuhan bangsa, dan memperkuat identitas kebangsaan. Namun, satu aspek yang selama ini belum tergarap secara maksimal adalah penguatan ekonomi kader dan organisasi. Di bawah kepemimpinan Addin Jauharudin, wajah GP Ansor mulai menunjukkan arah baru: […]

  • Mengemis untuk Kaya? Islam Tidak Membenarkan

    Mengemis untuk Kaya? Islam Tidak Membenarkan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Belum lama ini, publik Gorontalo dibuat heboh dengan kisah viral seorang pria paruh baya berinisial LH alias Luthfi (47), warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo. Sosok ini diketahui telah lama berprofesi sebagai pengemis di berbagai sudut kota. Namun yang bikin kaget, ia ternyata memiliki rekening dengan simpanan fantastis — mencapai Rp 500 juta. Kabar ini bermula […]

  • Idiosinkrasi

    Idiosinkrasi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Penghargaan terhadap idiosinkrasi dapat membantu organisasi menemukan potensi tersembunyi pegawainya. Ada pekerja yang unggul dalam tekanan, ada yang justru optimal dalam suasana tenang. Ada yang kuat dalam kerja teknis, ada yang lebih hidup dalam kerja relasional. Ketika organisasi memberi ruang terhadap kekhasan semacam ini, produktivitas tidak lagi lahir dari keterpaksaan, melainkan dari kesesuaian antara manusia […]

  • Akuntansi Program Bantuan Sosial: Efektivitas Penyaluran dan Tantangan Pengawasan

    Akuntansi Program Bantuan Sosial: Efektivitas Penyaluran dan Tantangan Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Muhamad Pauzan
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Selain itu, tantangan pengawasan juga berkaitan dengan aspek regulasi dan koordinasi. Meskipun telah ada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), implementasinya belum seragam di seluruh wilayah. Perbedaan interpretasi kebijakan menyebabkan variasi dalam praktik akuntansi. Di sisi lain, keterlibatan banyak pihak—pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat—memerlukan koordinasi yang kuat. Tanpa sinergi yang baik, potensi tumpang tindih program dan […]

expand_less