Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 346
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Puncak keteguhan Suhayb tampak saat perintah hijrah ke Madinah turun. Kaum Quraisy menahannya dan berkata bahwa ia tidak boleh pergi membawa hartanya. Ia pun mengambil keputusan besar: menyerahkan seluruh kekayaannya sebagai tebusan agar dapat berhijrah. Ia meninggalkan hasil jerih payah bertahun-tahun demi kebebasan beriman. Ketika ia tiba di Madinah, Nabi menyambutnya dengan kabar gembira tentang keberuntungannya.

Di Madinah, Suhayb menjalani babak hidup yang berbeda dari masa-masa getirnya di Makkah. Jika dahulu ia dikenal sebagai budak yang terasing dan pedagang yang harus mempertahankan diri tanpa perlindungan, di kota hijrah ia tumbuh sebagai bagian utuh dari komunitas beriman. Ia dikenal sebagai pribadi yang dermawan; harta yang pernah ia lepaskan di jalan hijrah tidak membuatnya kikir, justru menjadikannya ringan tangan membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Kesetiaannya kepada Rasulullah tampak dalam keikutsertaannya pada berbagai peristiwa penting, berdiri bersama kaum Muslimin dalam suka dan duka perjuangan.

Kepercayaan besar kepadanya terlihat pada masa menjelang wafatnya Umar ibn al-Khattab. Ketika Umar terluka dan menanti penetapan khalifah berikutnya, Suhayb ditunjuk untuk memimpin salat kaum Muslimin. Amanah ini menunjukkan tanda kedudukan moral dan spiritualnya di tengah masyarakat. Di saat situasi politik berada dalam masa genting, ia berdiri di mihrab, memimpin umat dalam ibadah. Itu adalah kehormatan yang tidak kecil.

Suhayb wafat pada tahun 38 Hijriah dan dimakamkan di Baqi‘. Dari seorang anak tawanan berambut pirang kemerahan yang tumbuh di negeri asing, menjadi sahabat yang mengorbankan seluruh hartanya demi iman, Suhayb ar-Rumi menghadirkan teladan tentang hijrah sebagai pelepasan total—bahwa keuntungan sejati tidak selalu terletak pada apa yang digenggam, melainkan pada apa yang rela dilepaskan karena Allah.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader PMII Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah Hingga ke Tingkat Pusat 

    Kader PMII Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah Hingga ke Tingkat Pusat 

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 159
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo kembali menunjukkan sikap kritisnya terhadap persoalan-persoalan serius yang menghantui daerah. Salah satu aktivisnya, Sandri atau yang lebih akrab disapa Kevin Lapendos, menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mengawal isu-isu strategis, mulai dari dugaan tindak pidana korupsi, pertambangan ilegal, hingga persoalan tata kelola sumber […]

  • Zakat Salah Catat

    Zakat Salah Catat

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Di sinilah akuntansi berperan. Zakat profesi, zakat perdagangan, zakat pertanian semuanya punya basis penghitungan. Nisabnya jelas, tarifnya jelas. Tapi yang sering tidak jelas adalah niat dan pencatatannya. Banyak entitas usaha yang mengakui zakat sebagai “biaya lain-lain”. Seolah-olah zakat itu gangguan kecil dalam laporan laba rugi. Padahal dalam perspektif maqashid syariah, zakat adalah mekanisme keadilan distributif. […]

  • MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten Sukses Digelar, Perkuat Peran Imam sebagai Diplomat Perdamaian Menuju IGIC 2026

    MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten Sukses Digelar, Perkuat Peran Imam sebagai Diplomat Perdamaian Menuju IGIC 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sementara itu, Musabaqah Tafsir mengukur kemampuan peserta dalam memahami serta menjelaskan kandungan ayat secara ilmiah dan kontekstual. Adapun cabang Khutbah Jum’at menilai kualitas materi, retorika dakwah, ketepatan dalil, hingga kemampuan menyampaikan pesan Islam yang moderat dan mencerahkan. Sedangkan Musabaqah Azan menguji makhraj, tajwid, kualitas suara, irama, adab, dan penghayatan peserta dalam mengumandangkan azan. Menteri Agama […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

  • KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

    KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Moh. Rodney Neu
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Barangkali tidak semua orang mengenal sosok ulama masyhur Gorontalo yang satu ini. Namun di kalangan para santri, guru agama, dan tokoh masyarakat, nama KH. Adam Zakaria dikenang sebagai ulama yang tak pernah berhenti belajar, mengajar, dan berkhidmat untuk Islam. Ia adalah cerminan nyata dari kegigihan menuntut ilmu, meski tanpa pernah mencicipi pendidikan formal di pesantren. […]

  • Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius. “Ini […]

expand_less