Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 309
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Pernyataan Menteri Agama yang menyerukan agar pembangunan ekonomi umat tidak semata bertumpu pada zakat terus menjadi perbincangan publik. Sebagian pihak menilai seruan tersebut berpotensi menggeser posisi zakat sebagai rukun Islam. Namun, menurut Dr. Ahmad Shaleh Amin, M.A., pandangan demikian lahir dari pembacaan yang tidak utuh terhadap konteks yang disampaikan.

Dr. Ahmad menegaskan bahwa zakat adalah kewajiban qat‘i yang kedudukannya sejajar dengan shalat. Tidak ada ruang sedikit pun dalam Islam untuk menafikan zakat. Karena itu, mustahil seruan tersebut dimaksudkan untuk mengganti atau mengurangi peran zakat dalam kehidupan umat.

“Zakat itu kewajiban yang bersifat final dalam syariat. Membaca pernyataan Menag sebagai upaya menggeser zakat adalah kesimpulan yang tergesa-gesa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pasal-pasal dalam Al-Qur’an sendiri kerap menggunakan istilah sedekah untuk merujuk pada zakat, seperti dalam QS. at-Taubah ayat 103. Secara konseptual, zakat berada dalam spektrum filantropi Islam yang lebih luas, yang juga mencakup sedekah, infaq, dan wakaf.

Dalam kaidah fikih disebutkan, “Setiap zakat adalah sedekah, tetapi tidak setiap sedekah adalah zakat.” Artinya, memperluas peran sedekah, infaq, dan wakaf bukanlah bentuk pengurangan zakat, melainkan penguatan ekosistem filantropi Islam secara menyeluruh.

Dr. Ahmad kemudian mengaitkan hal ini dengan analisis Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah, yang menegaskan bahwa peradaban (‘umran) tidak dapat berdiri tanpa fondasi ekonomi yang sehat dan produktif. Distribusi kekayaan saja tidak cukup; diperlukan pengelolaan yang berkelanjutan dan visioner.

Menurutnya, zakat berperan besar dalam distribusi dan perlindungan sosial. Namun untuk membangun institusi pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, dan infrastruktur sosial, diperlukan instrumen lain seperti wakaf produktif dan infaq yang fleksibel.

Dimensi ekonomi tersebut juga harus dibarengi dengan reformasi moral individu. Dalam Ushul al-Nizam al-Ijtima’i fi al-Islam, Ibnu ‘Asyur menegaskan bahwa kebaikan masyarakat bergantung pada kebaikan individu-individunya. Filantropi Islam bukan hanya mekanisme ekonomi, melainkan sarana pembentukan karakter dan kesadaran sosial.

Zakat melatih disiplin dan kepatuhan, sedekah menumbuhkan empati, infaq memperluas partisipasi, dan wakaf menanamkan visi jangka panjang. Jika seluruh instrumen ini dioptimalkan, maka pembangunan ekonomi umat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif.

Dalam konteks Indonesia, seruan agar ekonomi umat tidak hanya bertumpu pada zakat harus dibaca sebagai strategi perluasan instrumen, bukan pengurangan kewajiban. Umat Islam memiliki sistem filantropi yang kaya dan saling melengkapi.

Dengan demikian, polemik yang muncul sejatinya lebih disebabkan oleh pemahaman yang terpotong. Zakat tetap menjadi pilar utama. Namun, untuk membangun peradaban yang kuat dan mandiri, umat perlu menggerakkan seluruh potensi filantropi Islam secara terpadu—dari reformasi individu hingga kebangkitan institusi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alam adalah Ayat Makro Kosmos, Kitab Suci adalah Ayat Mikro Kosmos

    Alam adalah Ayat Makro Kosmos, Kitab Suci adalah Ayat Mikro Kosmos

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 197
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini terinsiprasi dari sambutan Menteri Agama, Prof AGH Nazarudin Umar dalam acara peluncuran buku tafsir ayat-ayat ekologi: membangun kesadaran ekoteologis berbasis Alquran yang dilaksanakan di Gedung Bayt Alquran, TMII oleh LPMQ (Lajnah Pentashih Mushaf Quran). Dalam epistemologi Islam, ayat bukan sekadar rangkaian kalimat dalam kitab suci. […]

  • Karang Taruna Majannang Bantah Keras Isu Warga Jatuh di Jembatan

    Karang Taruna Majannang Bantah Keras Isu Warga Jatuh di Jembatan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemberitaan yang dimuat oleh Viraltimes.id terkait kondisi jembatan penghubung antara Desa Mattirotasi dan Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menuai tanggapan tegas dari pihak Karang Taruna Desa Majannang. SAKTI, selaku Formatur Ketua Karang Taruna Desa Majannang, secara resmi membantah keras isi pemberitaan tersebut, khususnya klaim yang menyebutkan bahwa telah terjadi beberapa insiden warga […]

  • Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    Post Stoicism: Antara Dikotomi Kendali dan Empati

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Ada satu hal yang terus bergaung dalam kepala saya belakangan ini: bahwa hidup ini, pada akhirnya, hanyalah sebuah permainan antara apa yang bisa kita kendalikan dan apa yang tidak. Saya menemukannya pertama kali dalam ajaran Stoikisme—tepatnya dalam gagasan dichotomy of control. Tapi kemudian, saya merasa ada sesuatu yang kurang. Ada lubang kecil dalam kebijaksanaan besar ini, […]

  • Sawah dan Masa Depan Sebuah Bangsa

    Sawah dan Masa Depan Sebuah Bangsa

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Membaca Kepemimpinan Dr. Yasir Machmud dalam Perspektif Ibnu Khaldun, Muhammad al-Tahir bin Asyur, dan Nabi Yusuf a.s. “Peradaban tidak lahir dari istana. Ia tumbuh dari tanah yang diolah dengan amanah.” Suatu pagi, ribuan tahun yang lalu, seorang raja Mesir terbangun dengan wajah yang tidak biasa. Malam sebelumnya ia bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan […]

  • Satker PCK Gorontalo Buka Rekrutmen Pendamping Pamsimas 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

    Satker PCK Gorontalo Buka Rekrutmen Pendamping Pamsimas 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya (Satker PCK) Provinsi Gorontalo membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran 2026. Rekrutmen ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program penyediaan air minum berbasis masyarakat di sejumlah desa sasaran di Provinsi Gorontalo. Dalam pengumuman yang diterbitkan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan […]

  • Goodwill Langit

    Goodwill Langit

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Di dunia akuntansi, ada satu istilah yang sering membuat mahasiswa mengernyitkan dahi: goodwill. Ia tidak bisa disentuh, tidak bisa difoto, tetapi nilainya bisa sangat mahal. Goodwill muncul ketika sebuah perusahaan dibeli lebih mahal daripada nilai aset bersihnya. Artinya ada sesuatu yang tak terlihat—reputasi, kepercayaan, atau nama baik—yang dihargai lebih tinggi daripada bangunan, mesin, bahkan kas. […]

expand_less