Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar
- account_circle Suaib Pr
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 85
- print Cetak

Mgr. Fransiskus Nipa, Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar (KAMS) saat menyampaikan sambutan di acara buka puasa bersama di Aula Keuskupan Agung Makassar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, Makassar– Langit Makassar sore itu tampak muram. Awan kelabu bergelayut, hujan turun di beberapa sudut kota, seakan ingin menguji langkah para tokoh lintas agama. Namun semangat mereka tak pernah surut. Satu per satu tetap melangkah menuju Keuskupan Agung Makassar untuk menghadiri acara buka puasa bersama pada Minggu (9/3/2026).
Dengan tema “Berjalan Bersama dalam Merajut Persaudaraan Sejati, untuk Indonesia Damai, Harmoni dan Rukun,” kegiatan ini menjelma lebih dari sekadar jamuan berbuka. Ia menjadi ruang perjumpaan, tempat silaturahmi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat terjalin erat di tengah bulan suci Ramadan.
Di Aula Keuskupan Agung Makassar, suasana hangat dan penuh keakraban segera tercipta. Para pemuka agama, aktivis lintas iman, serta warga dari berbagai latar belakang duduk berdampingan, saling menyapa, dan berbagi cerita. Momen tersebut memperlihatkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama.
Menariknya lagi, saat hidangan buka puasa mulai disantap, dari panggung aula Keuskupan Agung Makassar menggema lantunan salawat badar. Tokoh lintas agama dan aktivis lintas iman menyanyikannya bersama, menghadirkan gema yang menyatukan hati.
Alunan selawat itu bukan hanya melengkapi suasana, tetapi juga menandai keakraban yang tulus—sebuah simbol persaudaraan lintas iman yang hidup dalam harmoni.
Pastor Albert Arina, Ketua Komisi Kerawam HAK-KAMS, menegaskan bahwa harmoni tidak bisa dibangun seorang diri. “Buka puasa bersama ini adalah simbol nyata persaudaraan lintas iman, bukan sekadar seremonial,” ujarnya.
Sementara itu, Mgr. Fransiskus Nipa, Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar (KAMS), menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan. Dalam sambutannya, ia juga mengungkapkan keprihatinan atas situasi di Timur Tengah.
Menurutnya, perang di kawasan tersebut menimbulkan dampak luas, bukan hanya ekonomi tetapi juga perdamaian. “Mari kita senantiasa berdoa untuk perdamaian sejati,” pesannya.
Senada dengan itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menekankan pentingnya menjaga kedamaian lokal di tengah hiruk-pikuk dunia. “Jika di luar sana ribut, kita jangan ikut-ikutan. Sulsel harus tetap damai,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa indeks toleransi di Sulsel cukup menggembirakan, berada di angka 82,3. “Tentunya ini berkat kerja-kerja kita semua yang hadir di tempat ini,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri berbagai tokoh lintas organisasi, di antaranya Ketua Permabudi Yongris Lao, Ketua Umum GAMA INTI Erfan Sutono, Ketua NU Kota Makassar Usman Sofyan, Koorwil GUSDURian Sulampapua Suaib Prawono, Ketua PGIW Sulselbara, Mubalig Ahmadiyah Sulsel, Mln. Yakub Suriadi, serta sejumlah aktivis Jalin Harmoni, LAPAR Sulsel, dan Aliansi Perdamaian Kota Makassar.
Di balik hujan yang membasahi kota, kehangatan pertemuan ini meneguhkan pesan bahwa persaudaraan sejati harus terus dirawat. Makassar kembali menunjukkan dirinya sebagai kota kosmopolitan yang terbuka terhadap keberagaman, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk Indonesia yang damai, harmonis, dan rukun.
- Penulis: Suaib Pr

Saat ini belum ada komentar