Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 392
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada satu ironi besar dalam tubuh umat Islam hari ini: kita sering berbicara tentang kemenangan, tetapi berjalan di jalan yang menjauhkannya.

Kita berdoa agar umat ini kuat, namun pada saat yang sama kita sibuk memperlemah satu sama lain. Kita berharap Islam kembali berjaya, tetapi energi kita habis untuk memperdebatkan hal-hal yang sejak dahulu telah diperselisihkan para ulama—tanpa pernah memutus ukhuwah di antara mereka.

Padahal, sejarah telah mengajarkan kita satu hukum yang tidak pernah berubah: tidak ada kemenangan tanpa persatuan.

Rasulullah ﷺ tidak hanya membangun individu yang saleh, tetapi juga membentuk masyarakat yang saling menguatkan satu sama lain. Bahkan, beliau mengibaratkan umat Islam laksana satu tubuh, yang bilamana salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh lainnya turut merasakannya.

Namun hari ini, tubuh itu terasa mati rasa. Ketika satu anggota tubuh merasa sakit, anggota tubuh lainnya tidak merasakan lagi sakit yang sama. Ini isyarat bahwa, tubuh ini tidak sekedar sakit, bahkan mungkin ia sudah sekarat.

Di tengah realitas seperti ini, khutbah Jumat bukan hanya sekadar ritual mingguan, tetapi ia harus menjadi ruang kesadaran kolektif—mengembalikan umat kepada akar kekuatannya: yaitu persatuan.

Khutbah ini mengajak kita semua untuk merenung: bahwa perbedaan bukanlah sebuah ancaman, tetapi perpecahanlah yang menjadi bencana nyata.

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون

قال الله تعالى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
(QS. آل عمران: 102)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ—takwa yang tidak hanya menghadirkan kita di hadapan-Nya dalam sujud, tetapi juga menghadirkan kasih sayang di antara sesama hamba-Nya.

Karena takwa yang sejati tidak mungkin melahirkan perpecahan, justru seharusnya ia menghadirkan persatuan.

Allah ﷻ berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Artinya:
“Berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)

Dan Allah juga memperingatkan:

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

Artinya:
“Janganlah kalian berselisih, yang menyebabkan kalian menjadi lemah dan hilang kekuatan.” (QS. Al-Anfal: 46)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Rasulullah ﷺ bersabda:

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد، إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

Artinya:
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang, dan empati mereka seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hari ini, kita perlu bertanya: apakah kita masih menjadi satu tubuh? Atau justru menjadi serpihan-serpihan yang mudah dipatahkan? Ibnu al-‘Arabi dalam kitab al-Washaya memberikan perumpamaan bahwa umat ini seperti sapu lidi. Ketika terikat, ia kuat. Ketika tercerai, ia lemah.

Dan hari ini—yang mengkhawatirkan— bukan karena kita sedikit, tetapi karena kita tidak lagi terikat satu sama lain dalam tali Allah.

Ma’asyiral muslimin,

Ada satu ironi besar dalam tubuh umat Islam hari ini: kita sering berbicara tentang kemenangan, tetapi berjalan di jalan yang menjauhkannya.

Kita berdoa agar umat ini kuat, namun pada saat yang sama kita sibuk memperlemah satu sama lain. Kita berharap Islam kembali berjaya, tetapi energi kita habis untuk memperdebatkan hal-hal yang sejak dahulu telah diperselisihkan para ulama—tanpa pernah memutus ukhuwah di antara mereka.

Padahal, sejarah juga telah mengajarkan kita satu hukum yang tidak pernah berubah: tidak ada kemenangan tanpa persatuan.

Kita lihat, bagaimana Rasulullah ﷺ mempersatukan antara kaum muslim Muhajirin dan Anshor. Saat itu, Rasulullah tidak hanya membangun individu yang saleh, tetapi juga membentuk masyarakat yang saling menguatkan satu sama lain. Bahkan, beliau mengibaratkan umat Islam laksana satu tubuh, yang bilamana salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh lainnya turut merasakannya.

Namun hari ini, tubuh itu terasa mati rasa. Ketika satu anggota tubuh merasa sakit, anggota tubuh lainnya tidak merasakan lagi sakit yang sama. Ini isyarat bahwa, tubuh ini tidak sekedar sakit, bahkan mungkin ia sudah sekarat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Jika kita ingin memahami makna hadis ini “seperti satu tubuh”, maka lihatlah realitas dunia Islam hari ini.

Mengapa rakyat Palestina menderita begitu lama? Bukan semata karena mereka lemah. Bukan pula karena mereka tidak memiliki keberanian.

Tetapi karena—dan ini yang paling menyakitkan— saudara-saudaranya tidak lagi mampu merasakan sakit yang mereka rasakan.

Padahal penderitaan di Gaza telah berlangsung lama dan menelan korban yang sangat besar, yang seharusnya menggugah persatuan dan solidaritas umat Islam.

Sebaliknya, mari kita belajar dari fenomena lain. Mengapa sebuah negara seperti Iran bisa bertahan kuat dalam tekanan global?

Salah satu sebab utamanya adalah: persatuan internal yang relatif solid.

Dari rakyat, pemerintah, hingga elit politik— mereka berdiri dalam satu garis besar kepentingan.

Dari kekuatan persatuan inilah yang membuatnya tetap berdiri tegap di tengah tekanan global, tidak mudah digoyahkan oleh tekanan luar.

Ia berdiri— bagai karang di tengah samudera, diterpa gelombang, namun tidak runtuh.

Ma’asyiral muslimin,

Dari dua realitas ini kita belajar bahwa, perpecahan hanya melahirkan penderitaan yang panjang, dan persatuan akan melahirkan ketahanan dan kekuatan.

Maka, jika umat ini ingin bangkit, hentikan memperbesar perbedaan, tetapi mulailah untuk menyatukan hati dan menyamakan persepsi.

Ma’asyiral muslimin,
Dalam aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dikatakan bahwa:

عن زاهر بن خالد يقول لما قرب حضور أجل أبي الحسن الأشعري في داري ببغداد دعاني فأتيته فقال أشهد أني لا أكفر أحدا من أهل القبلة لأن الكل يشيرون إلى معبود واحد وإنما هذا كله اختلاف العبارات.

Diriwayatkan dari Zahir bin Khalid, bahwasannya beliau bercerita “Ketika telah dekat ajal Abu al-Hasan al-Asy’ari di rumahku di kota Baghdad, beliau memanggilku maka aku pun mendatanginya. Abu al-Hasan al-Asy’ari berwasiat “Aku bersaksi bahwa aku tak pernah mengkafirkan satu pun orang dari golongan ahlul qiblah (umat Islam), karena seluruhnya menghadap kepada Dzat yang disembah yang satu. Dan sesungguhnya perbedaan yang ada adalah perbedaan dalam penjelasannya saja.”

Oleh karenanya, jangan jadikan perbedaan sebagai alasan perpecahan. Karena yang mempersatukan kita jauh lebih besar daripada yang memisahkan kita.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo meninggalkan cerita besar bagi daerah. Ribuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha pertanian, hingga pejabat negara hadir dalam agenda nasional yang berlangsung 20–25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Limboto. Namun, di balik keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah, muncul perbincangan […]

  • Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2025 Tuntas, Wakil Bupati Tekankan Aksi Nyata

    Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2025 Tuntas, Wakil Bupati Tekankan Aksi Nyata

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Rangkaian Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros Tahun 2025 resmi berakhir. Grand Final yang digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Sabtu (13/12/2025), melahirkan generasi muda terpilih yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Bumi Turikale. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Muh Saipul Amry, mahasiswa Universitas Negeri Makassar asal Kecamatan […]

  • Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Maros, Chaidir Syam, menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara 2025 yang digelar oleh Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Markas Besar TNI, di Hotel El Royal Bandung. Penghargaan tersebut […]

  • Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

    Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini, telah terjadi sebuah pertarungan sengit antara kubu idealis versus kubu realis mengenai fungsi aktual agama di dunia kontemporer. Diri kita pun sebaiknya tidak berdiam diri, harus  keluar kandang, lalu ikut menentukan peran strategis di dalam arena. Sebab, fungsi aktual agama hanya dapat diidentifikasi secara presisi melalui perubahan perilaku manusia. Sedangkan perilaku manusia dibentuk […]

  • Pesawat Smart Air Jatuh Saat Mendarat di Pesisir Nabire, Seluruh Penumpang Selamat

    Pesawat Smart Air Jatuh Saat Mendarat di Pesisir Nabire, Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pesawat Smart Air jenis Caravan dengan registrasi PK-SNS mengalami kecelakaan saat mendarat di wilayah pesisir Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.45 WIT. Pesawat tersebut tengah melayani penerbangan subsidi rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, dengan membawa 13 penumpang dan 2 kru. Insiden terjadi ketika pesawat jatuh di area logpond Kaladiri, kawasan pantai […]

  • Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Keanggotaan Indonesia di Board of Peace, Soroti Komitmen Dana Rp16,7 Triliun

    Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Keanggotaan Indonesia di Board of Peace, Soroti Komitmen Dana Rp16,7 Triliun

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menandatangani Piagam Board of Peace (BOP) pada 22 Januari 2026 usai menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Koalisi menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia dan berpotensi membebani anggaran negara. Dalam siaran pers yang dirilis […]

expand_less