Breaking News
light_mode
Trending Tags

Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 473
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan ini muncul dari proses perenungan panjang di Kediri. Kedatangan saya di Kediri bukan hanya sekadar lompatan geografis, melainkan sebuah proses penguatan ideologis. Di tanah ini, Munawar Musso terlahir ke dunia, Jenderal Soedirman memimpin pasukan gerilya dan Tan Malaka berpulang kepada Tuhannya. Dari mereka bertiga, saya  belajar bagaimana cara manusia melawan marabahaya. Marabahaya memang selalu datang kapan saja dan saat ini kerisauan itu sedang menimpa saudara-saudara kita dari golongan guru paruh waktu. Upah mereka masih jauh dari kondisi layak. Padahal, dimana bumi dipijak di situ rakyat dipajak. Prabowo berkata, ini paradoks Indonesia.

Saya ingin bilang kalau guru agama bukanlah sapi perah pemerintah yang hanya dipandang sebagai seperempat manusia. Jangan racuni kuping mereka dengan rayuan ikhlas beramal jika kompetensi, kompetisi dan insentif  jarang diberikan. Ini bukan lagi era Romusha, Bung! Hentikan  exploitation de I’homme par I’homme itu. Mustahil Menteri Agama atau Menteri Pendidikan Dasar-Menengah meminta guru agama  menjadi nabi kecil apabila negara sendiri tidak mau berlaku adil. Mungkin saja tangan-tangan kasar mereka hanya mampu memanjatkan doa. Tapi harus kita ingat, tangan-tangan guru itu juga sanggup memberontak.

Di tengah situasi yang semakin asosial, para guru agama tidak lagi berbusa-busa mengajarkan perkara halal-haram, dosa-pahala hingga surga-neraka kepada para siswanya. Tapi, mereka juga sudah mulai mengerti akan nilai-nilai revolusi. Di dalam universitas otak mereka diasah, di dalam masjid hati mereka diluruskan, tapi di dalam politik jiwa mereka benar-benar hidup. Namun, perlu diingat jika guru agama tidak bernafsu membentuk partai kekuasaan. Mereka hanya ingin memutus mata rantai penindasan. Di tengah zaman yang serba keblinger, mereka percaya pada Bacon bahwa knowledge is power.

Mari kita sedikit mundur ke belakang, peristiwa perlawanan Gustavo Gutiérrez di Amerika Latin pada tahun 1960-an misalnya adalah simbol jika ajaran Katolik tidak hanya sekadar tradisi merapalkan doa dibalik ruang sakral gereja melainkan suatu keberanian moral untuk membela nasib manusia dari ketimpangan, kemiskinan dan penderitaan. Melalui teologi pembebasan (1971),Gutierrez memproklamirkan bahwa penjajahan mutlak perlu dilenyapkan dan rakyat miskin tertindas harus segera diselamatkan.  Masalah guru agama dan ketimpangan lahir dari budaya kleptokrasi atau sistem pemerintahan para pencuri. Mereka menciptakan relasi patron-klien, di mana aparatur tunduk pada kepentingan kekuasaan (materi & posisi) demi menyempitkan makna kewarganegaraan. Kleptokrasi merupakan kejahatan eksistensial karena ia merampas hak hidup dan martabat manusia.

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syuriyah dan Wibawa Kepemimpinan di Nahdlatul Ulama

    Syuriyah dan Wibawa Kepemimpinan di Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Dalam struktur kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi organisasi. Lembaga ini memiliki tugas utama membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan setiap keputusan yang akan maupun sedang dijalankan oleh organisasi. Kedudukan Syuriah berada di posisi tertinggi karena di dalamnya berhimpun para ulama sepuh yang memiliki basis keilmuan agama yang kuat. Hal ini sejalan dengan karakter […]

  • Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Di Gorontalo, ada sebuah tradisi yang sarat dengan nilai adat dan spiritualitas Islam, yakni tumbilotohe. Tradisi ini digelar setiap malam ke-27 Ramadan dan dikenal sebagai malam pemasangan lampu oleh masyarakat di berbagai sudut kota dan desa. Konon, tradisi tumbilotohe telah ada sejak abad […]

  • Hirarki Pengabdian Gus Dur

    Hirarki Pengabdian Gus Dur

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan […]

  • Pencegahan Narkoba Tanggung Jawab Lintas Sektor

    Pencegahan Narkoba Tanggung Jawab Lintas Sektor

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Yustiyanty Monoarfa dan jajaran Dinas Kesehatan turut memeriahkan kegiatan Pencanangan Gorontalo Bersinar (Bersih Sehat dari Narkoba), yang digelar pada Minggu (06/07/2025) di kawasan Car Free Day (CFD) Kantor Wilayah Bank Sulut Gorontalo (BSG). Pencanangan Gorontalo Bersinar dilakukan secara resmi oleh Wakil […]

  • Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Opini ini saya tulis di sela perjalanan panjang, di ruang tunggu Bandara Cengkareng, Jakarta. Waktu seakan berhenti sejenak di antara pengumuman keberangkatan dan langkah-langkah penumpang yang tergesa. Saya dan seorang sahabat—sesama PNS, sama-sama dipercaya mengemban amanah pada penugasan kali ini mendampingi Wakil Walikota Gorontalo Bapak Indra Gobel — sedang bersiap menunggu penerbangan menuju Aceh Tamiang, […]

  • Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api

    Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menghabiskan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai konferensi pers penanganan bencana di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). “Direncanakan begitu (tahun baru ke Sumatra),” ujar Prasetyo Hadi, […]

expand_less