Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 324
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dulu orang percaya ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa manusia pada kebebasan. Semakin modern sebuah masyarakat, semakin terbuka pula cara berpikirnya. Rasionalitas dianggap mampu membebaskan manusia dari kebodohan, mitos, dan penindasan. Tetapi hari ini kita justru melihat sesuatu yang dilematis, teknologi berkembang begitu cepat, informasi ada di mana-mana, namun masyarakat semakin mudah diarahkan, digiring, bahkan dimanipulasi.

kritik pemikir awal frankfur Theodor W. Adorno dan Max Horkheimer masih relevan dengan situasi sekarang. Melalui gagasan tentang industri kebudayaan dalam Dialectic of Enlightenment, mereka menjelaskan bagaimana kebudayaan di era kapitalisme tidak lagi berdiri sebagai ruang refleksi atau ekspresi manusia, tetapi sudah menjadi bagian dari mesin industri.

Kebudayaan diproduksi seperti halnya barang di pabrik. Film, musik, televisi, iklan, hingga media sosial tidak lagi sekadar hiburan. Namun juga membentuk cara masyarakat melihat dunia. Orang merasa sedang memilih secara bebas, padahal selera, emosi, bahkan perhatian mereka sudah diarahkan oleh pasar dan media.

Yang berbahaya, proses ini bekerja dengan sangat hegemonik. Halus dan seakan Tidak ada paksaan terbuka. Tanpa sensor . Orang dibuat patuh justru lewat hiburan, tren, gaya hidup, dan banjir informasi yang tidak pernah berhenti.

Kita bisa melihat itu dengan sangat jelas di Indonesia hari ini. Media sosial misalnya, sudah berubah menjadi ruang utama masyarakat memahami realitas. Apa yang viral dianggap penting. Apa yang ramai dianggap benar. Percakapan publik bergerak sangat cepat, tetapi dangkal. Orang lebih mudah bereaksi daripada berpikir panjang. Isu sosial, politik, bahkan tragedi kemanusiaan sering hanya bertahan beberapa hari sebelum tenggelam digantikan konten baru.

Sementara itu, persoalan yang benar-benar menyangkut hidup banyak orang—ketimpangan ekonomi, konflik tanah, rusaknya lingkungan, upah buruh yang rendah, mahalnya pendidikan—sering kalah oleh drama selebritas, sensasi digital, atau perang komentar yang tidak selesai-selesai.

Ironisnya, masyarakat merasa sedang bebas berbicara padahal algoritma platform digital ikut menentukan apa yang muncul, apa yang populer, dan apa yang akhirnya hilang. Media sosial yang awalnya dianggap ruang demokratis perlahan berubah menjadi pasar perhatian publik. Semakin kontroversial sesuatu, semakin besar peluangnya untuk disebarkan. Akibatnya, kemarahan, sensasi, dan konflik menjadi komoditas yang terus diproduksi.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Dugaan pungutan liar (pungli) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh Nirwan Pumah Siregar, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GENINUSA bidang pendidikan dan ekonomi, yang menyoroti praktik pungutan yang berkedok sukarela namun bersifat wajib. “Pendidikan gratis di sekolah negeri sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, […]

  • Eka Putra B. Santoso/Foto: Istimewa Play Button

    Desain Pemilu, Putusan MK dan masa depan Demokrasi Kita

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Penulis adalah Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo Mukadimah Pada penghujung tahun 2025, berita tentang kesepakatan partai-partai besar seperti Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar untuk merumuskan Pilkada lewat DPRD mencuat. Alasan mereka yang utama adalah menekan mahalnya ongkos pilkada dan praktik politik uang dalam kontestasi elektoral. Namun wacana ini tidak hanya bersifat insinuatif namun secara […]

  • Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya buka suara terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing). Di tengah proses penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menhut mengungkap adanya sebuah amplop yang ditinggalkan sang bupati usai melakukan audiensi di Kementerian Kehutanan. Raja Juli Antoni menegaskan dukungan penuhnya terhadap langkah […]

  • Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi atas dukungan internasional dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, dalam acara penyerahan bantuan oleh Branch Singapore Aid kepada 150 keluarga berisiko stunting di Kota Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MALANG – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad, resmi menyandang gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB), setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (14/7). Dalam sidang promosi doktor […]

expand_less