Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Belajar Kesantunan Bertoleransi dari Libo

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 434
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sebuah kampung kecil di pedalaman Papua, nama Libo mendadak menjadi buah bibir. Bocah sekolah dasar itu viral bukan karena prestasi akademik atau keberanian luar biasa, melainkan karena sikap santunnya yang sederhana namun sarat makna.

Libo dikenal sebagai anak yang ramah, penuh senyum, dan selalu menghormati orang lain. Suatu hari, ia berinteraksi dengan Bintang, seorang anggota TNI yang beragama Islam. Saat itu, Bintang hendak merangkul Libo dengan penuh keakraban. Namun, Libo dengan sopan menolak.

Penolakan itu bukan karena ia tidak suka, melainkan karena ia baru saja memegang seekor babi. Dengan penuh ketulusan, ia berkata: “Jangan pegang adek Ribo, adek Ribo barusan pegang babi. Nanti Abang tidak bisa salat, pamali toh.”

Selengkapnya lihat: https://www.tiktok.com/@btngg23/video/7638886236517666068

Kalimat sederhana itu mencerminkan betapa Libo memahami perbedaan keyakinan. Ia tahu bahwa dalam ajaran Islam, babi dianggap “najis”, dan menyentuhnya bisa mengganggu kesucian ibadah.
Alih-alih bersikap acuh, Libo justru menjaga agar rekannya tidak terhalang dalam menjalankan kewajiban agama.

Sikap kecil ini menjadi pelajaran besar: toleransi bukan hanya soal menerima perbedaan, tetapi juga tentang kesadaran untuk menjaga kenyamanan orang lain. Dari seorang bocah Papua, kita belajar bahwa kesantunan bertoleransi bisa lahir dari hati yang tulus, tanpa perlu diajarkan teori panjang lebar.

Menriknya lagi, di saat dunia pendidikan kita sibuk menampilkan prestasi akademik, Libo hadir dengan sikap dan kesantunan yang luar biasa. Sikap Ribo, seolah mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal angka di rapor, melainkan bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan penghargaan terhadap sesama ditanamkan sejak dini.

Libo telah menunjukkan bahwa toleransi bukanlah konsep rumit, melainkan tindakan sederhana yang berakar dari rasa hormat. Sikap Ribo mengingatkan bahwasaya perbedaan agama di Indonesia bisa tetap indah bila dijaga dengan sikap saling menghargai.

Lebih dari itu, sikap Libo menegaskan bahwa toleransi sejati selalu berjalan beriringan dengan kejujuran, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan.

Baginya, perbedaan agama bukanlah penghalang untuk saling menghargai, melainkan ruang untuk membangun kebersamaan atas dasar kepercayaan, kesantunan dan kejujuran.

 

 

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kajian dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring”, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah peneliti, di antaranya Zulham Sirajudin, Ph.D, Ferdiansyah Hasan, SP, M.Si, Ivana Butolo, SE, MP, serta Gema Putra Baculu, ST, M.PA. Turut diundang pula Staf […]

  • IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    IGIC 2026: Faried F. Saenong Sebut Imam Masjid Harus Menjadi Diplomat Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    TANGERANG, NULONDALO.COM – Ketua Panitia International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, Faried F. Saenong, Ph.D., menegaskan bahwa imam masjid di era global tidak lagi cukup menjalankan fungsi sebagai pemimpin ritual keagamaan. Menurutnya, imam juga harus tampil sebagai diplomat peradaban yang mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan berbagai tantangan kemanusiaan kontemporer. Pernyataan tersebut disampaikan Faried saat membuka […]

  • PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo meninggalkan cerita besar bagi daerah. Ribuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha pertanian, hingga pejabat negara hadir dalam agenda nasional yang berlangsung 20–25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Limboto. Namun, di balik keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah, muncul perbincangan […]

  • Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan sosial secara produktif, bukan konsumtif. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan bahan pokok dalam program BLP3G di dua kecamatan di Kabupaten Boalemo, Rabu (2/7/2025). Selain program BLP3G, Idah menjelaskan bahwa Dinas Sosial Provinsi Gorontalo juga memiliki berbagai skema bantuan lainnya, salah satunya adalah Usaha […]

  • Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf kepada Nadzir As-Salam Tenjo di Jakarta

    Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf kepada Nadzir As-Salam Tenjo di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Yayasan Pendidikan As-Salam Tenjo menerima sertifikat tanah wakaf dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf yang berlangsung di Meeting Hall Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026). Penyerahan sertifikat tersebut merupakan bagian dari program percepatan legalisasi aset wakaf yang dijalankan pemerintah untuk memberikan […]

  • Akhirnya Anjing Masuk Surga

    Akhirnya Anjing Masuk Surga

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Dr. Hi. Mansur Basie
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kalau ada hewan atau binatang yang berterima kasih (numpang viral) karena hiruk pikuk social media dua hari terakhir ini, maka binatang itu adalah anjing. Betapa tidak, tanpa diminta “persetujuannya”, ia disebut dan diviralkan oleh mungkin dari lebih separuh penduduk negeri +62. Berdasarkan laporan We Are Social dari situs dataIndonesia.com, jumlah pengguna aktif media sosial di […]

expand_less