Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Idiosinkrasi

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 187
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai individu, manusia sangat beragam. Tidak ada satu pun manusia yang identik, bahkan untuk yang kembar identik sekalipun. Setiap kita memiliki ke-khas-an sendiri-sendiri. Ada orang yang cara berpikirnya melompat-lompat namun kreatif. Ada yang pendiam, tetapi tajam membaca situasi. Ada yang bekerja lambat namun nyaris tidak pernah keliru. Pada banyak keadaan, kita menyebut mereka “unik”. Namun sebenarnya keunikan bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Ia adalah hasil dari susunan kecil yang membentuk diri seseorang secara perlahan. Susunan kecil itu dapat disebut sebagai idiosinkrasi.

Idiosinkrasi adalah ciri khas personal yang melekat pada individu. Ia bisa berupa kebiasaan berpikir, cara merespons keadaan, pola komunikasi, ritme kerja, selera, bahkan cara seseorang memaknai dunia. Idiosinkrasi sering terlihat sederhana dan remeh, tetapi justru di sanalah letak dasar pembentuk manusia. Karena itu, idiosinkrasi dapat dipahami sebagai unit terkecil dari algoritma keunikan.

Keunikan manusia tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tersusun melalui lapisan-lapisan kecil yang terus berulang dan mengendap. Idiosinkrasi membentuk keunikan, keunikan membentuk karakter, dan karakter pada akhirnya membentuk identitas. Identitas seseorang bukan sekadar nama atau status sosial, melainkan akumulasi dari pola-pola khas yang terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Cara seseorang menyusun kalimat, memilih diam dalam konflik, tertawa pada hal tertentu, atau memandang waktu sebagai sesuatu yang fleksibel maupun ketat, adalah bentuk-bentuk idiosinkrasi. Hal-hal kecil seperti itu sering kali lebih mampu menjelaskan seseorang dibandingkan biodata formalnya. Karena itu manusia sebenarnya lebih kompleks daripada kategori-kategori sosial yang sering dilekatkan kepadanya.

Namun idiosinkrasi bukan sesuatu yang otomatis positif. Ia bersifat netral. Ada idiosinkrasi yang melahirkan kreativitas, kedalaman berpikir, dan empati. Tetapi ada pula idiosinkrasi yang melahirkan egoisme, kekacauan, bahkan destruksi sosial. Oleh sebab itu, tidak semua idiosinkrasi harus dirayakan tanpa batas. Kehidupan bersama tetap membutuhkan norma sebagai pagar agar kekhasan individu tidak berubah menjadi gangguan bagi orang lain.

Dalam konteks manajemen, gagasan tentang idiosinkrasi menjadi penting untuk memahami manusia secara lebih utuh. Banyak organisasi bekerja dengan asumsi bahwa seluruh pekerja harus berada dalam pola yang sama. Sistem kerja sering dibangun terlalu administratif dan seragam. Padahal manusia tidak tumbuh dalam cetakan identik. Setiap individu memiliki ritme dan mekanisme yang berbeda dalam mencapai performa terbaiknya.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Pada edisi terakhir tulisan Ramadan tahun 2026 ini, saya menutupnya dengan kisah seorang tokoh yang unik dan penuh teladan: Uwais al-Qarni. Namanya mungkin terdengar asing dibanding tokoh-tokoh sahabat yang lain, tetapi kisah hidupnya menyimpan pelajaran yang mendalam tentang kesalehan, ketulusan, dan bakti kepada orang tua. Meskipun hidup sezaman dengan Nabi Muhammad, Uwais tidak dikategorikan sebagai […]

  • Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Abdul Kadir Lawero
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Di tengah riak ombak pesisir Kota Gorontalo, sejarah mencatat nama seorang ulama yang hidupnya sederhana, namun penuh pengaruh. Sosok itu adalah KH. Nahar Akadji, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pagula—sebuah panggilan penuh makna yang mencerminkan kelembutan, kearifan, dan manisnya akhlak beliau. Di Gorontalo, penyebutan ulama memang berbeda. Tak ada istilah “Kiai” seperti di Jawa […]

  • Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui perombakan jabatan struktural, Pemkab Maros melakukan penyegaran organisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Senin (5/1/2025), dan dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • Eka Putra B. Santoso/Foto: Istimewa Play Button

    Desain Pemilu, Putusan MK dan masa depan Demokrasi Kita

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Penulis adalah Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo Mukadimah Pada penghujung tahun 2025, berita tentang kesepakatan partai-partai besar seperti Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar untuk merumuskan Pilkada lewat DPRD mencuat. Alasan mereka yang utama adalah menekan mahalnya ongkos pilkada dan praktik politik uang dalam kontestasi elektoral. Namun wacana ini tidak hanya bersifat insinuatif namun secara […]

  • Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    Khutbah Jumat: Hari Arafah sebagai Madrasah Kemanusiaan dan Peradaban

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Hari Arafah bukan hanya momentum agung dalam rangkaian ibadah haji, tetapi juga menyimpan pelajaran besar tentang kemanusiaan, persaudaraan, dan pembangunan peradaban. Melalui khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami makna Arafah sebagai ruang muhasabah diri sekaligus refleksi sosial bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai kesetaraan, persatuan, serta pentingnya spiritualitas dalam menjaga keutuhan bangsa menjadi pesan utama […]

expand_less