Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Idiosinkrasi

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 244
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai individu, manusia sangat beragam. Tidak ada satu pun manusia yang identik, bahkan untuk yang kembar identik sekalipun. Setiap kita memiliki ke-khas-an sendiri-sendiri. Ada orang yang cara berpikirnya melompat-lompat namun kreatif. Ada yang pendiam, tetapi tajam membaca situasi. Ada yang bekerja lambat namun nyaris tidak pernah keliru. Pada banyak keadaan, kita menyebut mereka “unik”. Namun sebenarnya keunikan bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Ia adalah hasil dari susunan kecil yang membentuk diri seseorang secara perlahan. Susunan kecil itu dapat disebut sebagai idiosinkrasi.

Idiosinkrasi adalah ciri khas personal yang melekat pada individu. Ia bisa berupa kebiasaan berpikir, cara merespons keadaan, pola komunikasi, ritme kerja, selera, bahkan cara seseorang memaknai dunia. Idiosinkrasi sering terlihat sederhana dan remeh, tetapi justru di sanalah letak dasar pembentuk manusia. Karena itu, idiosinkrasi dapat dipahami sebagai unit terkecil dari algoritma keunikan.

Keunikan manusia tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tersusun melalui lapisan-lapisan kecil yang terus berulang dan mengendap. Idiosinkrasi membentuk keunikan, keunikan membentuk karakter, dan karakter pada akhirnya membentuk identitas. Identitas seseorang bukan sekadar nama atau status sosial, melainkan akumulasi dari pola-pola khas yang terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Cara seseorang menyusun kalimat, memilih diam dalam konflik, tertawa pada hal tertentu, atau memandang waktu sebagai sesuatu yang fleksibel maupun ketat, adalah bentuk-bentuk idiosinkrasi. Hal-hal kecil seperti itu sering kali lebih mampu menjelaskan seseorang dibandingkan biodata formalnya. Karena itu manusia sebenarnya lebih kompleks daripada kategori-kategori sosial yang sering dilekatkan kepadanya.

Namun idiosinkrasi bukan sesuatu yang otomatis positif. Ia bersifat netral. Ada idiosinkrasi yang melahirkan kreativitas, kedalaman berpikir, dan empati. Tetapi ada pula idiosinkrasi yang melahirkan egoisme, kekacauan, bahkan destruksi sosial. Oleh sebab itu, tidak semua idiosinkrasi harus dirayakan tanpa batas. Kehidupan bersama tetap membutuhkan norma sebagai pagar agar kekhasan individu tidak berubah menjadi gangguan bagi orang lain.

Dalam konteks manajemen, gagasan tentang idiosinkrasi menjadi penting untuk memahami manusia secara lebih utuh. Banyak organisasi bekerja dengan asumsi bahwa seluruh pekerja harus berada dalam pola yang sama. Sistem kerja sering dibangun terlalu administratif dan seragam. Padahal manusia tidak tumbuh dalam cetakan identik. Setiap individu memiliki ritme dan mekanisme yang berbeda dalam mencapai performa terbaiknya.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Ada satu kebiasaan intelektual yang menarik dari Abdurrahman Wahid ketika membaca peristiwa politik. Ia tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya dari apa yang tampak di permukaan. Dalam tulisannya “Iran yang Tidak Saya Lihat”, Gus Dur justru memulai dari sebuah pengakuan yang sederhana: ia tidak berada di Iran, tidak menyaksikan langsung gejolak yang sedang berlangsung di sana. […]

  • Kajian Entrepreuner : 5 Tips Menjadi Pengusaha Muda oleh Ceo Eksyarprenuer Indonesia

    Kajian Entrepreuner : 5 Tips Menjadi Pengusaha Muda oleh Ceo Eksyarprenuer Indonesia

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kajian entrepreneur dan ngabuburit bulan ramadhan yang dimediasi oleh Kopma Al-Hikmah dengan tema “berbisnis secara syariah Agar hidup menjadi berkah” menghadirkan Arya Nur Fauzi, salah satu pemateri muda dan sukses. Arya memiliki banyak pengalaman dan berprestasi, hingga sekarang ia adalah seorang CEO EKSYARPRENUER Indonesia sekaligus menjabat sebagai sekretaris jenderal DPP Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA). Kegiatan […]

  • PCNU Kota Gorontalo Dukung Penuh Pekan Ekonomi Syariah 2025

    PCNU Kota Gorontalo Dukung Penuh Pekan Ekonomi Syariah 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Gorontalo menyatakan dukungan penuh terhadap Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang diselenggarakan oleh PWNU Gorontalo pada 25–28 Oktober 2025 di halaman Kantor PWNU Gorontalo. Agenda ini bertujuan mempercepat penguatan ekosistem ekonomi umat melalui pengembangan UMKM halal, literasi keuangan syariah, serta kolaborasi pesantrenpreneur. “NU berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi jamaah. Pekan […]

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Gerakan Demonstrasi Mei Berlawan di Kota Ternate, Wagub Malut Temui Massa Aksi Bicarakan Personal Buruh dan Pendidikan 

    Gerakan Demonstrasi Mei Berlawan di Kota Ternate, Wagub Malut Temui Massa Aksi Bicarakan Personal Buruh dan Pendidikan 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Ternate diwarnai dengan aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen gerakan dalam Aliansi Mei Berlawan, Rabu (1/5/2025). Aksi ini menyuarakan persoalan ketenagakerjaan dan akses pendidikan, serta mengecam dominasi oligarki tambang di Maluku Utara. Massa aksi memulai long march dari titik kumpul menuju kediaman Gubernur Maluku Utara, sebelum […]

  • Alasan Nonjob 95 ASN di Sulbar Diungkap Badan Kepegawaian Negara, Layanan Kepegawaian Diblokir

    Alasan Nonjob 95 ASN di Sulbar Diungkap Badan Kepegawaian Negara, Layanan Kepegawaian Diblokir

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Humas BKN menyampaikan bahwa sebagai bentuk penegakan tata kelola manajemen ASN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengambil langkah tegas terhadap kebijakan pembebasan jabatan (nonjob) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Tercatat sebanyak 95 aparatur sipil negara (ASN) terdampak kebijakan tersebut, terdiri dari 51 Pejabat Administrator dan 44 Pejabat Pengawas yang dibebaskan dari jabatan strukturalnya. […]

expand_less