Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Idiosinkrasi

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penghargaan terhadap idiosinkrasi dapat membantu organisasi menemukan potensi tersembunyi pegawainya. Ada pekerja yang unggul dalam tekanan, ada yang justru optimal dalam suasana tenang. Ada yang kuat dalam kerja teknis, ada yang lebih hidup dalam kerja relasional. Ketika organisasi memberi ruang terhadap kekhasan semacam ini, produktivitas tidak lagi lahir dari keterpaksaan, melainkan dari kesesuaian antara manusia dan cara kerjanya.

Manajemen yang baik bukan hanya kemampuan mengatur sistem, tetapi juga kemampuan membaca manusia. Sebab di balik target dan laporan kerja, organisasi pada dasarnya digerakkan oleh kumpulan idiosinkrasi yang saling berinteraksi.

Dalam kehidupan sosial, konsep idiosinkrasi juga memiliki relevansi yang besar. Multikulturalisme sering dipahami sebagai kemampuan menerima perbedaan agama, suku, atau budaya. Padahal fondasi terdalamnya terletak pada kemampuan menerima kekhasan individu. Konflik sosial sering kali tidak muncul karena perbedaan besar, melainkan karena ketidakmampuan menerima kebiasaan kecil yang berbeda dari diri sendiri.

Bikhu Parekh dalam gagasan multikulturalismenya menekankan bahwa masyarakat tidak pernah benar-benar berdiri di atas satu budaya yang tunggal dan dominan. Setiap individu hidup dalam persilangan berbagai pengaruh budaya, dan karena itu tidak ada satu cara hidup yang dapat dipaksakan sebagai standar universal. Multikulturalisme, dalam pandangan Parekh, bukan sekadar pengakuan atas keberagaman yang sudah ada, tetapi juga komitmen untuk membuka ruang dialog antar cara hidup yang berbeda.

Dalam kerangka itu, perbedaan tidak boleh dipahami sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari dinamika kehidupan bersama. Gagasan ini sejalan dengan penghargaan terhadap idiosinkrasi, karena sebelum seseorang menjadi bagian dari identitas kolektif, ia terlebih dahulu hadir sebagai individu dengan kekhasan yang tidak sepenuhnya bisa diseragamkan.

Tentu saja, setiap masyarakat memiliki batas normatif yang berbeda-beda. Idiosinkrasi tetap harus berada dalam ruang sosial yang disepakati bersama. Kebebasan menjadi diri sendiri tidak dapat dijadikan alasan untuk merusak keteraturan publik. Karena itu, peradaban selalu bergerak di antara dua kebutuhan: menjaga sistem bersama dan memberi ruang bagi keunikan manusia.

Manusia tidak pernah benar-benar identik satu sama lain. Di balik wajah sosial yang tampak serupa, setiap orang menyimpan susunan idiosinkrasi yang berbeda. Di situlah kehidupan sosial menjadi dinamis—tidak sepenuhnya seragam, tetapi tetap bisa dijalankan bersama.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran. Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu […]

  • Dari Maros ke Provinsi, Mahasiswa IAI DDI Maros, Raih Juara1 Dai Mitra Polri Sulsel 2026

    Dari Maros ke Provinsi, Mahasiswa IAI DDI Maros, Raih Juara1 Dai Mitra Polri Sulsel 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama IAI DDI Maros dan Polres Maros di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menunjukkan kualitas, daya saing, dan kontribusi positif melalui pengembangan kompetensi di bidang keagamaan. “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. atas amanah ini. Saya mengucapkan terima kasih […]

  • Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Delegasi tersebut dikatakan tiba di Guangzhou, sebuah pelabuhan penting di wilayah selatan China yang sejak lama menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai negeri. Di sana Sa’ad dan rombongannya bertemu dengan Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang. Kaisar menerima delegasi Muslim dengan baik dan memberikan izin bagi mereka untuk menetap serta menjalankan aktivitas keagamaan. Dalam tradisi lokal, […]

  • Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikenal memiliki bentang alam pertanian jagung yang dihiasi hamparan kebun jagung di lereng-lereng bukit. Meskipun indah dipandang mata tetapi pesona kebun jagung itu ternyata menyimpan bahaya besar, yakni erosi permukaan tanah (top soil) karena pengolahan lahan tanpa terasering atau teknik konservasi tanah. Menghadapi kondisi ini, hati Priatno (45) galau. Pria Jawa transmigran asal Banyumas Jawa […]

  • Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo resmi menerapkan program parkir berlangganan sebagai terobosan baru dalam pelayanan perparkiran. Melalui program ini, masyarakat cukup membayar satu kali untuk masa berlaku satu tahun, tanpa perlu lagi mengeluarkan biaya setiap kali memarkir kendaraan di tepi jalan umum. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, menjelaskan bahwa kebijakan […]

  • Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

    Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rahma Diva Febryana
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Dampak dari kebijakan ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga nyata di lapangan. Program bantuan pendidikan seperti KIP-Kuliah berpotensi berkurang, akses pendidikan bagi kelompok rentan semakin terbatas, dan kemungkinan kenaikan biaya kuliah meningkat. Di sektor kesehatan, pemangkasan anggaran dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan dasar. Dalam jangka panjang, pengurangan investasi pada sektor-sektor ini berpotensi menghambat […]

expand_less