Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

  • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 295
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada hadits yang patut direnungkan oleh kita semua, khususnya oleh warga Nahdliyyin yang akhir-akhir ini menyaksikan banyak kejanggalan pada tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Mulai dari konflik internal hingga kasus-kasus yang menyeret para pengurus dan tokohnya.

Nabi bilang begini:

لا تَكُونُوا إمعة تَقولُونَ إِن أحسن النَّاس أحسنا وَإِن ظلمُوا ظلمنَا

“Janganlah kalian menjadi “imma’ah”. Yaitu orang yang menjadi baik jika orang-orang baik, dan berlaku dzalim saat orang-orang dzalim”

Secara sederhana, Imma’ah adalah pribadi-pribadi yang labil. Jika diingatkan akan kekeliruannya ia menjawab: “si A saja begitu”. Dalan kasus kurban Prabowo lalu misalnya. Ketika yang lain secara elegan adu argumen, ada pihak yang malas berpikir berseloroh: “presiden sebelumnya juga begitu”. Itu salah satu contoh imma’ah.

Contoh lain dari sikap Imma’ah adalah pribadi-pribadi yang mengakui banyak identitas demi kepentingan sesaat. Bertemu warga NU dia mengaku NU, bertemu Muhammadiyah dia mengaku Muhammadiyah. Bertemu tokoh partai A mengaku simpatisan partai A, bertemu tokoh partai B mengaku pendukung fanatik partai B. Bertemu timses A dia mengaku dukung A, bertemu timses B dia mengaku pendukung B. Di kepengurusan NU banyak sekali model begini, apalagi menjelang momentum politik dan menjelang Muktamar NU.

Tapi bukan itu yang hendak ditegaskan dalam tulisan ini. Pada kondisi NU tidak seharum tahun-tahun lalu namanya, jangan menjadi Imma’ah. Jangan hanya bangga mengaku NU saat NU di atas ufuk, lalu enggan mengakuinya ketika NU menghadapi persoalan. Apalagi sampai berubah menjadi kebencian terhadap NU hanya karena kecewa pada sebagian pengurus dan tokohnya.

Dalam kelanjutan hadits di atas Nabi bersabda:
وَلَكِن وطنوا أَنفسكُم إِن أحسن النَّاس أَن تحسنوا وَإِن أساؤوا أَن لا تظلموا

“Akan tetapi mantapkanlah identitas kalian. Apabila orang-orang berbuat baik, kalian berbuat baik. Dan apabila mereka berbuat buruk kalian tidak ikut berbuat zalim”

NU tetaplah NU. Organisasi yang mengeluarkan resolusi Jihad membela dan mempertahankan kemerdekaan. Organisasi yang menaungi ribuan pesantren dan melahirkan banyak Ulama, intelektual serta kader-kader muslim mumpuni. Organisasi yang hingga hari ini masih menjadi tempat dan harapan banyak orang.

Jika ada yang aneh dengan kelakuan pengurus atau tokoh-tokohnya, anggap saja itu cobaan atau adzab bagi kita yang memilih dan menokohkan mereka. Di luar itu, NU sebagai jam’iyyah dan jama’ah tetap patut dicintai.

Karena itu, kerja-kerja organisasi harus tetap jalan. Kaderisasi, kegiatan keilmuan, pelayanan, harus tetap jalan.

Penulis : Pengurus LBM PBNU dan Mantan Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah PCNU Maroko
  • Penulis: Abdullah Aniq Nawawi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya. Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu […]

  • Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026). Insiden tabrakan frontal (head-on) ini melibatkan dua mobil dari arah berlawanan dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta empat lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi mobil berwarna hitam jenis Isuzu Panther yang […]

  • Baju Baru Lebaran: Antara Sunnah, Syukur, dan Makna yang Sering Terlupa

    Baju Baru Lebaran: Antara Sunnah, Syukur, dan Makna yang Sering Terlupa

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 494
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional selalu dipenuhi masyarakat yang berburu pakaian baru. Fenomena ini seolah menjadi tradisi yang mengakar, bahwa Lebaran identik dengan baju baru. Bahkan, tak sedikit yang merasa ada yang kurang jika tidak mengenakan pakaian baru saat hari kemenangan tiba. Namun, apakah benar memakai baju baru […]

  • Bukber oleh Funco Tanipu

    Bukber oleh Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Asal muasalnya, bukber atau buka puasa bersama dilaksanakan di tiap masjid saat Ramadan. Lambat laun, perkembangannya menjadi lebih transformatif. Bukber bukan saja soal tradisi buka puasa sebagai bagian dari ritus Ramadan. Bukber hari ini berkembang menjadi praktik sosio-religius yang modern. Jika kita pantau dari timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan berbagai story media […]

  • Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Sepanjang pembacaan saya atas karya-karya Prof. Yusril, beberapa di antaranya: Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam (1999), Membangun Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan (2000), ditambah delapan buku barunya dirilis pada 2026 yang merangkum 50 tahun pemikirannya, serta melihat dari perjalanan panjang beliau dalam panggung politik nasional, saya menangkap satu kesan bahwa beliau bukan sekadar seorang […]

  • Empat Desa di Molalahu Mulolo Merajut Ingatan Bersama di Tengah Isu Lingkungan

    Empat Desa di Molalahu Mulolo Merajut Ingatan Bersama di Tengah Isu Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Komunitas Molalahu Mulolo yang digagas oleh mantan aktivis tahun 2000 menggelar pertemuan bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda di Aula Kantor Desa Molalahu, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan yang dihadiri sekitar 30 tokoh dari empat desa, yakni Molalahu, Molamahu, Toyidito, dan Ayumolingo, ini menjadi ruang konsolidasi bersama […]

expand_less