Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

  • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada hadits yang patut direnungkan oleh kita semua, khususnya oleh warga Nahdliyyin yang akhir-akhir ini menyaksikan banyak kejanggalan pada tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Mulai dari konflik internal hingga kasus-kasus yang menyeret para pengurus dan tokohnya.

Nabi bilang begini:

لا تَكُونُوا إمعة تَقولُونَ إِن أحسن النَّاس أحسنا وَإِن ظلمُوا ظلمنَا

“Janganlah kalian menjadi “imma’ah”. Yaitu orang yang menjadi baik jika orang-orang baik, dan berlaku dzalim saat orang-orang dzalim”

Secara sederhana, Imma’ah adalah pribadi-pribadi yang labil. Jika diingatkan akan kekeliruannya ia menjawab: “si A saja begitu”. Dalan kasus kurban Prabowo lalu misalnya. Ketika yang lain secara elegan adu argumen, ada pihak yang malas berpikir berseloroh: “presiden sebelumnya juga begitu”. Itu salah satu contoh imma’ah.

Contoh lain dari sikap Imma’ah adalah pribadi-pribadi yang mengakui banyak identitas demi kepentingan sesaat. Bertemu warga NU dia mengaku NU, bertemu Muhammadiyah dia mengaku Muhammadiyah. Bertemu tokoh partai A mengaku simpatisan partai A, bertemu tokoh partai B mengaku pendukung fanatik partai B. Bertemu timses A dia mengaku dukung A, bertemu timses B dia mengaku pendukung B. Di kepengurusan NU banyak sekali model begini, apalagi menjelang momentum politik dan menjelang Muktamar NU.

Tapi bukan itu yang hendak ditegaskan dalam tulisan ini. Pada kondisi NU tidak seharum tahun-tahun lalu namanya, jangan menjadi Imma’ah. Jangan hanya bangga mengaku NU saat NU di atas ufuk, lalu enggan mengakuinya ketika NU menghadapi persoalan. Apalagi sampai berubah menjadi kebencian terhadap NU hanya karena kecewa pada sebagian pengurus dan tokohnya.

Dalam kelanjutan hadits di atas Nabi bersabda:
وَلَكِن وطنوا أَنفسكُم إِن أحسن النَّاس أَن تحسنوا وَإِن أساؤوا أَن لا تظلموا

“Akan tetapi mantapkanlah identitas kalian. Apabila orang-orang berbuat baik, kalian berbuat baik. Dan apabila mereka berbuat buruk kalian tidak ikut berbuat zalim”

NU tetaplah NU. Organisasi yang mengeluarkan resolusi Jihad membela dan mempertahankan kemerdekaan. Organisasi yang menaungi ribuan pesantren dan melahirkan banyak Ulama, intelektual serta kader-kader muslim mumpuni. Organisasi yang hingga hari ini masih menjadi tempat dan harapan banyak orang.

Jika ada yang aneh dengan kelakuan pengurus atau tokoh-tokohnya, anggap saja itu cobaan atau adzab bagi kita yang memilih dan menokohkan mereka. Di luar itu, NU sebagai jam’iyyah dan jama’ah tetap patut dicintai.

Karena itu, kerja-kerja organisasi harus tetap jalan. Kaderisasi, kegiatan keilmuan, pelayanan, harus tetap jalan.

Penulis : Pengurus LBM PBNU dan Mantan Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah PCNU Maroko
  • Penulis: Abdullah Aniq Nawawi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gusnar dan Dubes Australia Tanam Jagung Metode SALT

    Gusnar dan Dubes Australia Tanam Jagung Metode SALT

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Duta Besar Australia Mr. Rod Brazier melakukan penanaman jagung untuk program Direct Aid Project (DAP) di Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (22/10/2025). Penanaman jagung dilaksanakan di kebun percontohan penerapan metode Sloping Agricultural Land Technique (SALT) atau teknik pertanian di lahan miring. Program DAP adalah hibah dari pemerintah Australia […]

  • Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Angca Aldafa
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah sering kali diukur dari intensitas pertempuran atau kerugian infrastruktur yang terpampang di permukaan media. Namun, dalam perspektif akuntansi pemerintahan, dampak sesungguhnya terletak pada kemampuan negara dalam mencatat, mengklasifikasikan, dan mempertanggungjawabkan beban fiskal yang ditimbulkan. Angka pengeluaran langsung mulai dari pengadaan alutsista, logistik tempur, hingga rehabilitasi wilayah terdampak hanyalah representasi […]

  • Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Aktivis Gorontalo, Ikbal Kau, menyampaikan kritik keras kepada Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo (Disparprov) karena dinilai tidak profesional dan minim kreativitas dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa serta duta daerah yang berkompetisi di tingkat nasional, Jumat (14/11/2025). Dalam pernyataannya, Ikbal menjelaskan bahwa selama empat bulan terakhir dirinya membangun komunikasi intens dengan pihak Disparprov. Ia mengajukan proposal, melengkapi […]

  • Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    Kevin Lapendos Tegas Bantah Tudingan Gerakan Ditunggangi: “Ini Gerakan Saya, Bukan Pesanan Siapa Pun”

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Di tengah memanasnya isu tambang ilegal (PETI) di Kabupaten Pohuwato, nama aktivis muda Sandri, yang lebih dikenal dengan sebutan Kevin Lapendos, kembali mencuat. Namun kali ini bukan karena aksinya di lapangan, melainkan karena tudingan miring yang mencoba menggiring opini publik seolah-olah gerakannya telah “ditunggangi” oleh pihak tertentu. Sebuah unggahan akun media sosial baru-baru ini menyebut […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Akses terhadap pendidikan adalah hak mendasar dan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Namun di Gorontalo, tantangan anak putus sekolah masih nyata. Faktor sosial-ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pendidikan semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan sosial. Hal […]

expand_less