Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI sekaligus Pengawas Dewan Hakim MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, berfoto bersama para juara usai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Kabupaten Tangerang, Minggu (5/7/2026). MTQ ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 dalam upaya memperkuat kapasitas imam masjid sebagai pemimpin umat dan duta perdamaian.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com-Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten yang digelar pada Minggu (5/7/2026).
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten sekaligus menegaskan komitmen memperkuat kapasitas imam masjid sebagai pemimpin umat dan duta perdamaian.
Acara penutupan turut dihadiri Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI sekaligus Pengawas Dewan Hakim MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, bersama para ulama, tokoh agama, dewan hakim, unsur Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta peserta MTQ dari seluruh wilayah Banten.
Dalam sambutannya, Sabilul Alif menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ Imam Masjid merupakan bentuk penghargaan sekaligus upaya nyata meningkatkan kualitas sumber daya imam sebagai pemimpin umat, penjaga nilai-nilai keislaman, dan perekat persatuan bangsa.
“Imam merupakan garda terdepan dalam membangun karakter umat. Karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas imam harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
MTQ Imam bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana melahirkan imam-imam yang profesional, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Sabilul Alif.
Menurutnya, peran imam masjid saat ini jauh melampaui tugas memimpin salat. Imam juga menjadi pembimbing masyarakat, penyebar nilai-nilai Islam moderat, penjaga kerukunan umat beragama, sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan nasional.
Sementara itu, Hj. Helmi Halimatul Udhmah menekankan bahwa pembinaan imam masjid harus menjadi agenda berkelanjutan karena imam memegang peran sentral dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“MTQ Imam Masjid bukan sekadar ajang memilih yang terbaik, tetapi merupakan ikhtiar membina imam-imam yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik, akhlak yang mulia, serta mampu menjadi teladan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan persatuan bangsa.
Kami berharap para imam terus meningkatkan kapasitas keilmuan, spiritualitas, dan kepemimpinan sehingga masjid benar-benar menjadi pusat pembinaan umat dan peradaban,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan hakim, dan panitia yang telah menyelenggarakan MTQ secara profesional, objektif, dan berintegritas.
Diikuti 221 Imam, Lahirkan Tujuh Juara Terbaik
MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten merupakan salah satu program strategis dalam meningkatkan kompetensi imam masjid. Sebanyak 221 imam dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti seleksi secara daring.
Dari jumlah tersebut, 180 peserta lolos ke babak penyisihan, sebelum akhirnya 28 finalis bertanding pada babak final di tujuh cabang musabaqah.
Ketujuh cabang tersebut meliputi Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Hifzh Al-Qur’an 15 Juz, Hifzh Al-Qur’an 30 Juz, Tafsir Al-Qur’an, Khutbah Jumat, dan Adzan.
Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim Nomor 006/DH/MTQ IMAM MASJID/VII/2026, para juara pertama adalah:
- Tartil Al-Qur’an: Ahmad Saripudin (Masjid Baitul Izzah)
- Tilawah Al-Qur’an: Muhammad Al-Muizul Kahfi (Masjid Jami’ Al-Muawanah Rangkasbitung, Lebak)
- Hifzh 15 Juz: Muhammad Fauzi (Masjid Al-Hajar Mudhiya)
- Hifzh 30 Juz: Arbi Aziz Pamungkas (Masjid Birrul Walidain)
- Tafsir Al-Qur’an: Ahmad Dzaky Mufakkir (Masjid Al Hikmah)
- Khutbah Jumat: Khaerul Anwar (Masjid Al Muhajirin Gedong Kaloran)
- Adzan: Arif Rohman (Masjid Al-Ikhlas)
Keputusan tersebut dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim, Dr. H. Muhammad Ramli Massenge, M.A., dan dinyatakan bersifat final.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar