Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas Gelar Seminar Program Kerja untuk Bangun Ketahanan Lingkungan di Desa Pajukukang

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 152
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Maros –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Pajukukang resmi mengawali rangkaian pengabdian kepada masyarakat melalui Seminar Rancangan Program Kerja yang digelar di Kantor Desa Pajukukang, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–12.00 WITA itu dihadiri Kepala Desa Pajukukang, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dosen pendamping kegiatan, penyuluh BKKBN, kepala dusun, pendamping desa, ketua RT, Karang Taruna, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

KKN Tematik Perubahan Iklim Posko Desa Pajukukang dibimbing oleh Dosen Pendamping Kegiatan, Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si. Tim mahasiswa terdiri atas A.M. Fatih Farhat (Teknik Kelautan) selaku Koordinator Desa, Siti Sarah (Akuntansi), Nurfitriani (Peternakan), Magfirah Tahrim (Kesehatan Masyarakat), Siti Nurhaliza (Ilmu Hukum), dan Sulham Enggar Hidayat (Manajemen).

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa mengusung program yang berfokus pada pelestarian ekosistem pesisir dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi penanaman bibit mangrove, pemetaan titik tanam mangrove menggunakan GPS dan Google Maps, pemasangan papan informasi jenis mangrove, pelatihan monitoring mangrove, pembuatan ecobrick, pembuatan eco enzyme, program Waste Care berupa penyediaan tempat sampah terpilah dan alat pengepres botol plastik, serta sosialisasi pengelolaan sampah.

Seluruh program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Pajukukang sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Program KKN Tematik Perubahan Iklim ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan Tujuan 14 tentang Ekosistem Laut.

Melalui konservasi mangrove, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa A.M. Fatih Farhat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pajukukang dan masyarakat atas sambutan serta dukungan yang diberikan kepada mahasiswa KKN.

Ia berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat terlaksana melalui kolaborasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dosen Pendamping Kegiatan Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si. menekankan pentingnya penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan setiap program yang akan dijalankan.

Mewakili Pemerintah Desa Pajukukang, Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan seluruh program agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan penyampaian masukan dari para peserta. Berbagai saran yang muncul akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum seluruh program diimplementasikan selama masa KKN.

Seminar Rancangan Program Kerja ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, program-program yang telah dirancang diharapkan tidak hanya berjalan selama masa KKN, tetapi juga mampu mendorong terwujudnya Desa Pajukukang yang lebih peduli terhadap lingkungan serta tangguh dalam menghadapi perubahan iklim.

  • Penulis: Hardiansyah
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator Kontras di Jakarta Pusat

    Polri Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator Kontras di Jakarta Pusat

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat berupa penyiraman air keras terhadap AY yang diketahui sebagai Wakil Koordinator Kontras. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di wilayah Jakarta Pusat. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa […]

  • Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 150
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bhabinkamtibmas Desa Ilomangga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Bripka Efendi Gusasi, SH, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan usai memfasilitasi mediasi penyelesaian dugaan pencemaran nama baik yang berlangsung di Kantor Desa Ilomangga, Rabu (10/6/2026). Kasus tersebut bermula dari beredarnya […]

  • Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 4,5 jam pada Jumat (30/1/2026). Pemeriksaan tersebut terkait penyidikan dugaan korupsi dalam penetapan kuota haji. Gus Yaqut tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB dan meninggalkan lokasi pemeriksaan pada […]

  • Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 237
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru […]

  • Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kebijakan yang Menuai Tanya  Beberapa waktu terakhir, masyarakat Gorontalo dikejutkan oleh pernyataan Walikota yang memperkenankan pedagang berjualan di trotoar di ruas Jalan eks Andalas (John Ario Katili) dan Tanggidaa (Cokroaminoto). Pernyataan tersebut, meski berniat baik untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), justru menimbulkan pertanyaan di kalangan pemerhati tata kota, arsitek, dan masyarakat umum: Apakah […]

  • Beban Langit

    Beban Langit

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua laporan keuangan: yang satu laporan arus kas, yang lain laporan arus “ke atas”. Yang pertama bikin kepala pening, yang kedua bikin hati bening. Di antara keduanya, manusia sering keliru membedakan mana beban operasional, mana beban langit. Dalam akuntansi, kita mengenal beban (expense) sebagai pengurang laba. Listrik naik, harga cabai melonjak, […]

expand_less