Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas Gelar Seminar Program Kerja untuk Bangun Ketahanan Lingkungan di Desa Pajukukang

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 199
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Maros –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Pajukukang resmi mengawali rangkaian pengabdian kepada masyarakat melalui Seminar Rancangan Program Kerja yang digelar di Kantor Desa Pajukukang, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–12.00 WITA itu dihadiri Kepala Desa Pajukukang, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dosen pendamping kegiatan, penyuluh BKKBN, kepala dusun, pendamping desa, ketua RT, Karang Taruna, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.

KKN Tematik Perubahan Iklim Posko Desa Pajukukang dibimbing oleh Dosen Pendamping Kegiatan, Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si. Tim mahasiswa terdiri atas A.M. Fatih Farhat (Teknik Kelautan) selaku Koordinator Desa, Siti Sarah (Akuntansi), Nurfitriani (Peternakan), Magfirah Tahrim (Kesehatan Masyarakat), Siti Nurhaliza (Ilmu Hukum), dan Sulham Enggar Hidayat (Manajemen).

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa mengusung program yang berfokus pada pelestarian ekosistem pesisir dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi penanaman bibit mangrove, pemetaan titik tanam mangrove menggunakan GPS dan Google Maps, pemasangan papan informasi jenis mangrove, pelatihan monitoring mangrove, pembuatan ecobrick, pembuatan eco enzyme, program Waste Care berupa penyediaan tempat sampah terpilah dan alat pengepres botol plastik, serta sosialisasi pengelolaan sampah.

Seluruh program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Pajukukang sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Program KKN Tematik Perubahan Iklim ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan Tujuan 14 tentang Ekosistem Laut.

Melalui konservasi mangrove, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa A.M. Fatih Farhat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pajukukang dan masyarakat atas sambutan serta dukungan yang diberikan kepada mahasiswa KKN.

Ia berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat terlaksana melalui kolaborasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dosen Pendamping Kegiatan Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si. menekankan pentingnya penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan setiap program yang akan dijalankan.

Mewakili Pemerintah Desa Pajukukang, Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan seluruh program agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan penyampaian masukan dari para peserta. Berbagai saran yang muncul akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum seluruh program diimplementasikan selama masa KKN.

Seminar Rancangan Program Kerja ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, program-program yang telah dirancang diharapkan tidak hanya berjalan selama masa KKN, tetapi juga mampu mendorong terwujudnya Desa Pajukukang yang lebih peduli terhadap lingkungan serta tangguh dalam menghadapi perubahan iklim.

  • Penulis: Hardiansyah
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

  • Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan

    Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026–2031. Pengumuman tersebut berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam. Pengumuman dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta […]

  • Siapa Figur Pemecah Kebuntuan di Muktamar NU?

    Siapa Figur Pemecah Kebuntuan di Muktamar NU?

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Sonny Madjid
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Residu polemik Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterima oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diprediksi masih terasa hingga pelaksanaan Muktamar NU 2026, yang dijadwalkan Agustus atau Desember mendatang. Selain persoalan IUP batu bara, kehadiran sejumlah tokoh luar negeri yang diduga pendukung zionis Israel sebagai narasumber dalam kaderisasi NU ikut menjadi masalah. Dua hal tersebut yang […]

  • Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo Play Button photo_camera 4

    Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah kedai kopi baru bernama Tempat Kemarin perlahan menjelma menjadi ruang favorit anak muda lintas generasi di Kota Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga umum, kedai ini ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari. Terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, posisi kedai ini terbilang sangat strategis. Di […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

  • Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Ada hadits yang patut direnungkan oleh kita semua, khususnya oleh warga Nahdliyyin yang akhir-akhir ini menyaksikan banyak kejanggalan pada tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Mulai dari konflik internal hingga kasus-kasus yang menyeret para pengurus dan tokohnya. Nabi bilang begini: لا تَكُونُوا إمعة تَقولُونَ إِن أحسن النَّاس أحسنا وَإِن ظلمُوا ظلمنَا “Janganlah kalian menjadi “imma’ah”. Yaitu […]

expand_less