Mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 Gelar Penanaman Mangrove di Desa Pajukukang
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Penanaman Mangrove di kawasan pesisir Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan mangrove. Penanaman dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Bibit mangrove ditanam pada kawasan pesisir yang menjadi lokasi rehabilitasi untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pantai. Melalui kegiatan ini, mahasiswa bersama masyarakat melakukan penanaman secara langsung sebagai upaya memperkuat fungsi mangrove dalam melindungi pantai dari abrasi, menjaga habitat berbagai jenis biota pesisir, serta meningkatkan kemampuan kawasan pesisir dalam menyerap karbon. Selain menjadi bentuk pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga vegetasi mangrove yang telah ditanam.
Koordinator Posko KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, A. M. Fatih Farhat, mahasiswa Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah nyata yang melengkapi kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Penanaman mangrove ini menjadi bentuk aksi nyata dari edukasi yang telah kami lakukan. Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya mangrove, tetapi juga ikut berperan dalam menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Fatih.
Kegiatan penanaman berlangsung dengan melibatkan masyarakat yang secara bersama-sama menanam bibit mangrove di titik yang telah ditentukan. Pendampingan selama proses penanaman dilakukan untuk memastikan bibit ditanam dengan teknik yang tepat sehingga memiliki peluang tumbuh yang baik. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antara mahasiswa, instansi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal dalam memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir secara berkelanjutan di Desa Pajukukang.
- Penulis: Hardiansyah

Saat ini belum ada komentar