Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 12
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – JOMBANG – Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026  mempertemukan ratusan santri, kiai, pengajar madrasah, dan pegiat komunitas lintas iman.

Agenda ini merangkum berbagai kegiatan, mulai dari Majelis Keadilan Ekologi, Fun Games, hingga Kelas Ekologi, sebagai ruang konsolidasi pemecahan masalah lingkungan hidup. Di dalam Kelas Ekologi, krisis lingkungan langsung dibedah melalui praktik pengolahan di lapangan.

Pembahasan dibuka dari penanganan limbah komunal pesantren yang volumenya dapat mencapai puluhan ton per bulan. Pengasuh Pesantren Annuqayah Sumenep, Gus Sholahuddin Wahid atau Ra Mamak, menegaskan penyelesaian masalah ini menuntut regulasi dari pucuk pimpinan.

Langkah pertamanya adalah menanamkan budaya menolak potensi sampah (refuse) sejak dari sumbernya, sebelum masyarakat melangkah ke tahap mendaur ulang.

“Sampah adalah kita, kita adalah santri. Santri tidak boleh keluar dari pesantren, sampah pun juga,” kata Ra Mamak.

Ia mengingatkan bahwa persoalan teknis dan teknologi pengolahan menempati urutan kesekian setelah pemahaman dan kesadaran berhasil ditanamkan kepada para santri. Praktik baik ini telah ia terapkan secara disiplin dalam mendidik santri di Sumenep.

Penanganan limbah lalu ditarik ke skala rumah tangga oleh Hendrikus Hari Wantoro. Kehadirannya mempertegas praktik kolaborasi lintas iman dalam merawat ekosistem lingkungan.

Hendrikus menunjukkan cara kerja ember tumpuk, banana circle, dan Losida (Lodong Sisa Dapur) untuk mengurai kotoran organik. Alam pada dasarnya telah memiliki sistem untuk membereskan limbahnya sendiri. Tugas manusia adalah memilah jenis kotoran tersebut secara disiplin agar proses pembusukan alami

berjalan sempurna tanpa menimbulkan penyakit.

Praktik pemilahan ini dijabarkan spesifik oleh fasilitator GUSDURian Yogyakarta, Pandu dan Hafi. Mereka membedah klasifikasi limbah menggunakan contoh barang di sekitar pesantren, salah satunya peci santri yang sudah rusak. Lapisan mika dan plastik di dalam kopiah membuatnya masuk ke dalam kategori residu yang sulit terurai.

Sebelum memandu praktik pengomposan menggunakan keranjang Takakura dan pipa biopori, fasilitator mengajak peserta menonton film pendek dari Ravacana Friends mengenai dinamika warga yang kerap membuang kotoran sembarangan guna memantik refleksi personal.

GUSDURian Lombok Tengah datang membawa solusi untuk sisa makanan dapur. Bang Jali, fasilitator kelas ini, memanfaatkan larva lalat tentara hitam (black soldier fly) atau maggot.

Maggot sanggup melahap sisa makanan organik dengan sangat cepat sehingga menekan timbulnya bau busuk di area dapur. Larvanya yang kaya protein bernilai tinggi sebagai pakan alternatif ternak. Bang Jali menyebut produksi telur ayam di salah satu desa binaannya melonjak tajam dari satu butir menjadi lima belas butir setelah rutin mengkonsumsi maggot.

Di kelas yang sama, sisa bahan dapur seperti ampas bumbu lengkuas diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Cairan fermentasi ini berfungsi ganda, menjadi nutrisi penyubur tanaman sekaligus manjur sebagai insektisida alami pengusir serangga dan tikus.

Pengelolaan limbah cair rumah tangga berlanjut pada minyak jelantah sisa penggorengan. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan mematikan kesuburan tanah dan mencemari ekosistem sungai. Merespons persoalan ini, fasilitator GUSDURian Majalengka, Intan, memandu peserta menjernihkan minyak bekas pakai menggunakan rendaman arang selama satu pekan.

Cairan tersebut disaring dari kotoran, dicetak, dan diberi pewangi alami dari bahan kebun rumahan. Cairan beracun tersebut akhirnya berubah menjadi lilin aromaterapi yang aman digunakan dan memiliki nilai jual ekonomi.

GUSDURian Mojokerto menangani urusan sampah anorganik melalui manajemen Bank Sampah. Fasilitator kelas, Ilul, meminta warga merespons masalah lingkungan dengan tepat, tanpa terjebak pada pencarian nilai ekonomi saat mengumpulkan botol, kardus, atau plastik bekas.

Tujuan utama pendirian bank sampah harus difokuskan pada upaya menahan volume limbah agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir. Nilai tukar rupiah dari sampah yang disetorkan harus diposisikan sebagai hasil sampingan dari tanggung jawab komunal.

Pembahasan ekologi di festival ini menjangkau persoalan kemandirian ekonomi dan inklusi sosial. Di area halaman terbuka, Irfan Maulana dari GUSDURian Tasikmalaya mendemonstrasikan proses pengolahan biji kopi.

Ia menceritakan sebuah perkebunan kopi di lereng perbatasan Tasikmalaya dan Garut yang kini dikelola mandiri oleh anak-anak dari jemaat Ahmadiyah. Program pemberdayaan hulu-hilir kopi ini dirintis setelah kelompok rentan tersebut berhadapan dengan diskriminasi saat hendak mendaftar ke sekolah formal.

Pengelolaan kebun kopi akhirnya menjadi ruang pendidikan inklusif bagi mereka untuk belajar kewirausahaan. Di sela-sela rutinitas menyeduh kopi murni, Irfan menyempatkan diri mengingatkan para guru dan santri untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi kopi saset demi menjaga kesehatan tubuh.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satlantas Polres Maros Segera Bertindak!.Antrean Panjang Truk Mengisi BBM tak kunjung usai hingga Menyebabkan kemacetan hingga Kecelakaan

    Satlantas Polres Maros Segera Bertindak!.Antrean Panjang Truk Mengisi BBM tak kunjung usai hingga Menyebabkan kemacetan hingga Kecelakaan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros– Antrean truk yang mengular di depan SPBU Maros Menimbulkan kemacetan hingga memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jalan poros Maros-Makassar Butta toa Maros, kamis 30/07/2026 Malam. Menurut keterangan saksi, kecelakaan terjadi saat antrean truk tangki di SPBU sudah memanjang hingga badan jalan. Pada saat yang bersamaan, sepeda motor yang melaju dari arah utara tidak […]

  • Survei BI: Penjualan Ritel Mulai Pulih pada Mei 2026, Makassar dan Manado Tumbuh Positif

    Survei BI: Penjualan Ritel Mulai Pulih pada Mei 2026, Makassar dan Manado Tumbuh Positif

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan ritel pada Mei 2026 mulai menunjukkan pemulihan. Meski masih mengalami kontraksi secara tahunan, penjualan eceran diproyeksikan membaik dibandingkan bulan sebelumnya, didorong meningkatnya permintaan masyarakat selama periode hari besar keagamaan. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE), Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2026 diperkirakan mencapai 225,0 atau terkontraksi 3,2 […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama (NU) terletak pada watak moderatnya yang mampu menjembatani peradaban Timur dan Barat. Hal tersebut disampaikan dalam momentum Halal Bihalal PB IKA PMII yang menjadi ajang konsolidasi strategis alumni dalam membaca arah kepemimpinan NU ke depan. “Wajar jika Alumni PMII membahas dan mempersiapkan […]

  • Wacana Pilkada Lewat DPRD Dinilai Bertentangan dengan Putusan MK

    Wacana Pilkada Lewat DPRD Dinilai Bertentangan dengan Putusan MK

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 348
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Wacana sejumlah partai politik besar untuk mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD dinilai bertentangan dengan konstitusi dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK Nomor 110/PUU-XXII/2025 secara tegas menempatkan pilkada sebagai bagian dari rezim pemilu yang harus dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo, Eka Putra B. Santoso, […]

  • Ketika Alam Bicara

    Ketika Alam Bicara

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah. Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang […]

  • Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 262
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros– Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maros kembali membuahkan hasil nyata. Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertras) Maros secara resmi menyerahkan sertifikat kelulusan kepada 48 peserta yang telah berhasil menuntaskan program pelatihan vokasi yang berlangsung pada 23–31 Oktober 2025 lalu. Acara […]

expand_less