Sejak 2002, Kelompok Tani Putra Matindok Perjuangkan Kepastian Lahan
- account_circle Rhandu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak

Aktivitas dan lahan yang menjadi objek persoalan Kelompok Tani Putra Matindok di wilayah Kobo-kobou, Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GORONTALO.COM, BANGGAI – Persoalan kepastian batas dan status lahan di wilayah Kobo-kobou, Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, masih menjadi perhatian Kelompok Tani Putra Matindok. Kelompok tani tersebut mengaku telah menguasai dan mengusahakan lahan sejak 2002, tetapi hingga kini masih membutuhkan kejelasan mengenai status dan batas bidang tanah mereka.
Bagi para petani, lahan tersebut bukan sekadar aset, melainkan sumber penghidupan keluarga yang dibangun melalui kerja keras selama bertahun-tahun.
Persoalan mulai berkembang ketika PT Pertamina EP melakukan pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan jalur pipa ROW (Right of Way)-Flowline Matindok dan Maleo Raja.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kelompok Tani Putra Matindok, proses pembahasan pengadaan tanah telah berlangsung sejak 2008.
Pada 23 April 2008, kelompok tani menggelar musyawarah di Kantor Desa Nonong untuk membahas harga tanah dan tanaman tumbuh. Selanjutnya, pada Mei 2008, PT Pertamina EP melalui pihak ketiga melakukan pembayaran terhadap tanaman tumbuh milik petani.
Proses tersebut berlanjut pada 1 Juli 2010. Saat itu, PT Pertamina EP bersama pemerintah daerah setempat melaksanakan sosialisasi dan negosiasi dengan para pemegang hak atau pihak yang menguasai tanah terkait rencana pengadaan lahan untuk pembangunan jalur pipa.
Kemudian, pada Agustus 2010, pembayaran dilakukan terhadap sebagian tanah milik atau yang dikuasai anggota kelompok tani untuk kepentingan pembangunan jalur pipa.
Namun, rangkaian proses tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan yang kini dipertanyakan kelompok tani.
- Penulis: Rhandu
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar