Breaking News
dark_mode
Trending Tags

UNU Gorontalo Dampingi Petani Atasi Konflik Satwa

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo yang melakukan penanaman papaya di batas ladang Masyarakat dengan kawasan hutan.

Penanaman buah ini merupakan upaya untuk meredam konflik satwa liar dan petani yang hingga kini belum mampu diatasi.

Mahasiswa ini menanam bibit papaya dengan jarak tertentu pada bidang lahan, sehingga saat pohon besar dan berbuah nanti kawasan ini menjadi sumber makan bagi monyet, sehingga satwa ini diharapkan tidak sampai menuju ladang produktif warga.

“Cukup di kawasan yang ditumbuhi papaya ini kelompok monyet ini sudah kenyang, ini upaya yang masih dicoba untuk mengurangi konflik,” kata Ikraeni Safitri Kepala Program Studi Konservasi Hutan UNU Gorontalo, Minggu (6/7/2025).

Ikraeni mengungkapkan upaya ini dilakukan di Dusun Limu Desa Bihe Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo. Daerah ini merupakan kawasan penyangga Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie yang menjadi satu kesatuan bentang alam dengan Suaka Margasatwa (SM) Nantu.

Konflik satwa dengan para petani di dusun ini cukup tinggi, setiap hari para petani menjaga ladang mereka untuk menjaga agar monyet tidak merusak tanaman jagung. Konflik satwa ini terjadi setiap hari sepanjang tahun.

Menariknya, pembuatan barrier atau pembatas untuk mencegah monyet masuk ke lahan warga mahasiswa magang justru menyediakan sumber pakan yang berlimpah, bahkan berlebih untuk satwa liar ini.

Dipilihnya buah papaya karena tanaman ini berbuah sepanjang tahun yang dapat menyediakan pakan untuk kelompok monyet yang menjelajah hingga ke ladang petani.

“Kami tidak membuat pagar yang menghalangi satwa liar, kami menyediakan makanan yang berlebih. Setelah makan diharapkan kelompok monyet ini akan kembali ke hutan,” tutur Ikra.

Pepaya yang ditanam ini dalam jumlah banyak, tidak hanya satu hingga tiga pohon yang berbaris memanjang.

Ikra menjelaskan konflik satwa di kawasan penyangga memang masalah yang pelik dan komplek, apalagi monyet salah satu jenis primata yang memiliki kecerdasan dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar manusia.

Untuk itu UNU Gorontalo melakukan kolaborasi dengan petani, Agraria Institute Gorontalo sebuah lembaga lokal yang mendampingi petani melakukan transformasi dari pola monokultur jagung ke tanaman tahunan melalui dukungan pendanaan dari Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia.

Yati Ismail salah seorang mahasiswa magang di Dusun Limu ini mengatakan sebelum melakukan penenaman buah papaya di lahan, mereka telah mendiskusikan dengan petani. Hasil diskusi ini menjadi uji coba dalam mengatasi masalah konflik satwa liar ini.

“Awalnya kami juga turun ke ladang menjaga monyet bersama petani, memperhatikan perilaku satwa tersebut,” tutur Yati yang ditemani Sri Indriani Palu, mahasiswa magang UNU Gorontalo juga.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi. Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar […]

  • DPP GENINUSA Angkat Bicara Soal Penahanan Halim Ali Yang di Tahan Oleh Kejati Sumatra Selatan

    DPP GENINUSA Angkat Bicara Soal Penahanan Halim Ali Yang di Tahan Oleh Kejati Sumatra Selatan

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santri Preuner Nusantara (DPP GENINUSA), angkat bicara soal penahanan Haji Halim Ali di rutan pakjo palembang dalam kondisi kesehatan yang kurang membaik. Faizal Habeba Kordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA mengungkapkan, bahwa penahanan yang dilakukan oleh kejaksaan tinggi sumatera selatan tehadap Haji Halim Ali harus di pertimbangkan dalam sisi kemanusiaan. […]

  • Pengelolaan APBD Gorontalo Prioritaskan Agro-maritim

    Pengelolaan APBD Gorontalo Prioritaskan Agro-maritim

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memastikan pelaksanaan APBD 2025 saat ini akan bergerak dinamis. Selain disusun sebelum pelantikan dirinya bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, kondisi fiskal mengalami efisiensi yang membutuhkan penyesuaian di berbagai jenis belanja. “Pengelolaan anggaran tahun ini akan berlangsung dinamis dan penuh penyesuaian. Namun kita tetap optimis untuk mencapai target-target pembangunan secara […]

  • 25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengungkapkan sebanyak 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Gorontalo ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional. Penutupan tersebut disebabkan belum terpenuhinya sejumlah persyaratan utama, di antaranya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum sesuai standar serta belum dimilikinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal itu […]

  • Kemarahan di Paruh Ramadan

    Kemarahan di Paruh Ramadan

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jokowi dikenal sebagai presiden yang tanpa malu-malu melakukan manuver pengerahan polisi dalam pemenangan Pilpres 2024. Publik pun dengan sinis dan sarkas menyebut ada fenomena “NKRI” alias  “negara kepolisian republik indonesia”. Bahkan mengolok kepolisian sebagai “partai cokelat” alias parcok yang memenangkan wapres fufufafa dan dinasti Jokowi. Kini Prabowo mendorong fungsi baru bagi TNI dalam kehidupan sosial […]

  • Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dinda Rahma Filah
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Terkadang, yang paling berbahaya dalam pengelolaan keuangan negara bukan hal-hal yang terlihat besar dan sering dibicarakan. Justru, yang diam mengendap dan jarang diperhatikan bisa memiliki dampak yang tidak kalah serius. Hal ini bisa kita lihat dalam pengelolaan APBN Indonesia saat ini, terutama saat membahas idle cash, yaitu dana yang terlalu lama “parkir” tanpa kejelasan digunakan […]

expand_less