Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 53
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikenal memiliki bentang alam pertanian jagung yang dihiasi hamparan kebun jagung di lereng-lereng bukit.

Meskipun indah dipandang mata tetapi pesona kebun jagung itu ternyata menyimpan bahaya besar, yakni erosi permukaan tanah (top soil) karena pengolahan lahan tanpa terasering atau teknik konservasi tanah.

Menghadapi kondisi ini, hati Priatno (45) galau. Pria Jawa transmigran asal Banyumas Jawa Tengah ini menyimpan kegundahan tentang masa depan pertanian palawija di desanya. Ia tinggal di Dusun Permai nomor 15 Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi.

Sebagai seorang guru sekaligus petani ia sudah lama merasakan biaya pertanian jagung setiap tahun naik, sementara produksi jagung cenderung menurun karena kesuburan tanah terus merosot. Kegalauan hatinya semakin menjadi-jadi menghadapi kenyataan harga komoditas jagung ini selalu mengecewakan.

Priatno bertekad untuk keluar dari situasi itu.

Momentum untuk berubah datang pada akhir tahun 2023 ketika harga biji kakao kering di tingkat petani melejit ke harga 100.000 per kg dari sebelumnya hanya sekitar 30.000 per kg.

Bahkan selama periode tahun 2024 petani kakao di Kabupaten Pohuwato, terutama di Kecamatan Taluditi dan Kecamatan Wanggarasi sempat menikmati harga 190.000 per kg. Dalam 15 bulan terakhir harga kakao di tingkat petani masih cukup tinggi antara Rp80-100 juta per ton.

Kenaikan harga kakao bagi Priatno hanyalah salah satu pemicu perubahan pola bertani dari petani jagung dan palawija yang akhir-akhir ini semakin rentan dengan kerusakan lingkungan serta anomali cuaca.

“Hujan semalam saja sudah cukup menimbulkan banjir belakangan ini,” kata Priatno, Minggu (6/7/2025).

Bencana banjir menjadi langganan karena sunga-sungai di sekitar desa mendangkal serta menyempit dipenuhi sedimen tanah dari areal pertanian dari lereng-lereng bukit selama berpuluh-puluh tahun. Ditambah aktivitas tambang liar yang beroperasi di hulu sungai membuat kondisi lingkungan semakin rapuh.

Pertanian jagung monokultur di lereng-lereng bukit ternyata bukan pertanian yang berkelanjutan,

Priatno memutuskan untuk berubah. Perubahan itu dimulai dengan membuat penangkaran benih kakao di pekarangan rumanhya. Awalnya untuk memenuhi kebutuhan bibit sendiri.

“Kami mengetahui tanaman kakao dari saluran media sosial, serta menimba ilmu dari petani kakao di sekitar desa,” ungkap Priatno.

Priatno menceritakan pada awalnya ia menangkarkan 1.000 benih kakao untuk ditanam di lahan sendiri.

Empat bulan kemudian, Faqih (19) anak laki-lakinya mendapat kesempatan dari Perhimpunan Burung Indonesia untuk mengikuti program training of trainer (ToT) budidaya kakao yang berkelanjutan.

Ia bersama 22 orang calon key farmer atau petani andalan lainnya yang terseleksi dari 11 desa di Kabupaten Pohuwato dikirim ke Mars Cocoa Academy, Luwu Timur, Sulawesi Selatan untuk mendalami agronomi tanaman kakao.

Berbekal keterampilan agronomi yang mumpuni serta adanya tren permintaan bibit kakao berkualitas yang meningkat, rombongan kecil petani ini kemudian kompak meningkatkan kapasitas penangkaran benihnya menjadi 20.000 per semester atau 40.000 benih per tahun.

Klon kakao yang mereka kembangkan adalah klon kakao yang telah terbukti cocok di Sulawesi, seperti klon kakao MCC-02, klon S-2, klon ICCRI, serta BB-01.

Berbekal penguasaan teknik grafting atau sambung pucuk dan side grafting atau sambung samping yakni teknik untuk memperbaiki genetik tanaman muda dan tanaman tua, mereka juga sudah mulai menangkarkan benih pengaya kebun kakao seperti durian monthong, alpokat unggul, serta nangka.

Penganekaragaman bibit unggul dari fasilitas pengangkaran ini dimaksudkan agar petani kakao dapat membuat kebun kakao agroforestri yang multihasil.

Selain dari kakao petani juga dapat penghasilan tambahan dari unit lahan yang sama dari durian, alpukat serta tanaman buah-buahan lainnya.

Perbaikan Lingkungan dan Ekonomi

Keberadaan fasilitas pemuliaan tanaman atau penangkaran bibit tanaman unggul ini di tingkat desa turut mendorong perbaikan lingkungan.

Lahan-lahan miring yang dulunya monokultur jagung, perlahan-lahan menjadi tanaman perkebunan yang menguntungkan serta ramah lingkungan.

Selain manfaat lingkungan, Priatno dan anaknya dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Tahun 2024 sebanyak 8.000 bibit kakao telah berhasil dijual dengan harga 14.000 per pohon. Nilai transaksinya menccapai Rp112 juta.

Modal rata-rata untuk menghasilkan bibit kakao unggul dari mulai tahap penyemaian hingga bibit siap tanam Rp5.000 per pohon.

Dengan demikian keuntungan dari transaksi 7.000 benih kakao yang terjual tahun lalu mencapai Rp72 juta .

Dengan keuntungan yang cukup menjanjikan tersebut, Faqih sang anak, telah mengajak key farmer dari desa tetangga untuk bekerja di fasilitas pembibitan sehingga saat ini fasilitas pembibitan dikelola oleh tiga orang.

Masniar Tahudin seorang pendamping program kakao berkelanjutan dari Perhimpunan Burung Indonesia. Ia mengatakan pada tahun 2024 lembaganya menyelenggarakan sekolah lapang praktik baik pertanian kakao di Desa Puncak Jaya.

“Sekolah lapang ini melibatkan 53 petani, Priatno dan Faqih adalah bagian dari kelompok tani kakao yang di dampingi Perhimpunan Burung Indonesia,” ujar Masniar Tahudin.

Marahalim Siagian staf Perhimpunan Burung Indonesia yang dihubungi terpisah mengatakan sekitar 65 persen lahan pertanian di Desa Puncak Jaya adalah lahan miring serta desa Puncak Jaya adalah hulu Sungai Randangan—sungai utama di Kabupaten Pohuwato.

“Pertanian agroforestri berbasis kakao di lahan miring sangat relevan saat ini untuk menjawab kerusakan lingkungan yang kian parah,” kata Marahalim.

Marahalim menjelaskan bahwa para petani tanpa harus meninggalkan komoditas jagung, dua komoditas ini masih dapat berdampingan hingga usia tanaman kakao 2 tahun.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan […]

  • Panas Bumi vs Panas Hati

    Panas Bumi vs Panas Hati

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Di negeri +62 ini, kadang yang panas bukan cuma bumi, tapi juga hati rakyat. Apalagi kalau yang panas itu proyek panas bumi, lalu terdengar kabar bahwa yang mengelola adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. Waduh. Ini bukan sekadar energi terbarukan, ini energi perdebatan. Sebagai bangsa yang sejak dulu tegas mendukung Palestina, kita ini unik. Secara […]

  • NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Eksistensi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di dunia tengah menghadapi ujian eksistensial yang menempatkannya pada persimpangan jalan sejarah yang krusial. Memasuki akhir tahun 2025, organisasi ini terjebak dalam pusaran konflik internal yang melibatkan dua pilar utamanya, jajaran Syuriyah yang merepresentasikan otoritas ulama dan jajaran Tanfidziyah sebagai pelaksana organisatoris. Ketegangan ini bukan sekadar perselisihan […]

  • DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Kepemudaan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPRD ke-67 yang digelar, Senin (29/12/2025). Rapat paripurna tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran pemerintah daerah dan anggota […]

  • Harga Sembako di Gorontalo Terpantau Fluktuatif, Cabai dan Minyak Goreng Catat Pergerakan Signifikan

    Harga Sembako di Gorontalo Terpantau Fluktuatif, Cabai dan Minyak Goreng Catat Pergerakan Signifikan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Gorontalo terus mengalami fluktuasi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Pemantauan terbaru menunjukkan beberapa komoditas kebutuhan pokok naik, sementara yang lain cenderung stabil atau turun. Pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional Gorontalo antara lain: Cabai rawit sekitar Rp61,7 […]

  • Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    Sebanyak Delapan RS di Gorontalo Ikuti Reasesment Reviu

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Gorontalo melakukan re-assesment reviu kelas terhadap delapan rumah sakit yang tersebar di wilayah provinsi tersebut. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan delapan direktur rumah sakit terkait penyesuaian kelas rumah sakit tahun 2025. Pelaksanaan re-assesment ini disampaikan oleh Kepala […]

expand_less