Breaking News
dark_mode
Trending Tags

GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, 29 Agustus 2025 lalu.

Di rumah sederhana itu, Saerah, ibunda almarhum Dandi, menyambut dengan mata yang menyimpan luka yang belum sempat mengering. Baginya, kehadiran para penggerak GUSDURian Makassar dikediamannya tidak hanya sekadar membawa tali asih, tetapi juga membawa pelukan solidaritas yang tak terucap.

Di tengah sunyi yang menggantung, suara Saerah pecah pelan, menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang datang membawa harapan. “Sampaikan salam hangat kami sekeluarga, terkhusus kepada Ibu Alissa Wahid. Semoga beliau dan keluarga GUSDUR senantiasa diberi kesehatan dan dilindungi oleh Allah SWT,” ucap Saerah dengan suara terdengar parau.

Kunjungan itu berlangsung pada Jumat, 12 September 2025. Dipimpin langsung oleh Fathurrahman Marzuki, Koordinator GUSDURian Makassar, rombongan tak hanya membawa santunan, tetapi juga membawa harapan, bahwa duka tak harus berjalan sendiri.

Setelah memanjatkan doa secara berjamaah untuk almarhum, tali asih kemudian diserahkan secara simbolis. Di hadapan keluarga dan para penggerak komunitas, pria yang akrab disapa Fatul itu, menyampaikan bahwa ini bukan sekadar santunan, tetapi juga bentuk kepedulian akan kemanusiaan yang telah lama menjadi bagian dari kerja-kerja kemanusiaan di lembaga Gusdurian Peduli.

“Kami berduka atas kepergian Dandi. Keadilan harus ditegakkan. Kami mendesak aparat untuk mengusut tuntas pelaku pengeroyokan,” tegas Fatul usai menyerahkan santunan GUSDURian Peduli.

Tak hanya Dandi, Fatul juga menyampaikan simpati kepada para korban lain yang turut terdampak dalam rentetan demonstrasi akhir Agustus kemarin. Ia berharap negeri ini segera pulih dari luka-luka sosial yang menganga.

“Kami tak ingin tragedi seperti ini terulang. Negeri ini terlalu berharga untuk terus berdarah dan menelan korban,” pungkasnya.

Dalam kunjungan singkat itu, hadir pula wajah-wajah yang telah lama menjadi bagian dari penggerak GUSDURian, diantaranya mantan koordinator Gusdurian Makassar, Ince Arif, mantan Koodinator GUSDURian Soppeng, Megawati, Penggerak Senior GUSDURian Makassar, Fitrianingsih, dan sejumlah penggerak muda GUSDURian Makassar.

“Mereka datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai saudara dalam kemanusiaan,” ujar salah seorang warga di lorong tersebut.

Sekedar diketahui, Rusdamdiansyah atau yang akrab disapa Dandi, kesehariannya bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Berdasarkan informasi yang dilansir katadata.co.id, Jumat malam, 29 Agustus 2025, Dandi keluar dari rumahnya untuk  menemui tantenya. Namun, langkahnya tak sengaja membawanya melintasi titik aksi demonstrasi yang sedang berlangsung di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Di tengah keramaian itu, Dandi sempat merekam suasana demo dengan ponselnya. Sayangnya, tubuhnya yang tinggi memicu kecurigaan dari massa. Ia diteriaki sebagai “intel”, tuduhan yang langsung menyulut emosi sekelompok orang. Tanpa sempat menjelaskan, Dandi menjadi korban pengeroyokan brutal. Ia mengalami luka serius, termasuk pendarahan otak dan retak pada tengkorak, yang membuatnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Kementerian Kesehatan CPI.

Meski telah mendapat perawatan intensif, nyawanya tak tertolong. Dandi menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Awalnya, keluarga menerima kabar bahwa Dandi mengalami kecelakaan. Namun, fakta yang terungkap kemudian jauh lebih memilukan. Dandi bukan korban kecelakaan biasa, melainkan korban kekerasan massa dalam aksi demonstrasi yang seharusnya menjadi ruang aspirasi, bukan tragedi.

  • Penulis: Suaib Pr
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemerdekaan Petani Dimulai dari Jalan Menuju Kebun

    Kemerdekaan Petani Dimulai dari Jalan Menuju Kebun

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Menjelang 17 Agustus, suasana di Desa Tolondadu II dan Desa Sondana, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, berubah. Sepanjang jalan desa, ratusan bendera Merah Putih dipasang berjejer. Bendera-bendera itu diikat pada tiang bambu kecil dan ditancapkan dengan jarak kurang lebih tiga meter. Ratusan bendera tersebut sengaja ditancapkan tepat di tengah pembatas jalan […]

  • Korupsi, Pemakzulan, dan Ketegasan Moral

    Korupsi, Pemakzulan, dan Ketegasan Moral

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pada suatu kesempatan, Kamis, 15 Mei 2015, Rais Syuriyah PBNU Masdar F. Mas’udi dimintai pandangannya terkait hukum pemakzulan kepala negara, kepala daerah, atau pejabat publik lain yang terbukti terlibat dalam pelanggaran kemanusiaan. Menurut Kiai Masdar, karena Indonesia adalah negara hukum, mekanisme pemakzulan terhadap pejabat publik yang bermasalah tentu dimungkinkan. Argumentasi ini, kata dia, bahkan dapat […]

  • PWNU Gorontalo Desak PBNU Segera Akhiri Konflik, Dorong Percepatan Muktamar photo_camera 15

    PWNU Gorontalo Desak PBNU Segera Akhiri Konflik, Dorong Percepatan Muktamar

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bersama seluruh PCNU se-Provinsi Gorontalo menekankan perlunya penyelesaian cepat atas dinamika internal yang tengah terjadi di PBNU. Pernyataan ini disampaikan melalui Surat Pernyataan Nomor 373/PW.01/A.II.07.99/27/12/2025 yang dirilis pada 2 Desember 2025. Ketua PWNU Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, menegaskan bahwa konflik internal PBNU tidak boleh berlarut-larut […]

  • Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Yusril Mahendra Butar Butar, mengaku menerima teror dan intimidasi dari pihak tak dikenal. Teror tersebut terjadi usai dirinya menggelar forum diskusi terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andri Yunus. Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026), Yusril mengungkapkan bahwa ancaman […]

  • Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Partai-partai Islam di Indonesia rata-rata mengambil gambar Bulan sebagai lambang partainya masing-masing. Selain bulan, ada juga bintang sebagai bagian dari lambang partai. Selain partai, ada beberapa ormas yang menggunakan bulan sebagai lambang organisasi, seperti HMI, GP Ansor, dll. Bulan dan bintang memiliki makna keberanian, ketinggian, keteguhan, dan kekuatan politik yang menjamin tegaknya syariat Islam. Selain […]

  • Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nurul Izah Rahareng
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Diskursus publik mengenai akuntabilitas keuangan negara sering kali hanya terfokus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, pengelolaan keuangan publik tidak berhenti di tingkat pusat. Di luar APBN, terdapat ekosistem keuangan yang luas dan kompleks, meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), hingga Dana Desa. Sektor-sektor tersebut justru kerap […]

expand_less