Breaking News
light_mode
Trending Tags

GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, 29 Agustus 2025 lalu.

Di rumah sederhana itu, Saerah, ibunda almarhum Dandi, menyambut dengan mata yang menyimpan luka yang belum sempat mengering. Baginya, kehadiran para penggerak GUSDURian Makassar dikediamannya tidak hanya sekadar membawa tali asih, tetapi juga membawa pelukan solidaritas yang tak terucap.

Di tengah sunyi yang menggantung, suara Saerah pecah pelan, menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang datang membawa harapan. “Sampaikan salam hangat kami sekeluarga, terkhusus kepada Ibu Alissa Wahid. Semoga beliau dan keluarga GUSDUR senantiasa diberi kesehatan dan dilindungi oleh Allah SWT,” ucap Saerah dengan suara terdengar parau.

Kunjungan itu berlangsung pada Jumat, 12 September 2025. Dipimpin langsung oleh Fathurrahman Marzuki, Koordinator GUSDURian Makassar, rombongan tak hanya membawa santunan, tetapi juga membawa harapan, bahwa duka tak harus berjalan sendiri.

Setelah memanjatkan doa secara berjamaah untuk almarhum, tali asih kemudian diserahkan secara simbolis. Di hadapan keluarga dan para penggerak komunitas, pria yang akrab disapa Fatul itu, menyampaikan bahwa ini bukan sekadar santunan, tetapi juga bentuk kepedulian akan kemanusiaan yang telah lama menjadi bagian dari kerja-kerja kemanusiaan di lembaga Gusdurian Peduli.

“Kami berduka atas kepergian Dandi. Keadilan harus ditegakkan. Kami mendesak aparat untuk mengusut tuntas pelaku pengeroyokan,” tegas Fatul usai menyerahkan santunan GUSDURian Peduli.

Tak hanya Dandi, Fatul juga menyampaikan simpati kepada para korban lain yang turut terdampak dalam rentetan demonstrasi akhir Agustus kemarin. Ia berharap negeri ini segera pulih dari luka-luka sosial yang menganga.

“Kami tak ingin tragedi seperti ini terulang. Negeri ini terlalu berharga untuk terus berdarah dan menelan korban,” pungkasnya.

Dalam kunjungan singkat itu, hadir pula wajah-wajah yang telah lama menjadi bagian dari penggerak GUSDURian, diantaranya mantan koordinator Gusdurian Makassar, Ince Arif, mantan Koodinator GUSDURian Soppeng, Megawati, Penggerak Senior GUSDURian Makassar, Fitrianingsih, dan sejumlah penggerak muda GUSDURian Makassar.

“Mereka datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai saudara dalam kemanusiaan,” ujar salah seorang warga di lorong tersebut.

Sekedar diketahui, Rusdamdiansyah atau yang akrab disapa Dandi, kesehariannya bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Berdasarkan informasi yang dilansir katadata.co.id, Jumat malam, 29 Agustus 2025, Dandi keluar dari rumahnya untuk  menemui tantenya. Namun, langkahnya tak sengaja membawanya melintasi titik aksi demonstrasi yang sedang berlangsung di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Di tengah keramaian itu, Dandi sempat merekam suasana demo dengan ponselnya. Sayangnya, tubuhnya yang tinggi memicu kecurigaan dari massa. Ia diteriaki sebagai “intel”, tuduhan yang langsung menyulut emosi sekelompok orang. Tanpa sempat menjelaskan, Dandi menjadi korban pengeroyokan brutal. Ia mengalami luka serius, termasuk pendarahan otak dan retak pada tengkorak, yang membuatnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Kementerian Kesehatan CPI.

Meski telah mendapat perawatan intensif, nyawanya tak tertolong. Dandi menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Awalnya, keluarga menerima kabar bahwa Dandi mengalami kecelakaan. Namun, fakta yang terungkap kemudian jauh lebih memilukan. Dandi bukan korban kecelakaan biasa, melainkan korban kekerasan massa dalam aksi demonstrasi yang seharusnya menjadi ruang aspirasi, bukan tragedi.

  • Penulis: Suaib Pr
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    Bukan Menafikan Zakat, Ini Makna Strategis Seruan Menag soal Ekonomi Umat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pernyataan Menteri Agama yang menyerukan agar pembangunan ekonomi umat tidak semata bertumpu pada zakat terus menjadi perbincangan publik. Sebagian pihak menilai seruan tersebut berpotensi menggeser posisi zakat sebagai rukun Islam. Namun, menurut Dr. Ahmad Shaleh Amin, M.A., pandangan demikian lahir dari pembacaan yang tidak utuh terhadap konteks yang disampaikan. Dr. Ahmad menegaskan bahwa […]

  • Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Tim riset Internasional Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi khususnya grup peneliti Net Zero 2.5 sukses menggelar diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Sekali Pakai di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”  di aula Prof. Abdul Sammadkadir, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif Indonesia–Australia yang difasilitasi oleh Australia–Indonesia Centre (AIC). Melalui forum […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com , Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam periode Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB. Mayoritas peristiwa dipicu oleh cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, hujan lebat, serta angin kencang. Di Provinsi Jawa Timur, […]

  • Khamenei Dikabarkan Tewas Usai Serangan Gabungan AS–Israel

    Khamenei Dikabarkan Tewas Usai Serangan Gabungan AS–Israel

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketegangan di Timur Tengah meningkat drastis setelah pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan ada “banyak tanda” yang menunjukkan bahwa kompleks kediaman dan markas besar Khamenei di […]

  • Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

    Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle M. Fadhil Hadju
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Di tanah Gorontalo, Islam tidak hanya dipeluk dalam syariat, tetapi juga dirawat dalam budaya. Dalam ritus seperti modikili, tahlilan, maulidan, dan doa arwah, agama dan adat saling menyatu. Di antara masyarakat yang memegang teguh warisan ini, terdapat satu nama yang tetap harum hingga hari ini: KH Yahya Podungge, atau yang lebih dikenal dengan Bapu Paci […]

expand_less