Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tubuh sebagai Ruang Iman, Pengetahuan dan Penyembuhan

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 129
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membaca Ketegangan Agama, Kesehatan Modern, Dan Pengobatan Tradisional dengan perspektif Moderasi Beragama.

Mungkinkah gagasan moderasi beragama digunakan untuk membaca ilmu kesehatan? Saya menjawabnya, mungkin. Dengan segala kehati-hatian agar tidak terkesan memaksakan.

Ruang perjumpaan agama dan ilmu kesehatan adalah tubuh. Sebagaimana ilmu kesahatan, agama juga berbicara tentang tubuh. Bagaimana tubuh dirawat, disembuhkan, dilindungi, bahkan dimuliakan. Tubuh bukan sekadar ciptaan biologis; ia adalah amanah, anugerah, dan ruang tempat manusia mengalami spritualitas dan prophan melalui rasa sakit dan rasa sembuh.

Ilmu kesehatan modern sering memandang tubuh sebagai mekanisme. Agama melihat tubuh sebagai ciptaan. Pengobatan lokal melihat tubuh sebagai bagian dari alam. Masing-masing benar, tetapi masing-masing juga hanya sepotong. Ketika satu perspektif merasa paling benar, di situlah masalahnya dimulai. Pengobatan lokal disebut klenik. Ritual dianggap bid’ah. Doa diperlakukan seolah tidak punya fungsi apa pun selain spiritual belaka. Padahal manusia tidak hidup di dalam pembagian-pembagian itu; manusia hidup di tengah hubungan-hubungan yang saling mempengaruhi.

Dalam tradisi keagamaan, penyembuhan tidak pernah hanya urusan obat. Ia terkait dengan niat, dengan keberkahan, dengan pasrah, dengan hubungan seseorang dengan dirinya dan Tuhannya. Karena itu ada doa penyembuhan, air berkah, sedekah sebagai penolak bala, bahkan anjuran menjaga makanan sebagai bentuk ibadah. Sementara sains modern menggenapi semua itu dengan alat diagnosis, obat, teknologi, dan metode yang ketat. Dua dunia ini sesungguhnya tidak perlu saling meniadakan; keduanya bekerja untuk tujuan yang sama: menjaga hidup.

Masalah muncul ketika agama modern dan kesehatan modern membangun aliansi diam-diam dalam satu hal yang sama: kebutuhan akan kepastian mutlak. Apa yang tidak bisa diukur dianggap salah. Apa yang tidak masuk tafsir resmi dianggap sesat. Dan di antara keduanya, pengalaman manusia terjepit: ia tidak diberi ruang untuk percaya bahwa ada kesembuhan yang bekerja melalui dimensi batin, atau melalui relasi sosial, atau melalui ritual yang diwariskan turun-temurun.

Padahal banyak ritual keagamaan—yang oleh sebagian orang dianggap bid’ah—secara sosial justru berfungsi sebagai distribusi gizi. Ada makanan yang dibagikan, sedekah yang diberikan, dan kebersamaan yang dibangun. Mungkin orang tidak menyebutnya program kesehatan masyarakat, tetapi ia bekerja seperti itu: memperkuat imun melalui makanan, dukungan sosial, dan rasa aman emosional.

Temuan riset Masaru Emoto tentang air, sebagai unsur terbesar tubuh manusia, dapat merespons kata-kata, niat, dan doa menjadi relevan dalam konteks ini. Terlepas dari kelemahan metodologinya, gagasan Emoto menyinggung sesuatu yang secara spiritual telah lama dipahami masyarakat lokak: bahwa doa tidak hanya naik ke langit, tetapi juga kembali ke tubuh. Kata-kata yang baik menenangkan hati, dan hati yang tenang mengubah cara tubuh bekerja. Dan, air bisa menjadi mediumnya.

Inilah ruang di mana moderasi beragama menjadi jembatan. Bukan jembatan kompromi, tetapi jembatan pengertian. Moderasi membantu melihat bahwa kesehatan bukan hanya tentang apa yang terjadi di dalam darah dan organ, tetapi juga apa yang terjadi di dalam makna. Bahwa obat bekerja, tetapi begitu juga harapan. Bahwa antibiotik penting, tetapi begitu juga kehadiran orang yang dicintai. Bahwa rumah sakit diperlukan, tetapi begitu juga komunitas yang saling menjaga.

Dalam bahasa agama, tubuh dipahami sebagai tanda. Dalam bahasa sains, tubuh dipahami sebagai sistem. Dalam bahasa tradisi, tubuh dipahami sebagai bagian dari lingkungan. Moderasi beragama mengajak semua bahasa ini berbicara tanpa saling menenggelamkan. Ia tidak membubarkan perbedaan, tetapi memberi masing-masing ruang untuk duduk, mendengarkan, dan memberi makna.

Kesehatan modern dapat menyelamatkan nyawa, tetapi agama menyimpan cara untuk menjaga harapan. Pengobatan lokal menyimpan ingatan ekologis yang tidak dimiliki laboratorium, sementara sains menyimpan ketepatan yang tidak dimiliki tradisi. Ketika semuanya dipertemukan, tubuh manusia bukan lagi objek perebutan kebenaran, tetapi ruang perjumpaan iman, pengetahuan, dan pengalaman.

Mungkin, itulah inti paling sederhana dari moderasi beragama dalam dunia kesehatan: bahwa tidak ada satu jalan tunggal menuju penyembuhan. Penyembuhan tumbuh dari banyak sumber—dari obat, dari doa, dari perhatian, dari tradisi, dari teknologi, dari alam. Dari apa yang bisa diukur, dan dari apa yang hanya bisa dirasakan.

Moderasi beragama mengembalikan kita pada kerendahan hati di hadapan tubuh. Bahwa tubuh bukan milik sains, bukan milik agama, bukan milik tradisi. Tubuh adalah milik kehidupan itu sendiri.

(Penulis adalah Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah)

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie
  • Editor: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Tubuh, Banyak Identitas

    Satu Tubuh, Banyak Identitas

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Tubuh yang sama, tetapi identitasnya beraneka-ragam. Identitas tidak pernah tunggal atau statis; ia muncul dan berubah karena interaksi dengan lingkungan, pengalaman, dan relasi sosial. Setiap bagian diri lahir dari pertemuan antara harapan, tanggung jawab, dan kenyataan yang selalu bergerak. Perpecahan identitas bukan kelemahan, melainkan kondisi yang memungkinkan refleksi, adaptasi, dan tindakan yang relevan di berbagai […]

  • Umumkan Juara O2SN-FL2SN SD, Dinas Pendidikan Kota Ternate Siap Beri Dukungan Menuju Tingkat Provinsi Hingga Nasional

    Umumkan Juara O2SN-FL2SN SD, Dinas Pendidikan Kota Ternate Siap Beri Dukungan Menuju Tingkat Provinsi Hingga Nasional

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Dinas Pendidikan Kota Ternate menggelar kegiatan penetapan dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) tingkat Sekolah Dasar pada Kamis, 17 April 2025. Acara ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Ternate mulai pukul 15.00 WIT hingga selesai. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang […]

  • Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Said Abdullah, meminta rencana impor 105.000 unit mobil niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dibatalkan. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi pedesaan. Menurut Said, penggunaan dana APBN untuk pengadaan kendaraan dari luar negeri tidak sejalan dengan arah […]

  • Adhan Dambea dan Rachmat Gobel Bahas Pembangunan Gorontalo, Masjid Agung Baiturrahim Direncanakan Dua Lantai

    Adhan Dambea dan Rachmat Gobel Bahas Pembangunan Gorontalo, Masjid Agung Baiturrahim Direncanakan Dua Lantai

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea menerima kunjungan silaturahmi Anggota DPR RI, Rachmat Gobel pada Ahad (15/3/2026). Anggota DPR RI dua periode tersebut datang bersama sejumlah tokoh Gorontalo dari Partai NasDem dan disambut langsung oleh Wali Kota Adhan di rumah jabatan wali kota. Dalam pertemuan tersebut, Adhan turut didampingi Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra […]

  • Dikejar Notifikasi

    Dikejar Notifikasi

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Di zaman sekarang, manusia tidak lagi dikejar macan, tapi dikejar notifikasi. Dulu orang bangun subuh karena azan, sekarang karena pesan WhatsApp bertuliskan: “Segera lunasi pinjaman Anda!” Inilah zaman ketika rezeki datang lewat transfer, tapi musibah juga ikut nyempil lewat aplikasi bernama pinjaman online, atau yang lebih akrab disebut: pinjol. Awalnya pinjol katanya solusi. Cepat, mudah, […]

  • PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai   

    PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai  

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Meski Pemilu masih cukup lama, namun kesiapan-kesiapan harus dimantapkan partai Politik jika ingin meraih kemenangan. Salah satu strategi yang penting untuk dilakukan adalah terus mengkonsolidasikan struktur partai hingga akar rumput. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Salah satu strategi partai besutan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar itu dengan mensosialisasikan […]

expand_less