Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 341
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain literasi, riwayat dalam Sunan Abu Dawud juga menyebut bahwa Al-Shifa memiliki kemampuan lain, yakni ruqyah untuk penyakit tertentu. Nabi memintanya mengajarkan ruqyah itu kepada Hafsah sebagaimana ia mengajarkan tulisan. Riwayat ini menunjukkan bahwa keahliannya tidak terbatas pada baca tulis, tetapi juga mencakup pengetahuan praktis yang diakui dan diterima. Namun, jika dilihat dari sisi administratif, aspek yang paling menonjol tetaplah kapasitas intelektualnya dalam literasi.

Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Al-Shifa disebut diberi tanggung jawab dalam pengawasan pasar Madinah. Dalam literatur fikih, fungsi ini dikenal sebagai hisbah, yaitu pengawasan terhadap aktivitas ekonomi untuk mencegah penipuan dan ketidakadilan dalam transaksi. Sumber-sumber sejarah tidak menjelaskan secara rinci bentuk struktural jabatannya—apakah ia memiliki otoritas penuh atau bertugas dalam lingkup tertentu. Meski demikian, penyebutan namanya dalam konteks ini menunjukkan adanya kepercayaan administratif terhadap kapasitas dan integritasnya.

Pasar pada masa itu merupakan pusat ekonomi kota. Pengawasan terhadap timbangan, kualitas barang, dan praktik transaksi menjadi fungsi penting dalam menjaga stabilitas sosial. Kemampuan membaca dan menulis memberi keunggulan dalam mengelola catatan, memahami aturan, serta memastikan ketertiban. Karena itu, literasi Al-Shifa bukan sekadar atribut pribadi, melainkan memiliki implikasi fungsional dalam tata kelola publik.

Kisah Al-Shifa menunjukkan bahwa Nabi dan Khalifah Umar menempatkan kompetensi sebagai dasar utama dalam pemberian peran sosial. Tanggung jawab yang diberikan kepadanya didasarkan pada kemampuan, kecakapan, dan integritas yang terbukti, bukan pada pertimbangan jenis kelamin semata.

Penulis : Jamaah Gusdurian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace Gagasan Trump, Desak Indonesia Mundur

    Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace Gagasan Trump, Desak Indonesia Mundur

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 577
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Jaringan Gusdurian Indonesia secara tegas menolak inisiatif internasional Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penolakan tersebut disampaikan melalui Pernyataan Sikap yang dikeluarkan di Yogyakarta, 2 Februari 2026. Board of Peace diluncurkan Donald Trump pada 22 Januari 2026 di sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss. Inisiatif […]

  • Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Kalau mendengar istilah “korporasi syariah”, banyak orang langsung merasa tenang. Seolah-olah begitu ada kata “syariah”, uang otomatis aman, laporan keuangan jujur, dan direksi langsung rajin tahajud. Padahal, kata Gus Dur, “Tidak semua yang pakai sarung itu kiai”, dan tidak semua yang berlabel syariah itu amanah. Di brosur, korporasi syariah digambarkan bak pesantren modern: bersih, rapi, […]

  • Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Beberapa sungai meluap, longsor terjadi di berbagai titik, rumah warga terendam banjir, hingga infrastruktur vital mengalami kerusakan. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa […]

  • Ketika Amanah Mangkrak Seperti Proyek Negara

    Ketika Amanah Mangkrak Seperti Proyek Negara

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Perdebatan semacam ini sebenarnya sehat. Ia menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli pada arah republik. Namun ia juga memperlihatkan satu kenyataan, bahwa kepercayaan publik tidak lagi otomatis lahir dari proses demokratisasi, sebab didalamnya kita kehilangan amanah. Padahal Republik ini berkali-kali diingatkan bahwa amanah bisa runtuh oleh hal-hal yang sangat banal: keserakahan. Kita masih ingat bagaimana bantuan […]

  • Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Kasus tragis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada penghujung Januari 2026, ketika seorang siswa SD berusia 10 tahun berinisial YBS diduga mengakhiri hidupnya karena keluarganya tak mampu membeli buku dan pena, adalah tamparan keras bagi nurani bangsa. Membaca berita tentang seorang anak kecil yang memilih “pergi” selamanya hanya karena selembar buku dan sebatang pena […]

  • Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Founder The Gorontalo Institute) Memperbincangkan Gerindra adalah juga memperbincangkan Jendral Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke – 8. Perjalanan Prabowo, termasuk Gerindra memang berlika-liku, jatuh bangun, dan “berdarah-darah”. Hingga karena konsistensi serta sikap yang […]

expand_less