Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 30
- print Cetak

Pembukaan kegiatan Seminar Akhir oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau, Kamis (20/11/2025) di Living Lab. Fakultas Pertanian UNG
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Ichsan Gorontalo ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis (20/11/2025).
kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, Titi menegaskan bahwa kajian tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
“Kajian ini adalah langkah awal yang sangat penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan. Kami berharap rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi benar-benar dapat diterapkan di lapangan,” ujar Titi Iriani Datau.
Kajian yang telah berlangsung selama empat bulan tersebut melibatkan tim peneliti: Dr. Zulham Sirajudin, Ferdiansyah Hasan SP., M.Si., Ivana Butolo SE., M.O., dan Gema Putra Baculu ST., MPA. Pada seminar ini, para peneliti memaparkan hasil penelitian untuk mendapatkan masukan sekaligus menguji relevansi temuan sebelum difinalisasi menjadi rekomendasi resmi.
Titi Iriani Datau menjelaskan bahwa kajian tersebut tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen akademik, tetapi juga menghasilkan policy brief yang bersifat implementatif. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang menekankan pentingnya riset yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
“Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa kajian harus aplikatif. Riset dasar sudah banyak dilakukan di universitas. Tugas kita adalah menerjemahkannya menjadi kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Titi.
Selain kajian berbasis teori, proses penelitian diperkuat melalui praktik lapangan di Living Lab UNG. Keterlibatan dosen dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang aktual serta metode konservasi yang dapat diadaptasi oleh petani, khususnya pada lahan miring yang menjadi ciri wilayah pertanian di Gorontalo. Kolaborasi ini juga sekaligus mempererat hubungan akademik antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.
Pemilihan lokasi seminar di Living Lab memungkinkan peserta melihat langsung lokasi uji coba, sekaligus memahami bagaimana rekomendasi kebijakan disusun berdasarkan kondisi lapangan. Rencana evaluasi lanjutan juga telah disiapkan untuk meninjau pertumbuhan tanaman, efektivitas teknologi sederhana yang diterapkan, dan kesesuaian data dengan teori konservasi tanah dan air
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar