Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- visibility 35
- print Cetak

Penandatanganan komitmen bersama dalam rangka pencegahan perkawinan Anak dan penurunan stunting antara Dinas PPPA dengan organisasi wanita di Gorontalo serta BKKBN Provinsi Gorontalo, disaksikan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. (Foto: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Upaya menekan angka stunting di Provinsi Gorontalo tidak bisa dilepaskan dari persoalan perkawinan anak. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Perkawinan Anak dan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Kamis (18/12/2025).
Dalam sambutannya, Idah menekankan bahwa perkawinan anak dan stunting merupakan dua persoalan yang saling berkaitan dan menjadi tantangan serius dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, pencegahan perkawinan anak merupakan langkah strategis untuk melahirkan generasi Gorontalo yang sehat dan berdaya saing.
“Perkawinan anak tidak hanya menghambat akses pendidikan dan masa depan anak, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas tumbuh kembang anak dan berkontribusi terhadap stunting,” ujar Idah.
Melalui forum diskusi ini, Wagub berharap para peserta dapat bersama-sama mengidentifikasi akar persoalan secara komprehensif, sekaligus merumuskan strategi dan kebijakan yang tepat sasaran. Ia menilai, upaya pencegahan perkawinan anak dan penurunan stunting membutuhkan kerja kolaboratif lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga nonpemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga dunia pendidikan.
Idah juga menekankan peran penting keluarga dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak dan pemenuhan gizi sejak dini. Menurutnya, anak-anak merupakan investasi terbesar daerah yang harus dijaga demi masa depan Gorontalo.
“Anak-anak Gorontalo harus tumbuh sehat, cerdas, berdaya saing, serta terlindungi dari praktik-praktik yang dapat merugikan masa depan mereka,” sambungnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan hasil FGD bukan sekadar rekomendasi administratif, melainkan pijakan nyata dalam penguatan program dan kebijakan di lapangan. Di akhir sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama antara Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, organisasi perempuan, dan BKKBN Provinsi Gorontalo sebagai bentuk keseriusan dalam pencegahan perkawinan anak dan penurunan stunting.
FGD ini turut dihadiri Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo Diano Tino Tandayu, Ketua Dharma Wanita Provinsi Gorontalo Sulastri Ibrahim, Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman beserta jajaran, instansi vertikal, serta perwakilan organisasi perempuan di Gorontalo.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar