FEB Unusia Siap Bertransformasi dengan Pimpinan Baru
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr. Muhammad Aras Prabowo, berjabat tangan dengan salah satu pengelola yang dilantik dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengelola Unusia Masa Jabatan 2026–2030 di Aula Jakoeb Oetama, Unusia Jakarta, Kamis (20/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut Maryam, menjadi bagian dari jajaran kepemimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bagi saya adalah sebuah kehormatan sekaligus tantangan. Mari bersama menciptakan lingkungan kampus yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dukungan penuh dari seluruh dosen, staf, dan mahasiswa akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi fakultas yang progresif.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Asiroch Yulia Agustina, M.E.I., melihat momentum kepemimpinan baru sebagai peluang memperkuat posisi ekonomi syariah di tengah perubahan ekonomi global.
“Ekonomi syariah harus hadir sebagai disiplin ilmu yang mampu menjawab persoalan ekonomi kontemporer. Kami ingin membangun pembelajaran dan riset yang kuat, inovatif, serta tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kemaslahatan,” ujarnya.
Di Program Studi Akuntansi, Habsyah Fitri Aryani, M.Ak., menekankan pentingnya menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan transformasi profesi akuntansi.
“Akuntansi ke depan tidak cukup hanya menguasai aspek teknis. Mahasiswa harus memiliki kemampuan analitis, literasi digital, integritas, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia bisnis. Karena itu, kami ingin memperkuat pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan profesi dan industri,” tutur Habsyah.
Optimisme terhadap masa depan Unusia juga ditegaskan Rektor. “Bahwa kita tidak hanya bertumbuh, tapi juga akan melesat jauh lebih baik,” tegas Fariz.
Semangat tersebut menjadi energi bagi FEB untuk menjadikan periode 2026–2030 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan fase akselerasi menuju fakultas yang unggul, adaptif, berintegritas, produktif dalam riset, kuat dalam jejaring, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Dengan kepemimpinan baru, FEB Unusia kini memiliki kesempatan untuk membangun tradisi baru: bekerja sebagai budaya, berinovasi sebagai kebiasaan, dan menjadikan keunggulan sebagai gerakan bersama.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar