Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Tani Merdeka Gorontalo Diminta Awasi Distribusi hingga ke Petani
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
- visibility 35
- print Cetak

Ketua TMI Gorontalo Rian Uno bersama petani gorontalo , Foto : Istimewah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah Prabowo Subianto resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, mulai berlaku Rabu, 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah bersejarah pertama di tingkat nasional, Rabu(22/10/2025).
Penurunan harga tersebut dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, harga pupuk subsidi jenis Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, atau dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak ukuran 50 kilogram.
Sementara pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, sehingga harga per sak 50 kilogram kini menjadi Rp92.000 dari sebelumnya Rp115.000.
Kebijakan ini diyakini akan berdampak positif terhadap peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), penurunan biaya produksi, serta perbaikan kesejahteraan petani. Pemerintah optimistis, langkah ini akan mendorong produktivitas pertanian nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua Tani Merdeka Indonesia Gorontalo, Rian Uno, menyambut baik kebijakan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, keputusan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap petani kecil demi meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami di Tani Merdeka Indonesia Gorontalo memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan ini benar-benar dirasakan langsung oleh petani,” tegas Rian Uno.
Iebih lanjut, ia juga menginstruksikan agar seluruh anggota Tani Merdeka di Gorontalo mengawasi distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran.
“Kami diperintahkan langsung untuk menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo Subianto di setiap desa. Ini adalah momentum perubahan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar