Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hijau Hitam di Era Digital: Semarak Milad ke-79 HMI

  • account_circle Redaksi Nulondalo.com
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 118
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com-Makassar. Suasana Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tahun ini terasa berbeda. Meski tidak semua kader hadir secara fisik dalam perayaan, semangat kebersamaan tetap bergema di ruang-ruang digital. Status WhatsApp, unggahan Instagram, hingga cuitan di Twitter menjadi tanda bahwa kader HMI di seluruh penjuru tanah air ikut menyemarakkan momentum bersejarah ini.

Kebanggaan sebagai kader tampak nyata. Mantan Ketua Umum PB HMI, Arief Rosyid (2013-2015) misalnya, menuliskan refleksi di media sosial: “20 tahun lebih bertransformasi bersama HMI.” Ungkapan singkat itu menyisakan kesan mendalam tentang perjalanan panjang organisasi hijau hitam yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa.

Namun Milad kali ini bukan sekadar nostalgia. Ada harapan besar yang mengemuka. Secara organisasi, HMI diharapkan terus memperkuat kaderisasi agar tetap menjadi wadah pembentukan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan berdaya saing.

Tantangan era disrupsi, digitalisasi, globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat menuntut HMI untuk berinovasi dalam gerakan, sekaligus menjaga soliditas internal dengan mempererat persatuan antar kader dan alumni.

Harapan kebangsaan juga tak kalah penting. HMI diingatkan untuk tetap hadir dalam isu-isu strategis seperti demokrasi, lingkungan, dan keadilan sosial. Lebih jauh, organisasi ini diharapkan mampu menyiapkan kader yang siap menjadi pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045, dengan tetap konsisten menggabungkan semangat religius dan komitmen kebangsaan.

Sejalan dengan itu, kedekatan dengan rakyat menjadi ruh yang tak boleh hilang. Melalui bakti lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan aksi kemanusiaan, HMI ingin menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa bukan hanya di ruang diskusi, tetapi juga di tengah masyarakat.

“HMI juga diharapkan bisa menjadi jembatan generasi; ruang dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah, serta inspirasi bagi anak muda bahwa organisasi mahasiswa masih relevan di era modern,” ujar Fathurahman Marzuki, kader HMI Fakultas Hukum Unhas 2013 sekaligus Koordinator GUSDURian Makassar.

Karena itu, menurut Fathurahman Marzuki, Milad ke-79 HMI bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen perjuangan, memperkuat relevansi, dan menyiapkan kader menghadapi masa depan bangsa.

“Hijau hitam bukan hanya warna, melainkan simbol semangat yang terus hidup, dari ruang kelas hingga ruang digital, dari masa lalu hingga masa depan Indonesia,” tegasnya.

Relevansi Ideologi HMI di Era Digital

Refleksi ideologis juga mengemuka dalam Milad kali ini. Saidiman Ahmad, Alumni kader HMI cabang Ciputat, menegaskan bahwa sejak awal HMI mendorong pemaknaan baru tentang keislaman. Bagi HMI, Islam tidak dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif atau bertentangan dengan modernitas, melainkan sejalan dengan keindonesiaan dan kemajuan.

“Menjadi modern dan berislam bisa dilakukan dalam satu tarikan nafas di Indonesia. Islam bukan ancaman bagi kemodernan, melainkan pendorong kultural yang penting,” katanya, Jumat, 06 Februari 2026.

Pandangan tersebut semakin kuat bila menengok sejarah panjang HMI yang mengakar di berbagai kampus di Indonesia. Tokoh-tokoh besar seperti Nurcholish Madjid, Ahmad Wahib, Johan Effendi, dan Dawam Rahardjo pernah membuka percakapan penting tentang kompatibilitas Islam dan demokrasi.

Pada masa itu, kata Saidiman, Islam dan demokrasi sering dianggap bertolak belakang. Namun melalui gagasan para aktivis HMI, terutama sejak akhir 1960-an, pandangan tersebut mulai bergeser. Mereka menegaskan bahwa demokrasi dapat menemukan dasar yang kuat dalam ajaran Islam, sehingga dikotomi itu menjadi semakin tidak relevan.

Karena itu, program manager SMRC ini mengaku optimis bahwa dengan peran ideologis yang telah dimainkan sejak lama, HMI masih dan akan terus relevan. Bahkan, di era teknologi digital, relevansi itu semakin menguat, sebab HMI adalah salah satu organisasi massa yang dalam proses kaderisasinya secara konsisten mendorong pemikiran kritis, sekaligus membicarakan kompatibilitas antara keislaman dan kemajuan.

“Sejak awal, organisasi ini ingin menghadirkan kader yang mengakar secara kultural, tapi dengan orientasi kemajuan.” Jelas Saidiman yang juga alumnus Crawford School of Public Policy Australian National University.

Refleksi ini menegaskan bahwa Milad ke-79 HMI bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran ideologis organisasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, HMI diharapkan tetap menjadi ruang pembentukan kader yang mampu menjembatani nilai keislaman, keindonesiaan, dan modernitas, serta menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan bangsa.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    Prahara Republik Merah Putih (Fakta dan Imajinasi di Jantung Negeri)

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Ustad  Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Oleh : Ustad  Asrul G.H. Lasapa (Da’i dan Pemerhati Sosial Keagamaan) Suasana semakin genting. Pergerakan massa sudah tidak terkendali. Teriakan demi teriakan menggelinding hingga ke petala langit. Suara dentuman benda keras menghantam genteng dan kaca bangunan megah seakan berlomba dengan suara letusan senjata aparat keamanan. Kobaran api semakin membara. Gumpalan asap hitam membumbung pekat ke […]

  • Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima photo_camera 2

    Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 di Kantor Desa Majannang, kamis (18/12/2025). Penyaluran ini mencakup periode Oktober, November, dan Desember. Sebanyak 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai dengan total Rp900 ribu per orang, masing-masing Rp300 ribu per bulan […]

  • Menjelang Akhir Tahun, Sekda Sultra Ingatkan Disiplin ASN dan Keamanan Dokumen Kantor

    Menjelang Akhir Tahun, Sekda Sultra Ingatkan Disiplin ASN dan Keamanan Dokumen Kantor

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 58
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara tampak berbeda pada Senin pagi (15/12/2025). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi berkumpul dalam Apel Gabungan lingkup Pemerintah Provinsi Sultra, sebagai bagian dari konsolidasi menjelang penutupan tahun anggaran 2025. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., […]

  • Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    Menakar Potensi dan Ancaman Kerusakan Wilayah Pesisir Bone Bolango

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Iwan Miu
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dihuni oleh ribuan desa pesisir yang tersebar dari barat hingga timur nusantara. Desa-desa pesisir tidak hanya berperan sebagai penyangga ekologi, tetapi juga merupakan lumbung sumber daya alam, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Namun, di balik potensi besar tersebut, desa pesisir menghadapi berbagai tantangan […]

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan duka […]

  • Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — SMP PGRI 2 Maros menjadi sasaran aksi pencurian pada Senin (15/12/2025) pagi. Belasan perangkat Chromebook milik sekolah raib digondol pelaku, dengan total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Guru PJOK SMP PGRI 2 Maros, Suhardi, mengungkapkan sebanyak 15 unit Chromebook dan satu unit speaker hilang dari ruang kantor sekolah. Aksi pencurian itu […]

expand_less