Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jurnal Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan selalu menghadirkan satu pertanyaan akuntansi yang tidak pernah masuk dalam PSAK mana pun: apakah amal kita sudah dijurnal dengan benar di “Sistem Informasi Akuntansi Langit”? Kita ini rajin mencatat pengeluaran buka puasa, cicilan THR, bahkan diskon sirup tiga botol seratus ribu. Tapi soal sedekah, ikhlas, dan sabar, sering kali pencatatannya masih single entry—masuk ke Instagram, tidak masuk ke hati.

Sebagai ekonom yang kebetulan, saya sering membayangkan bahwa di atas sana ada “Kantor Akuntan Publik Malaikat & Rekan”. Auditnya real time, tanpa perlu rekonsiliasi manual. Tidak ada window dressing, tidak ada creative accounting. Kalau niatnya riya’, langsung kena koreksi fiskal ukhrawi.

Dalam tradisi humor ala Nahdlatul Ulama, kita diajarkan bahwa hidup itu jangan terlalu tegang. Kata Gus Dur—yang sering membuat kita tertawa sebelum kita sadar sedang dinasihati—agama itu jangan dipakai untuk menakut-nakuti, tapi untuk memanusiakan manusia. Maka Ramadhan seharusnya menjadi bulan “rekonsiliasi langit”, bukan bulan “rekayasa laporan kesalehan”.

Dalam akuntansi, kita mengenal istilah accrual basis. Pendapatan diakui saat diperoleh, bukan saat kas diterima. Di Ramadhan, pahala juga tampaknya menganut sistem accrual. Niat baik saja sudah dicatat sebagai potensi aset. Bahkan orang yang berniat puasa tapi tertidur sebelum sahur, masih dapat pahala niat. Masya Allah, ini standar akuntansi paling ramah dalam sejarah peradaban.

Masalahnya, kita sering terjebak pada cash basis ibadah. Kalau tidak dilihat orang, rasanya seperti tidak terjadi transaksi. Tarawihnya semangat kalau saf depan penuh kamera. Sedekahnya mantap kalau ada kuitansi dan publikasi. Padahal dalam “Jurnal Langit”, yang menjadi bukti audit bukanlah stempel panitia, tapi kebersihan niat.

Saya membayangkan format jurnalnya kira-kira begini:
Debit: Keikhlasan
Kredit: Ego

Debit: Sabar
Kredit: Amarah

Debit: Sedekah
Kredit: Cinta Dunia

Jika jurnal ini seimbang, maka laporan posisi keuangan ruhani kita akan menunjukkan surplus ketenangan. Tapi kalau yang didebit pencitraan dan yang dikredit kesombongan, jangan heran kalau laporan laba-rugi akhir Ramadhan menunjukkan defisit akhlak.

Humor ala Gus Dur seringkali menyentil tanpa melukai. Beliau pernah mengajarkan bahwa yang paling berbahaya dari manusia adalah merasa paling benar. Dalam istilah akuntansi, itu seperti manajer yang menolak diaudit karena yakin laporannya pasti wajar tanpa pengecualian. Padahal bisa jadi justru penuh catatan atas kelemahan pengendalian internal.

Ramadhan mengajarkan internal control berbasis taqwa. Tidak ada CCTV, tapi ada muraqabah—merasa diawasi oleh Allah. Tidak ada auditor eksternal, tapi ada kesadaran internal. Ini sistem pengendalian paling canggih, mengalahkan ISO dan SOP mana pun.

Fenomena menarik setiap Ramadhan adalah meningkatnya konsumsi. Grafik belanja naik, tapi grafik kesabaran kadang turun. Harga cabai melonjak, emosi ikut naik. Padahal puasa seharusnya menjadi momentum efisiensi, bukan ekspansi nafsu. Dalam teori ekonomi, kita mengenal konsep opportunity cost. Setiap rupiah untuk berlebihan adalah peluang sedekah yang hilang. Setiap menit untuk gibah adalah peluang dzikir yang terlewat.

“Jurnal Langit” tidak mencatat merek kurma yang kita beli, tapi mencatat apakah kita berbagi dengan tetangga. Ia tidak menghitung berapa panjang doa kita, tapi seberapa dalam maknanya. Ia tidak terkesan dengan suara merdu semata, tapi dengan hati yang bergetar saat membaca ayat-Nya.

Sebagai dosen akuntansi, saya sering berkata kepada mahasiswa: laporan keuangan yang baik bukan hanya yang rapi, tapi yang jujur. Demikian pula ibadah, bukan hanya yang ramai, tapi yang tulus. Jangan sampai Ramadhan menjadi ajang “closing ceremony” tanpa pernah ada “opening of the heart”.

Dalam tradisi pesantren, kita diajarkan satu prinsip sederhana: luwih apik sepi ing pamrih, rame ing gawe. Lebih baik sepi dari ambisi, ramai dalam karya. Mungkin inilah prinsip dasar “Jurnal Langit”: sunyi dari riya’, kaya akan makna.

Akhirnya, Ramadhan adalah momen tutup buku tahunan ruhani. Kita melakukan stock opname dosa, impairment atas kesombongan, dan revaluasi atas niat. Jika ada kesalahan periode lalu, masih ada kesempatan melakukan jurnal penyesuaian bernama taubat.

Semoga ketika Syawal tiba, laporan auditor langit memberikan opini: “Wajar Tanpa Pengecualian—dengan Paragraf Penekanan pada Keikhlasan.”

Dan kalaupun belum, setidaknya kita sudah belajar satu hal penting: bahwa dalam akuntansi kehidupan, yang paling menentukan bukan besar kecilnya transaksi, tetapi kepada siapa transaksi itu dipersembahkan.

Selamat menyusun Jurnal Langit. Semoga neraca kita seimbang, dan hati kita tetap dalam posisi surplus iman.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya photo_camera 2

    Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas. Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid. Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama. […]

  • Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    Dua Terduga Pelaku Pembunuhan PPPK RSPAU Ditangkap, Polisi Dalami Motif

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BEKASI — Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua orang terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) berinisial NHW (33). Korban sebelumnya ditemukan tewas di rumah kontrakannya di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hasil […]

  • Ketum GP Ansor Dijadwalkan Lantik Pengurus Wilayah dan Cabang se-Gorontalo, Hadiri Sejumlah Agenda Strategis

    Ketum GP Ansor Dijadwalkan Lantik Pengurus Wilayah dan Cabang se-Gorontalo, Hadiri Sejumlah Agenda Strategis

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Addin Jauharudin, dijadwalkan melantik jajaran Pimpinan Wilayah dan Cabang GP Ansor se-Gorontalo dalam sebuah seremoni resmi yang akan berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025 pukul 19.30 WITA di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo. Ketua PW GP Ansor Gorontalo, Zulkarnain Ahmad, menyampaikan bahwa kunjungan Ketum Addin ke […]

  • DPRD Maros Lakukan Kunker ke Bulukumba dan Jeneponto, Pastikan Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu Kinerja Dewan

    DPRD Maros Lakukan Kunker ke Bulukumba dan Jeneponto, Pastikan Efisiensi Anggaran Tidak Ganggu Kinerja Dewan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang mulai diberlakukan, DPRD Kabupaten Maros melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bulukumba dan Jeneponto untuk memastikan sistem penganggaran tetap berjalan efektif dan tidak menghambat fungsi lembaga. Anggota DPRD Maros, Dedy Aryan, menjelaskan bahwa kunker ini dilakukan sebagai langkah antisipatif atas pemangkasan sejumlah kegiatan, termasuk reses dan […]

  • Trofeo Silaturahim SSB Barasa Cup I, kelurahan baju bodoa Sukses photo_camera 6

    Trofeo Silaturahim SSB Barasa Cup I, kelurahan baju bodoa Sukses

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pertandingan Trofeo Silaturahim SSB Barasa 2025 yang diagendakan oleh Lurah Baju Bodoa sukses digelar di Stadion Kassi Kebo, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan sepak bola usia dini yang melibatkan talenta muda lintas daerah. Turnamen berlangsung selama satu hari penuh, mulai dari pagi hingga sore hari, […]

  • Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sejumlah warga Desa Maba Sangaji, Halmahera Timur, Maluku Utara, yang juga merupakan pemilik sah lahan adat, melakukan aksi boikot terhadap aktivitas penambangan oleh PT Position pada 18 April 2025. Aksi ini dilakukan warga dengan mendatangi langsung lokasi penambangan di hutan adat Maba Sangaji sebagai bentuk perlawanan atas penyerobotan dan penggusuran lahan yang dinilai dilakukan secara […]

expand_less