Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar
- account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 99
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lampu-lampu itu menjadi simbol bahwa malam ini tidak boleh dilewati dengan kelalaian.
Tumbilo Tohe adalah sebuah tradisi budaya, memiliki makna spiritual yang sangat dalam.
Ia lahir dari kebutuhan praktis masyarakat Gorontalo untuk menerangi jalan menuju masjid, dan menjadi simbol kegembiraan serta kesungguhan umat dalam menyambut malam Lailatul Qadar.
Melalui Tumbilo Tohe, masyarakat Gorontalo menunjukkan bahwa adat dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam.
Cahaya lampu menjadi lambang cahaya iman, sementara jalan yang diterangi menjadi simbol perjalanan menuju rumah Allah.
Tradisi ini mengajarkan bahwa menghidupkan malam Ramadhan bukan hanya tugas individu, tetapi juga tanggung jawab sosial dan budaya umat.
“Ketika lampu-lampu Tumbilo Tohe dinyalakan, sesungguhnya yang sedang diterangi bukan hanya jalan menuju masjid, tetapi juga jalan hati menuju Allah.
- Penulis: Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna

Saat ini belum ada komentar