Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membaca Sastra agar Tidak Kehilangan Kemampuan melihat nuansa dan kehilangan Rasa

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 197
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padahal menjadi negarawan tidak cukup hanya dengan kemampuan mengelola kekuasaan. Ia membutuhkan kepekaan untuk memahami manusia, terutama mereka yang tidak memiliki akses terhadap ruang-ruang kekuasaan.

Sastra memang tidak akan menyelesaikan kemiskinan, memperbaiki jalan rusak, atau meredakan konflik politik dalam semalam. Namun sastra mengajarkan sesuatu yang sering luput dari perhatian: melihat manusia secara utuh. Ia mengingatkan bahwa di balik angka, laporan, target, dan indikator pembangunan, ada kehidupan yang sedang berlangsung.

Mungkin karena itu para pemimpin perlu membaca sastra. Bukan untuk menjadi sastrawan, melainkan agar tidak kehilangan rasa. Agar tetap mampu melihat wajah manusia di balik setiap kebijakan yang dibuat. Agar tidak terjebak pada keyakinan bahwa seluruh persoalan dapat diselesaikan hanya dengan kalkulasi, efisiensi, atau kepentingan politik.

Di tengah menguatnya cara berpikir yang serba individualistik dan oportunistis, sastra bisa menjadi ruang untuk menertibkan ego. Ia memaksa kita keluar dari diri sendiri dan melihat kehidupan melalui mata orang lain. Dari sana tumbuh kesadaran bahwa dunia tidak hanya berisi ambisi, jabatan, dan kepentingan pribadi.

Membaca sastra adalah cara sederhana untuk tetap waras ketika kekuasaan membuat orang merasa paling tahu, ketika politik membuat orang sibuk menghitung untung-rugi, dan ketika ruang publik semakin miskin empati.

Sebab yang paling sering hilang dari manusia bukan kecerdasannya, melainkan kemanusiaannya. Dan sastra, sejak lama, menjaga agar hal itu tidak sepenuhnya lenyap. Ia menjadi ruang untuk kembali mengingat bahwa sebelum menjadi pejabat, ulama, akademisi, aktivis, pengusaha, atau apa pun identitas yang kita banggakan hari ini, kita terlebih dahulu adalah manusia.

Dan setiap manusia selalu membutuhkan jalan untuk pulang kepada dirinya sendiri. Salah satu jalan itu adalah sastra. Ia tidak menawarkan kekuasaan, tidak menjanjikan kemenangan, tetapi mengajarkan sesuatu yang jauh lebih mendasar: kemampuan untuk tetap melihat, mendengar, dan merasakan kehidupan orang lain sebagai bagian dari kehidupan kita sendiri. Di sanalah kemanusiaan menemukan tempatnya untuk tetap hidup.

Penulis Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI Tersendat, DPR Soroti Kinerja Pemerintah

    Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI Tersendat, DPR Soroti Kinerja Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Ia menilai, pernyataan bahwa pasien dalam kondisi darurat tetap dapat dilayani belum sepenuhnya berjalan, karena masih ditemukan rumah sakit yang menolak peserta dengan status kepesertaan nonaktif. “Di lapangan, rumah sakit tidak melayani peserta nonaktif. Ini menunjukkan kebijakan belum berjalan efektif. Pertanyaannya, siapa yang melakukan pengawasan,” tegasnya. Selain itu, Irma mengkritisi masa transisi perbaikan data kepesertaan […]

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Aliansi Tolak RUU TNI Gelar Aksi di Ternate Soroti Soal Ancaman Demokrasi

    Aliansi Tolak RUU TNI Gelar Aksi di Ternate Soroti Soal Ancaman Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU TNI, yakni LMID Pembebasan, Sekolah Critis MU, Sekber, KPR, FSPBI, AMP, LPM Aspirasi, Aksi Kamisan, dan FIB, menggelar aksi demonstrasi jalanan. Aksi ini menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang dinilai mengancam demokrasi dan hak asasi manusia. Ternate, 20 Maret 2025. Aksi dimulai di […]

  • Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Setelah merdeka, Barira menghadapi persoalan lain dalam rumah tangganya. Ia sebelumnya menikah dengan seorang budak bernama Mughits. Dalam hukum Islam, ketika seorang budak perempuan menjadi merdeka sementara suaminya masih budak, ia memiliki hak untuk memilih tetap dalam pernikahan atau berpisah. Barira memilih untuk berpisah. Mughits sangat mencintainya dan diriwayatkan merasa sedih atas keputusan itu. Nabi […]

  • Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    “Ada tiga motor yang melaju kencang di gang sempit, salah satunya motor polisi. Satu motor kemudian menabrak tiang dan pagar hingga sekarat,” ungkap Agus. Informasi yang beredar menyebutkan, anggota polisi yang terlibat dalam pengejaran tersebut bernama Rudi. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap dari pihak berwenang. Kasus kecelakaan ini kini […]

  • Jurnal Penutup

    Jurnal Penutup

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Masalahnya, kita seringkali lebih rajin membuat jurnal umum daripada jurnal penutup. Tiap hari kita catat dosa dengan rapi: marah pagi, gibah siang, iri sore, dan mungkin sedikit riya di malam hari. Semua tercatat, bahkan tanpa perlu software akuntansi. Ironisnya, kita jarang sekali melakukan closing. Seolah-olah kita ini perusahaan yang tidak pernah tutup buku, padahal umur […]

expand_less