MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan pernyataan sikap terkait serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Doc. MUI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai agresi tersebut semakin menunjukkan bahwa Board of Peace (BoP) tidak memiliki legitimasi moral, politik, maupun hukum.
Kepada MUI Digital di Jakarta, Ahad (1/3/2026) dini hari WIB, Prof. Sudarnoto menyatakan serangan tersebut menjadi bukti konkret bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bukanlah aktor perdamaian sebagaimana narasi yang dibangun.
“Karena itu, BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik, dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamaian sejati dan apalagi keadilan,” ujar Prof. Sudarnoto.
Menurutnya, serangan terhadap Iran menunjukkan bahwa istilah “perdamaian” justru dibajak untuk kepentingan ambisi hegemonik dan imperialistik.
“Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoP-nya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina,” katanya.
MUI juga menilai agresi tersebut berpotensi mendorong eskalasi konflik menjadi perang regional di kawasan Timur Tengah. Situasi ini dinilai dapat melumpuhkan stabilitas kawasan dan berdampak luas terhadap tatanan geopolitik global.
“Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika,” lanjutnya.
Prof. Sudarnoto menegaskan bahwa konfigurasi geopolitik yang terbentuk akibat serangan ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, termasuk dalam konteks dukungannya terhadap perjuangan Palestina.
Menurutnya, tekanan politik tersebut bertujuan memastikan dominasi regional Israel atas Palestina tetap terjaga.
MUI pun meminta pemerintah Indonesia untuk tetap konsisten menegakkan hukum internasional serta memperjuangkan penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan.
“Indonesia hendaknya tidak terlibat dan dengan tegas menolak segala bentuk agresi militer,” tegas Prof. Sudarnoto.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar