Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi
- account_circle Suaib Pr
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 99
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong agar lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, diakomodasi secara eksplisit dalam penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang tengah dirumuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
Dorongan itu disampaikan oleh Tim Direktorat Pesantren Kemenag RI, Fathullah Syahrul, dalam rapat penyusunan kurikulum dan desain karakter pemuda di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, Kemenag menekankan pentingnya strategi pembangunan karakter generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. “Akses teknologi tanpa kontrol dapat melahirkan dua konsekuensi, baik atau buruk. Karena itu, pembangunan karakter pemuda harus dirancang secara sistematis dan lintas sektor,” ujar Fathullah.
Fathullah juga menyoroti persoalan degradasi moral dan krisis kesehatan mental yang kian nyata di berbagai lembaga pendidikan. Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1 miliar orang di dunia mengalami gangguan kesehatan jiwa, sementara bunuh diri menjadi salah satu penyebab utama kematian pada usia muda.
Menurut Fathullah, kondisi tersebut menuntut penguatan kurikulum berbasis nilai, termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan. Pesantren, katanya, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter berbasis spiritualitas, kebangsaan, dan moderasi beragama.
“Integrasi pesantren dalam desain besar karakter pemuda penting agar kebijakan yang disusun bersifat inklusif dan komprehensif,” tegasnya.
Sebagai bagian dari ikhtiar itu, Kemenag melalui Direktorat Pesantren telah menjalankan sejumlah program penguatan karakter. Salah satunya adalah Kurikulum Cinta, yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, ilmu, guru, sesama, diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.
Selain itu, lewat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 91 Tahun 2025, Kemenag meluncurkan peta jalan pengembangan dengan piloting 512 Pesantren Ramah Anak, Ramah Lingkungan, Ramah Digital, dan Ramah Infrastruktur.
“Kemenag juga merekomendasikan penguatan layanan kesehatan mental bagi pemuda serta perluasan kurikulum berbasis cinta, nasionalisme, tenggang rasa, dan gotong royong,” katanya lagi.
Rapat penyusunan kurikulum ini diharapkan melahirkan kerangka kebijakan yang mampu menjawab tantangan moral, sosial, dan psikologis generasi muda di tengah perubahan zaman.
- Penulis: Suaib Pr

Saat ini belum ada komentar