nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo menggelar Orientasi Politik yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) serta pengukuhan pengurus masa bakti 2026–2031. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi dan penegasan arah perjuangan partai menjelang Pemilu 2029.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua Perempuan Bangsa DPP PKB, Nihayatul Wafiroh, menyampaikan amanat Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa PKB harus “naik kelas” dalam menghadapi dinamika politik nasional dan tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, politik tidak boleh berjalan biasa-biasa saja di tengah perubahan besar yang terjadi dalam ekonomi global, teknologi, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi politik. Karena itu, PKB harus tampil sebagai partai yang hadir, melayani, memberi teladan, dan memimpin.
Empat pilar politik perjuangan yang ditegaskan dalam orientasi tersebut yakni politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.
Politik kehadiran dimaknai sebagai komitmen kader untuk selalu berada di tengah masyarakat, bukan hanya saat kampanye, tetapi setiap saat rakyat membutuhkan. Politik pelayanan diwujudkan melalui kerja konkret membantu akses layanan kesehatan, pendidikan, penguatan UMKM, hingga pendampingan berbagai persoalan sosial.
Sementara itu, politik keteladanan menuntut kader menjaga integritas, sikap santun, dan menjauhi penyalahgunaan jabatan. Adapun politik kepemimpinan menegaskan bahwa kader PKB harus siap memimpin gagasan, kebijakan, dan gerakan sosial di tengah masyarakat.

Selain memperkuat basis rakyat dan struktur organisasi, kader juga didorong aktif membangun opini publik melalui media dan platform digital. Kerja politik, menurutnya, tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga di ruang persepsi dan narasi publik.
Orientasi politik ini sekaligus menjadi titik awal konsolidasi menuju 2029. PKB Gorontalo menegaskan komitmennya menata organisasi, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan semangat tersebut, PKB Gorontalo optimistis mampu memperkuat posisinya di daerah sekaligus berkontribusi lebih besar dalam arah pembangunan nasional.
“Kami melanjutkan pondasi yang telah dibangun. Target kami jelas, pada Pemilu 2029 PKB Gorontalo menargetkan minimal empat kursi agar bisa membentuk satu fraksi di DPRD Provinsi, sekaligus mengupayakan agar PKB dapat mengirim wakil ke DPR RI,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi ideologi, loyalitas kader, serta disiplin dalam menjalankan standar operasional organisasi. Menurutnya, politik PKB adalah “politik kehadiran”, yakni hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi solusi nyata atas persoalan warga, terutama di tengah dinamika nasional yang dinilai tidak menentu.
Muskerwil ini menjadi ruang konsolidasi untuk mematangkan tahapan kerja partai sekaligus menindaklanjuti kontrak politik antara DPW PKB Gorontalo dan DPP PKB. Salah satu target strategis yang dicanangkan adalah mengisi seluruh parlemen kabupaten/kota dengan kader PKB serta menambah jumlah anggota legislatif yang telah ada.
Selain penguatan struktur, PKB Gorontalo juga mendorong peningkatan peran perempuan dan kepemudaan, serta konsolidasi hingga tingkat desa bersama kader dan tokoh masyarakat. Dalam bidang pelayanan publik, setiap DPC ditargetkan memiliki ambulans guna membantu masyarakat kurang mampu.
Partai juga memberi perhatian pada agenda advokasi, mulai dari isu pertambangan hingga kasus kekerasan seksual, dengan komitmen menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, DPW PKB Gorontalo menargetkan pendirian kantor permanen pada 2027 mendatang.


Saat ini belum ada komentar