Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Seruan Moral Warga NU: Kembalikan Nahdlatul Ulama kepada Jamaah demi Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Musyawarah Besar Warga Nahdaltul Ulama  bertajuk “Mengembalikan NU kepada Jamaah demi Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam” lahir Suruan Moral Nahdlatul Ulama yang digelar di kediaman KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (21/12/2025).

Musyawarah tersebut dihadiri oleh warga, jamaah, serta para muhibbin Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah sebagai ikhtiar kolektif untuk menjaga khidmah jam’iyyah agar tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah serta kemaslahatan umat, bangsa, dan kelestarian alam.

Dalam pernyataan sikapnya, warga NU menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah mengemban amanah besar untuk menjaga ajaran Islam yang moderat, merawat persatuan, memberdayakan umat, memuliakan martabat manusia, serta menghadirkan keberpihakan nyata kepada keadilan sosial dan kelestarian lingkungan.

Warga NU menyampaikan keprihatinan atas dinamika yang berkembang di PBNU akhir-akhir ini, yang dinilai telah menyerap energi organisasi dan berpotensi mengalihkan NU dari khidmah utamanya. Padahal, NU memiliki tanggung jawab besar dalam bidang pendidikan, sosial, penguatan Aswaja an-Nahdliyah, pengembangan sumber daya manusia unggul, kemandirian organisasi, serta konsolidasi jam’iyyah melalui mekanisme musyawarah.

Sejalan dengan itu, Musyawarah Besar Warga NU menyatakan dukungan kepada para masyâyikh dan syaikhât, baik di jajaran Mustasyar PBNU maupun di pesantren, khususnya hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU di Lirboyo. Dukungan tersebut diarahkan pada upaya resolusi konflik, pemulihan keteduhan jam’iyyah, serta pengembalian NU kepada jamaah sebagai fondasi kemaslahatan bangsa dan kelestarian alam.

Demi mencegah mafsadat yang lebih besar dan menjaga keutuhan organisasi, warga NU mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dengan landasan hukum yang kuat dan disepakati bersama. Apabila hal tersebut belum dapat terwujud, mereka menyerukan pelaksanaan Muktamar Luar Biasa (MLB) sesuai dengan AD/ART NU, agar seluruh persoalan jam’iyyah dapat dibahas secara musyawarah, transparan, dan bertanggung jawab.

Musyawarah Besar ini juga menegaskan pentingnya menghadirkan kepemimpinan NU yang berintegritas, berakhlakul karimah, bebas dari konflik kepentingan, serta mampu merawat persatuan dan kemandirian jam’iyyah. Penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU diharapkan kembali pada kearifan para masyâyikh secara partisipatoris, berjenjang, serta bersih dari politik uang dan intervensi pihak luar.

Dalam isu lingkungan dan kebangsaan, warga NU menegaskan kembali komitmen NU terhadap prinsip fiqh al-bi’ah dan keberpihakan kepada kaum mustadl’afin. Mereka menyerukan agar konsesi tambang yang diberikan kepada NU dikembalikan kepada negara, sejalan dengan hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015, serta mendorong PBNU untuk lebih responsif dalam menyikapi persoalan ekologis dan kerakyatan.

Di akhir pernyataan, Musyawarah Besar Warga NU mengajak seluruh struktur NU, dari PWNU, PCNU, MWCNU hingga ranting, untuk tetap menjaga ukhuwwah nahdliyyah, merawat kesantunan, dan tidak larut dalam ketegangan elite. Ketenteraman jamaah di akar rumput ditegaskan sebagai benteng utama keutuhan NU dan fondasi peradaban Islam rahmatan lil ‘alamin.

Seruan moral ini ditutup dengan doa agar para pemimpin dan seluruh warga NU senantiasa diberi kelapangan hati untuk memilih jalan kemaslahatan, keadaban, dan persatuan jam’iyyah.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perkoperasian di Kota Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, di Grand Q Hotel Kota Gorontalo. Diklat diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan pengurus […]

  • PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    PPATK, Rekening Dormant dan Gagal Nalar Instabilitas Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muh. Gifari Bachmid
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Penulis adalah Praktisi Perbankan/ Pengurus Lakpesdam NU Kota Gorontalo Sebelum dihebohkan oleh pemblokiran rekening berstatus dormant oleh PPATK, praktik tersebut ternyata lazim diterapkan didunia perbankan. Rekening yang tidak aktif atau tidak memiliki transaksi dalam kurun waktu 3 sampai 12 bulan maka status rekeningnya akan berubah menjadi status dormant. Jika rekening nasabah berstatus dormant, maka rekening […]

  • Menuju Moderasi Beragama Progresif

    Menuju Moderasi Beragama Progresif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Oleh: Pepi Albayqunie – (Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman mengelola program moderasi beragama, selama 3-5 tahun belakangan. Saya mengamati Dan merasakan gerakan moderasi beragama telah menemukan momentum yang tepat tetapi membutuhkan varian gerakan yang lebih progressif. Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia telah berkembang melalui berbagai diskusi, […]

  • Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui perombakan jabatan struktural, Pemkab Maros melakukan penyegaran organisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Senin (5/1/2025), dan dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Edisi 17 Ramadhan ini, saya buat sedikit berbeda dan keluar dari tema besar. Ini karena 17 Ramadhan sering dianggap sebagai malam turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali, sekaligus menjadi penanda bahwa malam Lailatul Qadr akan segera datang pada malam-malam ganjil berikutnya di bulan Ramadhan. Turunnya Lailatul Qadr sering dikaitkan dengan kisah seorang tokoh dari zaman Bani […]

  • Muhammad Suryadi R Luncurkan Buku Geopolitik, Narasi, Kendali, Bahas Posisi Indonesia di Tengah Perubahan Dunia

    Muhammad Suryadi R Luncurkan Buku Geopolitik, Narasi, Kendali, Bahas Posisi Indonesia di Tengah Perubahan Dunia

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah meningkatnya dinamika politik internasional dan perubahan peta kekuatan dunia, penulis Muhammad Suryadi R meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Geopolitik, Narasi, Kendali. Buku ini hadir sebagai kontribusi intelektual untuk memperkaya literatur geopolitik di Indonesia sekaligus mengajak masyarakat memahami perkembangan global melalui perspektif yang relevan dengan kepentingan nasional. Buku tersebut disusun dalam bentuk […]

expand_less